Hikayat Pemuda Kere dan Motor Butut 75 (Yamaha Esa)

Hikayat Pemuda Kere dan Motor Butut 75 (Yamaha Esa) | Pernah suatu kali saya memposting kalimat teduh seperti ini di facebook:

Hidup tak selalu dipandang dengan Harta
Tak selalu ber-kalung batu permata
Tiada paksa memperindahnya dengan sebuah mahkota
Namun…
Jika semua yang tersaji sudah cukup mewah untuk dinikmati 5 panca indra
Kenapa masih terdapat segerombolan manusia yang gemar mengeluh?

 
Jadi intinya begini sob: Kenapa harus muluk mencari kemewahan melalui materi, sementara dari tubuh ini saja kita masih bisa mensyukuri karunia tuhan. Ini mengingatkanku akan sangat berharganya sebuah hidup.

Terima kasih kepada tauladan abah di http://sisihidupku.wordpress.com/ yang sudah memporak-porandakan insting kebinatangan Blogermie, dalam membuka aib sendiri 😀
 

Motor Butut Yamaha 75 (Yamaha Esa) – Sahabat Karib Sepanjang Usia

Yup. Bukan beralasan, dan bukan karena Blogermie ini sok suci, terkadang sebagai manusia, kita cenderung lalai dan takabur dengan sesuatu yang kita peroleh saat ini. Melalui sebuah karunia suci Tuhan, kita diberi daya ingat, panca indra, melalui perantara kasih sayang dari pihak kedua orang tua. Warisan berupa kata bijak dan torehan apapun bentuknya. Baik benda, maupun tutur kata tingkah laku yang membuat kita berfikir dewasa, pastinya tak ternilai dan sampai kapan-pun tak pernah tergantikan.

Kalau sudah bicara berkah, mungkin hal yang sifatnya terkait materi seperti sepeda motor butut merupakan warisan pemberian Bapak adalah satu diantaranya.

Hmm… Dulu, sewaktu Blogermie masih berusia belasan tahun ( +17 ), Bapak untuk pertama kalinya membelikannya sebuah motor bekas.  Sepeda motor bekas tersebut ber-karakter sepeda motor 2 tak, yang konon, satu-satunya yang dimiliki dan yang paling canggih di strata keluarga kami. Maklum, karena kami hidup dengan keadaan yang pas-pasan. Bapak hanya bisa mempergunakan motor ini sebagai transportasinya pulang jemput ojek, karena berdalih sudah tersedianya Angkot penjemputan dinas dari kantor.
 

Sebuah naluri

Naluri seorang Bapak untuk tidak pernah memakainya sebagai fasilitas kantor ialah karena silih bergantinya pengguna. Mulai Kakak dan Adik. Sehingga timbul rasa manusiawi, jika terdapat suatu kepentingan tak terduga, anak-anak dipaksa berjalan kaki.

Bapak yang waktu itu tidak terlalu faham dengan mesin, akhirnya me-masrahkan motor-bututnya kepada s Blogermie, agar selalu dirawat dengan baik.
 

Sejarah motor butut Yamaha Esa 75 Autolube

Sepeda ini masih satu keturunan dengan Yamaha. Blogermie ini menamakannya Yamaha Esa Tujuhlinu (75). Dengan bodi rada keropos, di sisi body samping, tertulis: “Autolube”. YamahaEsa Tujuh Linu, berbahan bakar premium, namun sangat doyan pipis.
Dengan kapasitas mesin 75 CC, Terbukti relatif irit jika membandingkannya dengan mesin penggiling jerami.

Dalam pemakaian wajar, si Yamahaesa Tujuh Linu, hanya mencapai kecepatan maksimum berkisar 40 KM/jam. Bukan suatu alasan sih, karena Transmisi kecepatannya hanya memiliki 3 buah gigi.

 

Sistem pengapiannya-pun masih terbilang jadul karena menggunakan Platina. Itu-pun kalau dibuat ngebut, akselerasi semakin cenderung merosot. Itu sebabnya kalau sudah menempuh perjalanan jauh, si Yamaha Esa Tujuh Linu harus sering mangkir mencari peristirahatan terakhir.

