Seragam Korpri terbaru 2013, semangat tambah maju

Seragam Korpri terbaru 2013, semangat tambah maju | Kalau dulu, pakaian Seragam Batik Korpri berwarna dominan hijau-torquise, mulai tahun ini berubah corak menjadi dominan biru tua. Seperti seragam Korpri tempo dulu. Pakaian batik Korpri merupakam pakaian yang wajib dikenakan PNS tanggal 17 setiap bulannya, juga kerap dikenakan pada waktu-waktu khusus yang telah ditetapkan.

Di-kesatuan saya amat berbeda. Tiap tanggal 17 tiap bulannya, bagi ASN Hankam, wajib hukumnya mengikuti upacara. Namun Atribut Korpi tidak dikenakan secara resmi seperti Halnya PNS Pemprov dan Guru, melainkan memakai PDH ( Pakaian Dinas Harian ) seperti biasa.

Baju Korpri Terbaru hanya dikenakan pada moment-moment tertentu semisal Hari Pancasila, Hari ulang tahun TNI, dan hari-hari tertentu, jika terdapat surat Perintah Upacara.

Seragam KORPRI terbaru 2013

Seragam Batik Korpri terbaru

Seragam Korpri terbaru ini dikeluarkan tahun lalu sesuai Surat keputusan (SKEP) tahun 2012, namun peresmian atau penggunaannya, dilakukan secara serempak pada acara peringatan HUT KORPRI ke-41 bulan November yang lalu.

Ya…setiap instansi yang berbeda, baik kebijakan maupun informasi yang tersedia. Kalau di instansi Pemprov semuanya bisa memakai Atribut KORPRI sesuai jadwal yang diperkirakan.
Tapi saya adalah yang beruntung, Baru 6 tahun penempatan di-RSAL, selama 2 periode pembagian seragam Korpri terakhir inipun, agak kekecilan alias “Cingkrang“. Terutama di lengan.

Seragam korpri terbaru teras begitu sesak minta ampun. Begitu saya pakai.
Maklum-lah, bagi manusia setengah Jerapah, batik korpti terbaru ukuran Double XL tergolong langka. Sehingga sangat sulit untuk dicari, kecuali mengobras dengan tambahan biaya sendiri.

Baju korpri bercorak batik tenun, dengan warna Biru tua. Baru saya terima awal januari 2013 yang lalu. Mengisyaratkan ASN yang lebih PEDE, dan PNS yang solid.
Baju Korpri ini di serahkan dalam bentuk Jadi, sehingga tidak perlu di-obras ulang, kemudian diserahkan pada masing-masing PNS untuk dirawat.

 

Seragam Korpri Terbaru dan citra Eksklusif Pengabdi Negara

Setelah 1 tahun Oper Dinas pagi menjadi dinas Siang-Malam, Saya jadi sering mangkir, untuk tidak menampakkan diri dalam menghadiri upacara bendera di pagi hari.

Semenjak duduk di Bangku Operasional Customer Service dan berganti skill ke maintenance service, saya hanya diharuskan mengikuti apel siang dan apel malam. Itupun sudah merupakan kompensasi bagi saya, karena kalau sudah ditunjuk sebagai pasukan upacara. Saya akan selalu ada di posisi penjuru sebelah kanan.

Blogermie yang genteng ini akan dengan sadar diri terlibat konflik dengan batinnya sendiri. Menempati jabatan inti sebagai Komandan Pleton. Itu pasti.

Entah kenapa seperti sudah menjadi suratan takdir, dengan tinggi badan 175 cm, posisi kepempimpinan selalu saja menjulang. Yang menuntut kewajiban saya makin “apes” sejak gelar pengayom wong cilik diberikan oleh rekan-rekan saya, secara sukarela. Saya harus menanggung beban itu sebagai karma, selama 31 tahun lamanya mengabdi pada negara.

Di pundak kanan Blogermie, saya dianggap sosok tua yang terjebak dalam labirin anak muda. Padahal tidak pernah terbesit 1 keinginanpun, untuk melakukan upaya pengasihan dan pemikat melalui dukun.

Ya karena itu tadi, sosok muda yang mudah bergaul di bermacam lini. Sehingga kesan teman-teman yang notabenenya adalah golongan paruh baya dan para lansia, senantiasa saya jadikan penyemangat dan rasa nasonalis.

Sampai hendak di jadikan menantu oleh orang yang menurut saya asing. Ya Allah, cobaan macam pula ini.
 

Seragam Korpri Terbaru di lingkup TNI

Selain prioritas pekerjaan, ada juga pelatihan online yang mesti dituntaskan, dan semua konsekuensi profesi inilah yang sangat saya sukai. Di satu sisi, pekerjaan ini sangat santai dan menyenangkan.
Dilain sisi yang memuakkan, masih saja ada orang yang menghujat ASN itu malas, kerjanya suka makan gaji buta lha…bla… …bla….blaa…blaaa..

Ujungnya adalah disharmoninya tingkat pemahaman masyarakat kita yang sudah terbiasa dengan budaya Ngeblame dan menggunjing.

