Arti dan Cara Mereview Sebuah Blog Website

 Cara Mereview sebuah blog /website

Cara mereview sebuah blog /website untuk pemula

“Citizen Journalism” sepertinya itulah tag populer di tahun ini. Bagi warganet, utamanya kaum milenial di era dunia digital. Derasnya arus informasi yang hadir saat ini membuat siapapun dengan leluasa terjun berburu headline. Dengan bermodal kamera ponsel 1 MP, berlarian pontang-panting mencari narasi berita. Para penulis-penulis muda, public speaking, dan reviewer banyak bermunculan demi menyajikan tulisan-tulisan yang inspiratif.

Tercatat bahwa hampir 50%, narator media online, buzzer, dan penulis blog adalah mereka yang berasal dari pelajar dan mahasiswa. Di sisi yang bersebelahana, banyak event-dan konten marketing yang disponsori oleh perusahaan besar berusaha menggaet para penulis-penulis muda tersebut sebagai “alat distribusi” guna memperkenalkan produk ke khalayak umum.

Mungkin dari sekian banyak even yang digelar, Kompetisi menulis, baik itu Kontes SEO, maupun Blog Writing Competition merupakan sebuah pijakan penentu di perkenalkannya sebuah produk periklanan dalam negeri. Tugas utama seorang penulis/reviewer, juga tak lepas dari keseharian mereka membaca dan menganalisa produk/jasa yang hendak dibidik. Maka jangan heran, di jejaring terbuka, seorang penulis/ reviewer harus piawai mengevaluasi sumber berita online yang terkadang masih diragukan tingkat keobjektifannya.
Dengan dasar itulah, tekat memotivasi diri untuk kompeten dalam menulis, tentunya sudah menjadi dasar pengetahuan yang luas untuk mereview sebuah informasi yang tersaji melalui sumber online seperti website dan blog.

Karena saya juga termasuk di dalamnya, pada kesempatan ini, akan saya hadirkan sebuah tips mengenai Cara Mereview sebuah blog/web. Karena pada dasarnya mereview sebuah informasi itu tidak jauh berbeda dengan interaksi dengan banyak orang yang biasanya kita pakai sehari-hari, lalu menyampaikannya secara lisan dalam bentuk berkomentar.

Semakin banyak kita berinteraksi dengan orang dan lingkungan, semakin cakap bagi kita mengenal topik pembahasan dengan lawan bicara. Metode pengembangan diri ini makin berpotensi menjadi peluang review yang menghasilkan income jika di berhasil diaplikasikan melalui tulisan. Tidak peru sistematis, tips memahami arti kesederhanaan tulisan sudah cukup bagus untuk dipelajari bagi anda semua yang baru belajar menulis.

Mengenai Bagaimanakah Cara Mereview sebuah Website/Blog?

Bagi seorang penulis pemula, ini adalah yang paling rumit, namun yakinkan diri untuk optimis seiring dengan kebiasaan yang kalian lakukan.
Ibaratkan gini, jika kalian pernah memakan Sepotong Es-krim, apa yang kalian rasakan, dan sensasi apa yang didapat setelah mencicipi es krim tersebut itulah yang menunjukkan hasil akhirnya.
Ada sensasi dingin, manis, lezat, gurih dsb merupakan item penilaian yang lebih mengedepankan Opini Subyektif. Sudah jelas nantinya butuh perpaduan opini dengan mengekplorasi cara berfikir dan cita rasa demi memperoleh ulasan yang menarik.

Nah, untuk memulai sebuah Review mengenai sesuatu, Sobat bisa memperbanyak riset maupun melakukan Evaluasi dari sumber referensi yang tersedia. Adapun guna meghindari Opini Fiktif, baiknya memadukannya lagi dengan hasil korespondensi pembaca/pengunjung yang hadir disitu . Entah secara langsung maupun tidak langsung, kita dapat mengetahui sebanyak apa feedback positif yang terjadi, ini juga bermanfaat untuk menunjang seberapa relevankah review kita.

Bagi saya, mengevaluasi atau mereview sebuah website milik teman, milik lembaga dan instansi, mereview produk, sama seperti mereview sebuah buku. Dilema alur lebih utama dalam menganalisa sehingga makna yang tersaji melalui tulisan dapat dipahami mulai dari kata-perkata, kalimat-perkalimat, halaman perhalaman

Saya juga tidak pernah menerapkan metode review yang sistematis. Yang penting dilakukan sepenuh hati, teliti dan yang terpenting kejujuran. Andaikata saya mengatai buku itu jelek yang disebabkan faktor “x” misalnya, dengan kesungguhan hati, saya juga tidak akan keberatan mengulas kekurangan yang ada secara sukarela dengan keterangan yang terlampir…yaaa meskipun hanya saya sisipkan sepatah-dua patah kata sebagai pemanis bibir

Semakin sering buku dibaca, maka seiring kebenaran yang tersirat dari sebuah buku dengan mudah kita serap ilmunya. Selalu ada hal-hal yang bisa menjadikan takjub, kenapa Reviewer seperti saya lebih menyukai Buku sebagai sumber yang terpercaya ketimbang mencari referensi di media online. Perpaduan itu yang mungkin menjadi faktor penilaian.

