Bagaimana Cara Menulis yang Mudah?

Cara menulis yang Mudah dan bagaimana mendapatkan idenya?

Cara menulis dengan Mudah

Bagaimana cara menulis yang mudah ?

Jika mendengar sebuah kalimat “Menulis”, apa yang pertama kali terbayang di benak pembaca setia Blogermie?

Kertas, Bolpen, Pikiran njlimet, takut di bilang lebay karena mengekspos aib sendiri secara “live” di media ?

Ok.  Boleh saja anda berapriori seperti itu. Namun bukan berarti ketakutan-ketakutan tersebut MUTLAK hadir menyeringai. Kita hanya ter-sugesti dengan hal-hal yang belum sepenuhnya terjadi. Jadi, kenapa mesti khawatir ?

KENDALA PENULIS PEMULA

Pun sama. Bagi yang merasa pesimis, deskripsi Menulis hanya dianggap sebelah mata. Selalu saja dinilai tercela, hanya lantaran terletak dari sisinya yang minus sebagai sebuah aktivitas yang merepotkan. Membuang banyak waktu untuk mencari beberapa referensi.

Belum lagi, kita harus belajar mengolah kata, memperhatikan tata bahasa yang dikit-dikit “rumit”, sedikit-sedikit “njelimet“, dan bingung bagaimana cara merangkai, satu demi-satu kalimat yang bersusun, demi menyampaikannya dalam suatu wadah, yang disebut Tulisan.

Kalau anda penganut aliran terisolir macam ini, saya harap anda segera berhenti membaca artikel ini. Karena jelas Percuma, dan hanya akan membuang-buang waktu anda yang berharga. 🙂

Kalau Anda selalu merasa bersalah dan memiliki kecenderungan dengan gaya mengeluh seperti ini, kapan potensi menulis yang ada dalam diri anda bisa bangkit ?

+++

Dimasa sekarang, teknologi yang sudah dibilang, sangat maju. Menulis bisa di lakukan dimana saja. Bahkan ketika sedang bermalas-malasan sekalipun, kita masih bisa memanfaatkan HP sebagai media penyampaian gaya berfikir.

Bisa dibilang, menulis adalah kegiatan reportase yang menyenangkan. Karena apabila sudah terlarut dalam menulis, kita dapat menceritakan dan menuangkan potensi yang terpendam dalam alam bawah sadar. Biasanya, menulis itu merupakan cara penyampaian yang bersumber dari intuisi, berupa pengalaman maupun pengetahuan yang sudah pernah kita jalankan.

Tanpa membutuhkan banyak waktu dan energi ekstra untuk melakukannya. Menulis juga di ibaratkan sebagai Ventilasi. Menggagas apa yang tercetus dari kisah orang lainm sehingga timbul energi positif bagi mereka yang ingin memiliki pengetahuan tambahan. Baik yang bersifat akademis, maupun non akademis.

Belajar itu boleh di katakan fleksibel lho, di manapun tempatnya.

Belajar tak selalu formal di ketemukan dengan duduk di bangku sekolah juga kan ? …..
Pun sama halnya ketika kita memutuskan belajar menulis.

Cara menulis dengan “Rendah Diri”, itu beda dengan “Rendah Hati”

Selama ini yang menjadi momok para penulis pemula, adalah timbulnya perasaan Malu dan Canggung.
Krisis percaya diri, lantaran takut menghadapi feedback dan komentar pembaca yang terkenal kritis dan pedas, sehingga Si penulis, kerap ditakut-takuti dengan ekspresi galau.

Menghadapi situasi sulit tanpa mesti berkelit, tanpa perlu dibalas dengan ujaran kebencian yang sama. Saran saya, teruskanlah saja aktivitas menulis apa yang kalian bisa. Yang membuat anda tetap merasa nyaman dalam posisi duduk anda sekarang.  Itulah kuncinya.

*Saya pernah mengalami cedera ketika melakukan blogwalking di tahun 2011. Melalui postingannya, seorang Blogger perempuan asal Bali pernah sekali mengkritik. ( Nama blognya dulu kalau tidak salah, terdapat di  deskripsi gambar dibawah ini) Kata beliau, tulisan saya gak nyambung.
Tulisan saya tak ubahnya pemikiran orang gila, yang menulis di luar logika. 

Nama Id Blogger yang mbak pakai kalau tidak salah “Shinning Star”

*5 tahun sudah berlalu, sejak saya ngeblog, Yang sampai sekarang, hingga kelak saya mati, Inshaallah akan saya kenang kalimat-kalimat Mbak itu sebagai sebuah wedaran diri.

Hemat saya, abaikan ketakutan yang belum tentu terjadi di masa depan. Lebih baik berusaha dengan kegagalan, daripada terlalu banyak menaruh harap, namun tidak melakukan perjuangan sama sekali.

Bentuk ujaran kebencian seperti deskriminasi kepada seorang penulis, kerapkali sering terjadi. Oleh karena pengalaman yang pernah saya alami sendiri sesuai cerita diatas, baiknya lebih berhati hati dalam menghadapi kaum sumbu pendek seperti ini.