Sambil menyandarkan di tempat teduh, wajib hukumnya di angin-anginkan dahulu agar nampak elegan. Di buat se-mirip mungkin dengan sate (*agar tidak terlalu overheat). Sungguh sangat tidak sepadan jika harus mempergunakannya sebagai drag-race /balapan liar.

Di usia Blogermie yang masih belia, dan masih menyandang Siswa STM ( Sekolah Teko-muleh ), Blogermie sering melakukan service ringan. Baik tune-up, modif, maupun sekedar ngelap-ngelap.

Saking sayangnya, Blogermie sudah menganggap Yamahaesa ini sebagai pasangan sejatinya seumur hidup.
 

Ikatan tak wajar motor butut Yamaha 75 Tujuhlinu (YAMAHA ESA) & pemiliknya

Terkadang aktifitas dengan motor burut ini tergolong verbal ( bahasa opo maneh iki Her 😀 ), sampai rajin mencucinya 2 kali seminggu, sering mengajaknya Kongkonw-kongkow, kemanapun dia mau.

Pokoke Leonardo Dicaprio &a Kate Winslet kalah Bulu.

Persetan-lah dengan Caci-maki. Terlepas dari cemoohan orang kalau Blogermie orang kere, gak modal, kuno. Blogermie hanya menanggapinya dengan muka tersenyum dan muka cemburu ( because orang Malu pertanda tak mampu)

Pemuda Yamaha kere 1 dan 2

Di tahun 2004 sesudah lulus STM, dengan penuh perjuangan, Blogermie melamar pekerjaan menggunakan sepeda motor butut ini.

 

Mental Tempe

Berbekal Ijazah, dan restu Ibunda tertjinta, Blogermie mengarungi perjalanan dari wilayah karangpilang-Driyorejo Gresik demi mengadu nasib. Puji syukur, tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan status karyawan kontrakan di sebuah perusahaan kayu interior rumah PT MULTIMANAO INDONESIA (didaerah Gresik).

Yah ini mungkin karena faktor Hoki saja. Dukungan doa dari kedua orang tua juga termasuk, dan tentunya dukungan dari Si-Yamaha Esa. Sungguh tak terluapkan rasa bahagianya Blogermie kala itu.

Tetapi oh tetapi, ketika-lintasan-lintasan kehidupan sudah dilewati di tengah lapuknya usia, hampir eksotisme si Yamahaesa makin memudar. Itu terlihat ketika Yamahaesa Tujuh Linu mulai terjangkit batuk kering, batuk berdahak, dan Diare akut. Sering kali mogok. menambah kelamnya pesan hina. Motor Butut dan Jelek

Ditambah lagi dengan bercak-bercak karat disekujur bodi dan Velg yang membuat cewek-cewek incaran Blogermie makin jijik. ( Dibaca Aku Jyjik )

Bukan waktunya untuk mentolerir sih, ini murni kesalahan pengguna juga.

Karena sudah terlibat pekerjaan, dan aktivitas dengan pacar yang terkenal intens, Si-Yamaha Esa terpaksa dilarikan ke bengkel motor terdekat guna memperoleh perawatan. Jarang dibenahi untuk masuk servis.

Berulang kali terabaikan ganti Oli mesin, menjadi penyebab penderitaan pria kere ini dalam melancarkan serangan-serangan mautnya demi menebar perhatian kepada cewek-cewek cantik di tahun yang sama.
 

Kata-Kata Motor Butut tetap gaya

Kebahagiaan di lingkungan pekerjaan-pun juga tidak berlangsung lama, Hanya dalam kurun waktu 1,5 tahun, Perusahaan mulai mengalami masa paceklik bahan baku. Mulailah timbul istilah PHK.

Personalia yang mengatas namakan Pengayom wong cilik tidak dapat berbuat banyak.

Pihak SPI-pun demikian, yang di gadang-gadang sebagai lembaga preketek pembela kaum buruh, Hanya sanggup mengucapkan salam perpisahan melalui secarik surat pengunduran diri + Uang pesangon.
Impian yang di sanjung-sanjung sebagai karyawan teladan sirna sudah karena Blogermie terlanjur mahsyur dan masuk dalam daftar hitam sebagai karyawan yang pantas dipecat.

