Puisi Laknat Alexa, “Biarku Menceraimu”

Engkau begitu molek, Anggun, Rupawan
Dunia maya dengan leluasa kau genggam
Satu angka yang kau titipkan
Sepintas tampak sangat “Eylekhan” (*Maaf Om Nh, saya pinjam Kata ini sebentar)

Lama sudah ku mengejarmu,
Membingkai “niche” frasa untukmu
Jika ada kesempatan untukmu datang dengan peluh
Kau peluk blogku ini dengan Rayu.

Tante, kau penuh dengan muslihat
Tak peduli lelaki, perempuan-pun engkau jilat
Satu pengukir agar orang lain tertambat
Dengan sebait Ayat, pemujamu sok dinilai hebat

Tante Alexa
Disaat Badai pemikiran itu menerpa, aku merubah pendirian
Aku malas merajut kata gombalan untukmu
Karena yang kutahu, Engkau bukanlah Tipeku

Tante alexa
Biarpun aku telah berubah personal
Engkau tetap seperti wanita binal
Mengacuhkanku pertanda tak kenal
Nakal!

Terlalu panjang jika saya menuliskan postingan ini menjadi sebuah puisi.
Akan lebih baik jika saya translate ke bahasa saya sendiri.
Setelah sekian lama menulis, saya lebih menyukai baju kebesaran selama ngeblog tanggal dari tempatnya.

Saya malas memunguti nilai alexa ranking yang makin hari makin tambun. Tapi cendekia saya dalam menulis makin runcing. Makin enak untuk dibaca, tanpa harus mencontek, tanpa harus merubah latar belakang saya sebagai seorang penulis suka-suka.

Karena saya menyukai hal yang bersifat alami, Traffik rendah bukanlah masalah, kembali ke tujuan awal saja, Saya tidak ingin tulisan saya dulu yang tebalnya 2 kardus indomie terbuang percuma.
Tapi dengan inilah suasana baru datang seketika. Tidak ada deadline menulis, maupun salah langkah hanya demi sebuah nama.

Blog ini tidaklah hebat, seperti blog yang pernah saya kunjungi sebelum-sebelumnya. Blog yang sekarang ini saya rawat, tidak lagi menjadikan kata kunci sebagai awalan mencari popularitas. Tapi sebuah cerita yang ingin senantiasa saya kemas.

Menulis itu indah, Seberapa indah kita memahami diri kita. Seberapa nyata kita mengenal rekan seprofesi yang lain. Demi sebuah perkenalan dan persahabatan yang disebut mahkota, saya ingin menghapus semua tulisan yang tidak ada hubungannya dengan identitas blog ini. Karena satu hal yang tidak akan berubah dan tidak akan saya rubah sampai kapanpun adalah “Sederhana”. Menulis dengan hati yang terpancar kejujuran tanpa harus banyak berkilah.

Tante Alexa, Maaf!. Saya sudah jemu.
Dengan percuma nulis Kolom ilmu tapi dengan mudahnya orang lain bisa meniru. Menyaru menjadi diri saya, menulis cara tanpa menyertakan sumbernya. Manakala pula, engkau yang menggadaikan pengorbananku.

Tante, cukup sekian mengikrar janji.
Saya tidak ingin menjadi Mat Juki ›› (https://www.blogermie.com/2012/11/alim-juga-manusia-yang-tak-sempurna.html) yang digadang orang madura itu piawai “bijuki”. Pintar berkoar sana-sini, berdandan sangat priyayi. Tapi akal lebih mulia, lebih bergaya, dan tidak akan mati langkah jika (saya) memilih berkaca di “Kobokan” warkop untuk diri sendiri…

Sudah tante, kita bercerai saja. Lagipula saya sudah memiliki anak dan Istri.
Bhahaha

Tinggalkan Balasan