Kalau insiden di bullying pernah terjadi pada anda yang merasa pemula dalam dunia penulisan, tak peduli lantaran tulisan anda dicerca dan dianggap tulisan tak bermutu sebagai “wadah” orang gila, yang berbicara sendiri di luar kesadaran, Anda tak perlu risau. Semua yang terjadi, merupakan satu tantangan yang perlu untuk dievaluasi ulang.

BAGAIMANA CARA MENULIS YANG MUDAH BAGI PEMULA?

Cara menulis mudah tanpa takut di kebiri

Gambar ini, semoga dapat dijadikan intuisi dan penyemangat

Semakin anda dikritik, itu menandakan tulisan anda memang layak di lirik, dialegnya bagus, namun narasinya saja, yang mungkin tidak sepenuhnya dipahami oleh pembaca.

Hemat saya, kalau anda tipe penulis yang sabar dan landai, terima saja konsekuensi itu, apa adanya. Karena menulis juga sebuah perjuangan yang tidak gampang. Butuh pengorbanan dan tidak instant. Salah satunya adalah pengorbananan perasaan.

Disini, “bertahan” adalah solusi pakem bagi anda.

Sewaktu masih cupu menulis. Dulu, Saya sering teledor menempatkan atribut tanda baca di setiap alenia. Akibatnya juga riskan bagi pembaca. Selain kurang sedap dipandang mata, tulisan saya sering nampak kurang rapi sehingga mata ini cepat lelah.
Variabel ini yang kemudian mengakibatkan tulisan yang sudah bagus-pun, nampak panjang tak berhenti.

Jangankan pembaca yang dibuat bingung, setelah saya membacanya sendiri, tulisan-tulisan yang terlanjur di publish itu, makin terlihat amburadul.

Jadi, usahakan memperhatikan tanda titik ( . ) dan Koma ( , ) sesuai fungsinya ketika anda memutuskan menulis. Dan utamakan mengetahui seberapa intens tanda baca lain pada variabel ini digunakan pada tempatnya.

CARA MENULIS SESUAI KAIDAH TATANAN BAHASA YANG BAIK. VERSI KBBI (OPSIONAL)

Saya jarang pake metode ini. Disamping kebutuhannya tidak terlalu perlu sebagai acuan pasti dalam menulis yang sistematis, Saya juga termasuk pada golongan penulis cepat. Tanpa tedeng aleng-aleng, intuisi dan ide hadir secara tiba-tiba. Ketimbang ide cemerlang yang berseliweran keburu hilang, secara reflek, biasanya saya antisipasi dengan mengantongi buku saku sebagai “Trigger“-nya.

Nah, berhubung sekarang jamannya teknologi yang Identik dengan  implementasi fitur canggih yang dibenamkan melalui sebuah perangkat Ponsel, saya lebih menyukai metode baru dengan terlebih dahulu mendraft tulisan-tulisan tersebut dan memindahkannya ke catatan lain berbasis aplikasi.

Selain lebih simple dan praktis, saya tidak perlu mencemaskan catatan-catatan saya rusak lantaran kehujanan maupun dimakan ngengat .

MENULIS YANG MUDAH SESUAI PEMAKAIAN TANDA BACA YANG TEPAT, ADALAH MUTLAK

Saya juga bukan penulis profesional seperti halnya reporter resmi, yang kerap dikejar Deadline. Sehingga MENULIS SESUAI KAIDAH TATANAN BAHASA YANG BAIK VERSI KBBI ( OPSIONAL ), hanya saya pakai di skala paling bontot, misalnya pada saat saya harus mengikuti kompetisi menulis maupun Lomba Blog.
Karena tidak menutup kemungkinan bagi para Juri, pertimbangan ini dijadikan 1 nilai ukur dan aspek penilaian yang sangat akurat.

Apabila diantara pembaca Setia Blogermie adalah orang pertama yang merintis kegemaran Menulis, mulailah dengan membangun ide tersebut mulai dari sekarang. Tak perlu gusar, mencari darimana sumber ide untuk menulis itu berasal, karena Ide menulis, bisa kita dapatkan dimana saja dan kapan saja.

Cukup dari melihat, mendengar, meraba dan mencanangkan segala perilaku yang dilakukan oleh tubuh kita tiap paginya, Mulai dari bangun tidur, mengasuh anak, maupun saat kita tengah fokus bekerja. Mendapatkan ide menulis, tidaklah sulit.

Ide yang cukup matang, tentunya didukung oleh narasumber yang akurat dan cemerlang. Setelah ide tersebut sudah siap masak, barulah di dirinkan sebuah konsep agar tercipta sebuah alur. Hal demikian-pun, tak perlu dilakukan secara derskriptif jika tujuan yang dicapai, memang harus dipaksakan secara tertulis.

Cukup rekam dalam memori pribadi kita sendiri yang berkapasitas 8 bit, dan kembangkan menjadi rangkaian tulisan, semenarik mungkin. Senyaman mungkin keadaannya bagi Anda, selama keadaan memang mendukung.

