HomeRenungan5 Cara Bersosmed Yang Benar Menurut Islam

5 Cara Bersosmed Yang Benar Menurut Islam

cara bersosmed yang benar menurut islam. pilih Surga atau Neraka

5 cara bersosmed yang benar menurut islam. | Sosial adalah etalase sebuah publik. Dengan hadirnya jejaring sosial, maka seseorang dapat berinteraksi, bersosial media, dan menjalin komunikasi secara 2 arah dengan sesama. Tanpa terpisah jarak.

Jejaring sosial juga di ibaratkan sebuah warung kopi yang kerap dikunjungi banyak pembeli. Semuanya yang masuk sebagai pengguna, bebas menggunakan fitur-fitur yang ada selagi memahami aturan di dalamnya.

EFEK BAIK DAN BURUK BERSOSIAL MEDIA

Setelah melakukan beberapa studi kasus. Dan membaca beberapa artikel di internet, ternyata penyebaran informasi di jejaring sosial sekarang ini, sangat memprihatinkan.

Terkadang terdapat dua sisi yang selalu di konstruksikan oleh masyarakat sebagai penyimpangan etika. Sebaik apapun pengaruh yang menguntungkan, tetap dianggap tabu dan tetap memberi dampak buruk bagi penggunanya.

Di satu sisi secara fungsional, Internet dan jejaring sosial akan selalu netral dari ukuran dari tataran tersebut. Tergantung pada masing-masing individu, apakah ada niatan untuk melakukan tujuan baik ataukah sebaliknya.

Selain adanya niat, dalam etika beragama, kita sebagai umat muslim selalu di-syariatkan untuk menuntut ilmu. Baik itu ilmu tauhid, maupun ilmu formal (Ilmu umum).

Baik itu yang didapatkan dari sekolah, maupun media perantara. Karena dengan berilmu, seseorang akan dengan mudah mempertimbangkan sesuatu yang dia perbuat selanjutnya.


cara bersosmed yang benar menurut islam, juga dapat mencerminkan kepribadian si orang yang bersangkutan
Contohnya ialah saat bersosmed pada saat menjalani puasa. Setiap umat islam pasti akan mencari tambahan wacana dari sumber lain. Untuk mengetahui karakteristik “Puasa” itu ini, disela-sela menjalin tali ukhuwah antar sesama.

5 CARA BERSOSMED YANG BAIK DAN BENAR MENURUT ISLAM

Demikian juga mengenai situs jejaring sosial. Kita harus benar-benar selektif seperti apa karakter dari tiap jejaring sosial. Jangan sampai nantinya kita bertindak serampangan hanya karena kita kurang memahami lawan main di dunia maya.
Oleh karena, berikut saya bagikan 5 cara cerdas menggunakan sosial media/sosmed :

  1. cara bersosmed yang benar menurut islam dengan menggunakan kata-kata yang sopan, sesuai adat ketimuran

  2. Dalam sebuah status, maupun komentar, acapkali kaya dengan kata-kata intelektual. yang justru menyimpang dari EYD. Parahnya lagi, bahasa yang tidak baku justru dipakai sebagai simbol eksistensi diri, sehingga terkesan “lebay”. Sehingga jangan salah jika cara komunikasi literal menggunakan bahasa yang sulit dipahami seringkali menjadi pemicu perselisihan.

    Padahal dengan membiasakan diri bersopan santun, orang yang melihat status kita pasti merasa “di-orangkan”.
    So pasti, sobat tidak ingin kejadian Perang tweet Anang-Raul terulang bukan?

  3. jangan Log in dengan posisi kejiwaan sedang terganggu atau sedang emosional

  4. Suasana hati yang “Galau” sering menjadi pemicu emosi tidak terkontrol. Sehingga tidak menutup kemungkinan, tulisan-tulisan yang intuisif dan mengintervensi biang masalah, keluar melalui ketikan kita. Kalau dibiarkan, kita bisa saja terkena pasal pidana terkait pencemaran nama baik.

