Penantian yang Tertunda

Pagi!…perjuangan belum berakhir. Ini sudah memasuki hari ke-2 opname. Melalui malam-malam sebelumnya, kali ini saya dengan rela hati ‘melek’ secara terpaksa, mengakibatkan kepala sedikit berkunang-kunang dan mengantuk.
Tentunya hal yang demikian merupakan tantangan perdana untuk menyambut kehadiran seorang bocah.
BTW, janin dalam kandungan istri sekarang sudah menunjukkan kontraksi stadium tinggi. Tapi pertanda lain belum dapat menunjukkan secara pasti kapan air ketubannya akan pecah.
Memang, untuk tetap menjaga kondisi buah hati dan ibunya adalah dengan istirahat total. Kalau pada situasi ini, saya tidak akan berani ‘pecicilan’, clelekan’, maupun ‘petakilan’.
Memang, penantian kelahiran ini sedikit tertunda dari yang diperkirakan. Namuuun… untuk mengetahui tegar tidaknya menghadapi hal demikian, harus mengaduh kemanakah saya?

Tinggalkan Balasan