Berikut hasil editorial yang menjadi pertimbangan terhadap beberapa review situs-situs yang menurut saya jelek sampai yang terkenal, terutama Situs yang pernah saya kunjungi:

    • Pertimbangan Loading WEB
    • 1.Loading Blog pada halaman Homepage
    • 2.Loading Blog pada halaman main Page.
    • Seringkali pengunjung seperti saya akan kabur apabila 2 syarat diatas belum terpenuhi. Kenapa? Secara teknis, Halaman penelusur longgar akan bekerja keras untuk me-load 1 halaman penuh. Kalau internet kita lelet, Resiko kita hanya memaksakan kinerja Komputer untuk Ngos-ngosan, karena memakan Resource Memory yang begitu banyak. Lebih parah lagi bagi kalian yang terbiasa mengakses situs rujukan melalui smarphone, sanggup dijadikan pertimbangan jika kalian me-Review aksebilitasnya secara teknis.

    • Situs Perujuk tersebut berisi tentang apa?
    • Kalau penulis tahu hal ini, sebuah artikel review tentunya mangandung 1 topik mengerucut. Memadukan antara keselarasan Judul, dengan isi konten didalamnya, sehingga wajib atau nggaknya sebuah blog/website jika perlu untuk direview. Sesuai dengan topik produk yang penulis review. Sehingga usahakan selalu memberikan penilaian objektif dan tidak membuat review yang terkesan memelintir dari topik produk/isinya. Jangan pula terlalu bertele-tele sehingga artikel tidak terlalu panjang, kecuali kalian adalah penulis master yang ahli dalam deskripsi jerapah seperti saya.

    • Widget, Sidebar, Struktur navigasi, Font dsb
    • Dengan memperhatikan Sisi warna, jenis huruf dan besar font yang digunakan?
      Kesejukannya membuat mata pembacanya makin teduh untuk berkunjung atau tidak?
      Perhatikan komposisi template. Baik bagian header, sidebar, body konten dan footer. Apakah anda suka atau tidak?

      Para blogger yang sering men-desaign template tahu akan hal ini. Jika terdapat kelemahan tentang web yang hendak di review, sebaiknya ditulis saja, begitupun sebaliknya. Ingat bro, menulis review itu gak perlu sistimatis, namun usahakan harus natural. Baik yang dinilai dari sudut pandang negatif sekalipun, usahakan teliti. Jika terdapat kekurangan yang selayaknya perlu dibenahi, tuangin aja dalam tulisan kalian

    • Penilaian Tambahan diluar Pokok Pembahasan
    • Mereview juga sebenarnya memberikan kita keleluasaan untuk berimajinasi. Memberikan sebuah kalimat pengandaian, maupun membuat sebuah kalimat santun, basa-basi, maupun majas-majas tertentu demi pencapaian dengan harapan agar narasi yang disampaikan mampu memikat hati sang juri.
      Dan yang tak kalah penting ialah : bertujuan agar membuat pemilik blog/ web bangga. Tidak terlalu berkecil lantaran kritik dan saran yang kita sampaikan terlalu tajam.

    Sebagai nilai lebih, kita juga bisa menambahkan beberapa opini positif selama hal tersebut juga tidak bertentangan dengan etika jurnalis (Nggak Copas dsb), terutama jika kalian membuat review Situs toko-online.
    Jikalau kalian mereview sebuah Toko online, berikan sebuah apriori positif dengan bukti bahwa kalian pernah berbelanja di toko online tersebut. Usahakan dalam setiap kalian berkunjung, tidak ada salahnya mencoba untuk membeli meskipun 1 produk saja. Ini juga sangat bermanfaat untuk menambah hasil opini review agar tampak lebih menarik dari segi Kualitas dan Durabilitas barang yang kalian beli.

Saya yakin, sebuah review yang bernuansa positif akan terlihat manis untuk siapa saja yang membacanya. Review tentang sebuah blog merupakan sebuah apresiasi bagi pemilik blog sekaligus menjadikannya masukan terhadap kualitas dari blog/website itu sendiri

Salam Rukun.

Tinggalkan Balasan