  5. Selektif memilih foto profil untuk di upload atau sebagai bahan Status Timeline

  6. Seiring berkembangnya dunia fotografi yang lebih fleksibel, mengunggah foto lewat ponsel, jadi lebih mudah dan praktis. Tetapi ingat, jejaring sosial adalah fasilitas publik.
    Foto-foto yang menjadi konsumsi pribadi bisa menjadi sesuatu yang kontroversial apabila di konsumsi, bukan pada tempatnya. Jadi tiada salahnya mengeluarkan privacy yang sesuai kaidah dan norma yang sudah ada sebagai jati diri bangsa.

    Kita bisa memulainya dengan menggunakan identitas berupa foto asli pribadi. Dengan begitu, kita akan terbebas dari klaim sebagai seorang pencuri.

    Baca Juga :Awas ! . . . banyak Pencoleng di Toko Online
  7. Bersosmed untuk memotivasi, gigih belajar dan menambah kawan

  8. Titik tumpu jejaring sosial ialah tempat berkumpulnya orang dari latar belakang yang berbeda. Tentu saja, disertai perangai dan tabiat mereka yang berbeda-beda. Ada yang baik beneran, ada yang setengah baik-baik.

    Ada yang pura-pura baik. Ada pula yang jahatnya tidak ketulungan, sehingga amat manusiawi apabila mereka menambah teman dari beragam lini hanya demi 1 tujuan. Dalam tingkatan strata yang diprioritaskan.

    Baca Juga : Manusia-manusia dibalik fakta

    Tak jarang di sebuah forum-forum tertentu muncul sebuah komunitas tersendiri yang aktif bergerak. Di bidang sosial dan sangat efektif untuk menambah pengetahuan.
    Gunakan kesempatan ini untuk saling mempererat silaturrahmi, dan tetap mawas diri.

    Mawas diri yang terlalu berlebihan adakalanya juga patut dihindari. Agar kesan arogan yang kita pakai sebagai konsep. Menjadi diri sendiri seutuhnya. Sekaligus perisai diri, tidak dibaca dan dianggap orang lain sebagai penurunan kecerdasan yang menandakan kita tengah mencari musuh.

    Baca Juga :Menjadi Diri Sendiri Seutuhnya, yang Seperti apa…?
  9. “Report Abuse” Orang yang berulah menebar kebencian dan terindikasi menyebarkan berita Hoax

  10. Di media manapun selalu ada fasilitas untuk “Report Abuse”. Gunakan cara ini jika sobat merasa terancam, terlibat konflik yang melelahkan, dan menemukan adanya penyimpangan.

    Karena, mau dicari kemanapun sotware untuk menangkal konten jahat, itu tidak akan memberi pengaruh apapun. Sebaik diri kita sendiri yang berupaya. Maka, Tidak ada salahnya jika kita sendiri lebih pro aktif sebagai simbol perlawanan terhadap berita yang diluar konteksnya.

Melihat kasus yang menimpa Ibu Zikra beberapa tempo yang lalu. Masih segar dalam ingatan ujaran kebencian yang dilakukan kepada Ibu Tri risma tersebut, untuk kita renungkan bersama.

Saya sendiri amat prihatin. Kalau dipikir-pikir lagi, memang ada benarnya saya menulis artikel dengan memuat judul di atas. Mengingat nasib naas seseorang, bisa berubah kapan saja. Itupun juga bergantung pada klik di ujung jarinya sendiri.

Bukan bermaksud sahih agar dinilai priyayi, karena yang berhak menentukan surga dan seseorang hanya Allah YMK. Namun tiada salahnya saling mengingatkan pentingnya etika islam dalam bermedsos. Terutama penekanan ini untuk diri saya pribadi.

Manakala sudah sangat krusial bersosial media, hingga lupa diri dan merugikan orang lain, sesungguhnya kerugian sudah menghampiri. Bahkan secara tak sadar, peringatan dini yang terlambat disudahi. Menyesal hanya akan menjadi polemik sia-sia belaka, lantaran kain kafan kita sedang ditenun.

Baik maupun buruk perlakuan orang lain, berpulang pada diri kita masing-masing.
Bijak memilih Surga atau Neraka, ketika bersosial media, selanjutnya terserah anda.

︾ BAGIKAN JIKA INI BERMANFAAT ︾

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!