Meski motor butut, hatiku tidak cemberut
Biarpun burut, yang penting pemiliknya lembut
Motor butut cuma casingnya, yang di bonceng cewek ibukota

 

Laksana membenahi benang kusut bebeekal kalimat kalimat preketeg lainnya, Blogermie pulang engan muka cemberut. Bertunggang dengan Si YamahaEsa Tujuh Linu, dengan memikul beban perasaan kalut dan mencret yang mendalam.
 

Motor butut yang penuh penyesalan

Belum sampai curhat berdarah dengan Yamaha Esa ini selesai, di tengah perjalanan, muncul 2 ekor Keladi. Alias 2 anak sekolah ( *red: begundal ) yang asyik ugal-ugalan mengemudikan motor. Sambil bleyer-bleyer bak Max-Biaggi MOTO-GP, 2 begundal maho berboncengan menggunakan sepeda motor Yamaha FiZ-R ini menyapa Blogermie dengan kalimat yang sok pamer dan mengece.

Awalnya Blogermie tidak menuding sapaan mereka sebagai kalimat yang serius, tetapi setelah berulang kali membunyikan klakson, membuyarkan konsentrasinya. 
Itu merupakan suatu pertanda buruk. Sungguh perkataan mereka sangat menusuk hati:

Arek 1: Boss,,, ayo balapan bos !!! ( Ayo Balapan Bos )
Arek2 : Preeet, koen ngomong opo jo, sepeda welek ngunu, gawe ngrengkek keong ae durung karuan banter (berkata pada rekannya)( *Prrett, Ngomong apa kamu broo, Motor Butut jelek seperti itu, dibuat jualan keong saja belum tentu ngacir )
Blogermie : …..( hanya diam dan melirik )
Arek 2 : Hahaha…areke gak wani jo, Asu!! (hahahaha…anaknya gak berani jo, – ‘Anyiing)

Akhirnya setelah mendengar nama ibu mereka disebut (Asu), maka seketika, Blogermie melontarkan kalimat syahadat khas suroboyoan yang tidak kalah heboh:

Blogermie : ojo kakean cocot Cok!! ayo saiki… ( *Jangan banyak bicara Ce-O-Ka!!, Ayo sekarang tanding… )

Akhirnya dengan perasaan dongkol, Blogermie berpacu dengan adrenalinnya. Wilayah Jalan Raya driyorejo yang digadang-dagang sebagai jalur tengkorak tidak menyurutkan nyalinya sebagai lelaki tulen. Asal tahu saja, bahwa jalan protokol Driyorejo gresik, memang rawan bergelombang . Milir mudiknya Container dan Truk sudah menjadi pemandangan biasa, karena memang sejak dulu, sudah terkenal dengan sentra Lokalisasi industri.

Bagi Blogermie itu adalah sebuah penghinaan Kata-kata Motor Butut terjelek yang pernah disinggungnya, dalam urusan pribadi yang harus terselesaikan hari itu juga.

Treeeeng…..treeeeeeeenngggg……………..
 

Edensor

Kepul asap karbon monoksida sepeda butut, berseteru dengan asap motor Yamaha Fizr milik tuh begundal. Seketika kabut asap memenuhi jalan. Bagi yang tidak mengetahui, mungkin itulah peristiwa blogermie kebakaran jenggot menghadapi tabiat anak muda jaman sekarang.
Kalau dipikir secara nalar, tidak akan ada sebuah kemenangan sejati dengan upaya balas dendam.

Melihat Yamaha Esa yang reot tidak akan pernah menang, Blogermie-pun sempat cemas. Pikirannya mulai dihantui bisikan-bisikan berbau pengecut dan tak waras. karena mau tidak mau Blogermie harus memilih 1 diantara kemungkinan yang tidak akan dia lupa sepanjang usianya Mengebut: : kalau gak kalah, ya tewas.

Karena Remnya cuma mengandalkan tromol belakang.  Buktinyapun  jelas terlihat melalui ketertinggalan dan putus asa lantaran beberapa meter dibelakang, jauh jaraknya.