Tidak Usah menjudge Seseorang hanya karena cara menulis yang aneh

Kalau masih ada terdapat orang yang nyinyir dengan tulisan kita, Sobat Blogermie juga diperbolehkan untuk pura-pura buta maupun pura-pura budeg. Ini tentu saja, bukan pada konteks yang sebenarnya, seolah kita bertindak apatis. Hanya dipakai sebagai analogi untuk menghilangkan perasaan malu dan takut kritik, dari pembaca yang hadir di situ.

Karena pembaca adalah Raja, Mereka bisa memberikan sanggahan yang menurut mereka benar. Itu tidaklah salah. Karena yang namanya tulisan adalah hasil buah pikir. Tidak harus selalu dapat dianggap benar.

Namun, Saya yakin sebagai Penulis. Lama-kelamaan, semakin anda depresi karena terlampau sering didera cemooh, semakin cepat alam bawah sadar anda untuk berupaya sembuh dan bangun menjadi manusia yang kreatif. Karena stress yang terlanjur intens, selagi masih sanggup ditanggulangi, bisa menjadi motivasi diri untuk makin ” Survive “.

Cara yang menulis yang mudah, tak melulu harus di depan Laptop lho Sob. Dimana saja bisa

Seiring itu, berusahalah mengembangkan kreativitas yang ada, dengan perangkat penunjang aktivitas menulis, seadanya dulu. Bisa menggunakan Aplikasi, atau perangkat lain yang sifatnya sederhana dulu. Tidak harus yang mahal jugak.

Jangan merasa minder akan datangnya hal baru yang bisa saja menjadi polemik yang berkepanjangan, selama kita pintar, selama kita selalu melibatkan campur tangan tuhan di sela ketikan jari yang ada. Niscaya, kegalauan diri pasti musnah.
Cara menulis mudah dapat dicapai.

Setelah mematangkan konsep, barulah proses menulis dapat dilakukan. Kita dapat menulis di media apa saja, baik buku catatan, komputer, laptop, tablet,  Bahkan menulis di Batu, dengan bantuan 7 Aplikasi Kece penunjang Aktivitas ide saat terpaksa Ngeblog lewat HP, juga bisa diterapkan kok.

Ya… meski cara menulis di sebuah batu hanya cara primitif manusia purba zaman dulu karena minimnya alat bantu. Namun tidak ada salahnya lho di coba. Agar anda memiliki daya pikat dan ketenaran baru karena dicap sebagai penulis ” Anti Mainstream ” 😀

Yang terpenting dari menulis adalah mencoba. Mencoba hal baru sebagai motivasi untuk berani ber-eksperimen, dan menuliskannya kembali secara nyata. Bukan hanya angan-angan untuk dapat menjadi penulis hebat dan disegani.
Mulailah dengan sesuatu yang sederhana, yang mudah kita temui.

Menulis yang mudah, jangan langsung terperdaya akan ide yang terlalu tinggi, dan naif dengan menyelipkan banyak Kata kunci.

Bilamana tulisan yang sudah mengerucut, akan sayang bila terputus di tengah paragraf karena alurnya mengambang. Akibat kehilangan banyak kata kunci yang masih belum bisa kita kuasai, mengaplikasikannya saja susah, bagaimana pembaca mau untuk mengolahnya.

Nah lho…Apa kata dunia persilatan nantinya.

 

KALIAN PASTI BISA !!!

Semuanya dimulai dari kebiasaan. Mulailah jadikan hal tersebut sebagai kebutuhan.  Kebutuhan untuk terus menulis dan menghasilkan karya tulis yang nyata. Karena, jika kita terlalu lama berkutat pada teori, maka kita tak akan pernah sampai pada tahap cara menulis yang mudah. Yang sesungguhnya.
Pengetahuan kita tidak akan bertambah, dan akan mandeg di titik yang itu-itu saja.

Lakukan sekarang dari hal yang kecil hingga yang paling sederhana sekalipun. Sehingga suatu saat, Anda akan dapat melihat karya tulis pribadi memang berharga untuk diceritakan kepada anak cucu.

Menulis tidak melulu berada dalam konteksnya menghasilkan Income, atau menulis jangan selalu di plesetkan dengan uang. Semakin kita menghambur-hamburkan keinginan akan materi, seiring waktu, mental kita otomatis terdidik menjadi pengemis yang takabur dan serakah.

 

Sebagai pemula dan bukan bermaksud menjadi tokoh Sok suci, Disini penulis hanya ingin menyampaikan sedikit moral, Memang sekali tempo ada baiknya kita selalu berpegang teguh kepada peribahasa :

– Bagaikan Air yang mengalir, bukan Rusa Bawean yang “Merindukan Air” –

Namun merupakan titik awal bagi kita, dan semua-mua untuk lebih mengerti hakikat diri anda sendiri. 

Jadikan kesuksesan yang anda alami ketika menulis, hanya semata-mata Bonus dari Tuhan YMK.

Salam Rukun.

Artikel Terkait :

2 Comments

Tinggalkan Balasan