Saya sih, tak ambil pusing. Selama sportifitas dibidang pekerjaan tidak tumpang tindih, dan mampu terselesaikan dengan baik. Saya tidak pernah merasa terancam dengan asumsi-asumsi orang semacam itu. Kecuali jika ada pihak yang mencoba keharmonisan keluarga, sudah pasti saya akan berjihat seperti tokoh pahlawan ulama Keido Keiji Jiban

Memang dengan menghujat profesi orang, apa itu sudah cukup baik bagi kemajuan bangsa ini?.
Toh saya yakin sekali, mereka yang sukanya menghujat, juga tidak-lah lebih baik dan bijaksana dari kehidupan yang dilakoninya.

Orang yang terbiasa menghujat, biasanya menggantungkan hidup dengan beragam hal yang sifatnya sebentar, dan rentan berpura-pura. Menghakimi dirinya sendiri.

Trust me it Works.

Terlebih, tak banyak yang orang ketahui tentang PNS Hankam. Segelintir pengetahuan yang membuat orang juga tak memahami bahwa tiap profesi memiliki tingkat kecerdasan dan konsekuensi yang berbeda-beda. Tiap ASN juga memiliki loyalitas terhadap jam terbang yang mereka disiplinkan sendiri.
 

Seragam Korpri Terbaru adalah kombinasi profesi, Konsekuensi, dan rasa syukur

Disini perlu dikaji, apakah tiap kebijakan impinan yang dibuat, terikat apa tidak dengan dengan peraturan yang sebagaimana tertuang di motto kerja mereka. di Instansi manajeril, tempat mereka bekerja.

Dibawah naungan TNI, ASN Hankam tidak memiliki kelonggaran waktu. ASN Hankam dituntut kerja cepat dan nyata.

Disiplin militer di lingkup ASN Hankam itu wajib hukumnya. Kalau lalai dan salah, konsekuensi fisik paling keji adalah di tempeleng, mutasi, bahkan pemecatan bila perlu. Sehingga hal tersebut sudah menjadi makanan penghuninya sehari hari.
Boro-boro sampai bolos kerja, tanpa disertai alasan yang masuk akal. Sudah bisa dibayangkan. Saya saja ngeri, Kok dulu bisa ya masuk kesini.
Allahuallam, semua sudah menjadi Rahasia Yang Maha Kuasa.

ASN Hankam itu bak jeruji Mahkamah militer. Yang kuat, dan serba mengikat. Sehingga, jangan sampai timbul asumsi, bahwa semua kinerja ASN itu sama saja memblenya, gak ada geget-gregetnya.

Ya Sama sih, sama sama makan nasi. Yang membuatnya beda hanya terletak pada sistem birokrasinya yang sudah berjalan sekian lama. Kalau sistem itu berjalan dengan baik, niscaya terbangun mutu ASN yang berkualitas. ASN yang paham akan pentingnya hidup disiplin. Tanpa nunggu ditegur, tanpa menunggu di ekspos semua keburukannya oleh media.

ASN Hankam yang mampu dibina, akan dibina, Yang tidak mampu dibina, biasanya langsung di Bina-sakan.

Andaikata semua ASN itu buruk, semua pns korupsi, pns makan gaji buta, apa roda pemerintahan akan berjalan sebagaimana mestinya?

Lalu bagaimana nasib ASN yang Tergolong setengah baik-baik seperti Blogermie ini, yang cuma kena getah dari berkembangnya apriori miring yang tak jelas darimana sumbernya, seolah memojokkan smua ASN berkesan matre dan doyan duit, ibarat isu rasis?

Soalnya saya bukan gayus tambunan lho. :). justifikasi tabiat orangnya saja, jangan pekerjaannya.
 

Seragam Korpri terbaru dan justifikasi

Karena yang namanya pekerjaan, dilakukan sepenuh hati adalah ibadah. Apabila dikata terdapat kepentingan lain dengan tujuan korupsi dsb. Mbok ya tolong, kalau menilai itu, berdasarkan referensi yang akurat. Jangan sampai kita dianggap bersensasi ngalor ngidul, sehingga timbul terkaan yang seolah-olah di rekayasa. Beropini fiktif makin membuat wawasan seseorang menjadi sempit. Lagipula, kata mbah saya.

Gak baik lho le, ngrasani kuwi. Matimu mengko ra iso ngguyu. Wallahualam bissawab

Ada lagi sebagai catatan. Bukan sebab musababnya hajat seseorang, sebuah pekerjaannya seperti apa yang akan dinilai, melainkan yang tercermin dari kepribadian orang itu sendiri. Mau malas, apa ingin tekun demi menafkahi anak keluarga. kek dia Polisi, kek dia PNS, kek dia presiden, kek dia nahkoda, buruh tani, semua sama saja.

Menjadi malas bekerja, lalu menjebak diri dengan berperilaku korupsi, itu sama halnya mencuri rizki keluarganya sedikit demi sedikit. Apalagi sampai bolos kerja, yang ujung-ujungnya praktik uang korupsi yang memang benar-benar bisa dikatakan makan gaji buta. Disinilah, ASN yang tidak memiliki nilai produktif lagi, dan seharusnya memang lebih baik mulia untuk mengundurkan diri / dianjurkan pensiun dini.

Hmmmmm………….Seragam batik Korpri terbaru, semangatku tambah baru

Artikel Terkait :

Tinggalkan Balasan