Bagi Blogermie yang tidak kenal rasa malu,  Ini hanya permainan waktu. Hanya faktor kebetulan, dan semoga ada bisikan ghaib agar sepeda butut ini bisa langsung tancap gas. Blogermie mulai berharap-harap cemas. Semoga ada kekuatan lain yang bisa memberikannya sugesti agar secepatnya bisa menyalip jika tiba di persimpangan

Aku yakin dan hafal betul rute ini, pikir Blogermie ”

Saat itulah di sebuah kesempatan, akhirnya datang. Dari sisi samping, momen-nya tepat sekali.
Pas di depan persimpangan PT. Timur Megah Steel, terlihat sebuah Truk gandeng yang keluar dari arah berlawanan ( posisi Truk berada di tenggara mata angin, sambil membawa tumpukan Tebu ).  Di-sinilah dua begundal tampak kelabakan.

Mereka terbelalak melihat kehadiran Truk ini secara tiba-tiba. Karena mau gak mau, dua begundal ini harus mengurangi kecepatannya alias ngerem. Belum sempat truk-gandeng menikung tajam, dari bahu kanan jalan, muncullah Yamaha Esa +Blogermie dengan kecepatan mentok 40 km jam, kekuatan angin 5 knot/detik berhasil nyelonong mendahului tuh truk. Ini tentu saja sebuah prestasi Blogermie dalam dunia balap motor ( *Tepok jidat: untung gak mati ).
 

Motor Butut Yamaha dan sebuah kemenangan

Ini merupakan jebakan sekaligus siasat yang tak terduga, karena si begundal butuh waktu lama menunggu truk gandeng berbelok yang hampir memakan 3/4 badan jalan.

Di situlah Blogermie mengungkapkan kekesalan dengan mengumpat sekuat tenaga, lantaran bahagia.

“Blogermie: hahahaha mampus koen, panganen iku truk tebu”. ( Hahahahah…Mati kau, makan tuh truk tebu )

Yamaha dan Pemuda Kemenangan

Dalam perhelatan ini, Blogermie yang menyandang status pemuda kere, untuk pertama kalinya berani dan sangat ambisius, ingin membunuh orang.

Kemenangan sudah ditangan, tapi tidak terhadap orang yang melihatnya. Gaya bersorak dengan menyisakan mimik yang aneh, sudah terendus sebagai sesuatu yang wajib dicurigai. Pun demikian, Blogermie yang tetap tenang, berusaha menarik nafas lega, Blogermie tampak piawai menstabilkan emosi, untuk tidak menghiraukan sorakan-orang orang di tepi jalan tersebut.

Namun, apa hendak di kata. Ada yang ganjil.
Diprediksi, sorakan yang terlanjur melebar luas tersebut, bukan berasal dari sorakan para fans SUJU yang menyambut kehadiran Siwon.

Semakin menggema, sorakan para anak-kecil dan bapak-bapak mengingatkan Blogermie seolah ada yang kurang pada dirinya

…Apakah jangan-jangan…Blogermie mengidap HIV..Bisiknya dalam Hati

Bahkan, ibu yang tengah menyusui anaknya di sebuah kios rokok keluar, seraya berteriak kepadanya:

Mas,,mas…mas, knalpote coplok…!!!!!. ( MAS….MASS…KNALPOTNYA LEPAS….!!! )
 

Pesan moral kata Bijak Motor Tua:

Whaatt!!…Astagfirullah..!!!!,.tanpa disadari, saringan knalpot Yamaha Esa sudah menjulur keluar. Tampang mamalukan, atau apalah, Blogermie berusaha menyingkir dari tempat itu. Menghindari paparazi dan pandangan orang di sekelilingnya yang lebih dulu sudah mengetahui kalau Blogermie terlahir Idiot.

Ya…Idiot. Idiot untuk sadar kalau orang-orang sudah terlanjur terbahak-bahak menertawakannya.

Dalam hati Blogermie, menggerutu: “ pantes saja suaranya kok mirip mesin tepung ” .

Jangan sombong ya kawan. Biarpun yang kalian dapat dari orang tua kalian hanya sebulir biji beras, di masa sesudahnya akan tetap bernilai, menjadi yang terbaik untuk bisa dijelaskan menurut versi kalian sendiri. Karena tanpa itu, kalian tetap bukan apa-apa

Artikel Terkait :

Tinggalkan Balasan