Sisi Lain Saat Anak belajar Mendaki Gunung

Mendaki gunung adalah kegiatan menyenangkan untuk menghabiskan waktu libur yang bisa dilakukan bersama siapapun. Bisa dengan pasangan, teman, atau sang buah hati sekali pun. Seperti yang sering dilakukan oleh Nyoman Sakyarsih alias Nyomie, seorang ibu asal Bali yang gemar mengajak buah hatinya yang bernama Max untuk mendaki gunung-gunung di Indonesia. Bahkan, Nyomie dan anaknya sudah pernah sampai di 16 puncak gunung saat Max masih berusia 3 tahun. Hebat, bukan?

Nyoman Sakyarsih alias Nyomie. Source foto dari google


Mengajak anak mendaki gunung sebenarnya menyimpan banyak resiko yang tak terduga. Tapi di balik itu, banyak juga pelajaran yang dapat dipetik selama pendakian. Jadi kalau kamu punya hobi naik gunung dan sudah punya buah hati yang usia dirasa sudah mencukupi, jangan ragu untuk segera memesan tiket Citilink dan membuat rencana pendakian bersama sang anak karena ada banyak manfaat bagi sang anak yang dapat dirasakan, antara lain:

Mengenal Alam

Selama pendakian, banyak hal yang bisa anak pelajari tentang alam seperti jenis-jenis flora dan fauna yang ditemui, fenomena gunung berapi, dan masih banyak lagi. Anak-anak pun lebih mudah memahaminya karena semua indera dapat merasakan langsung semua hal yang diajarkan tadi.

Menimbulkan Rasa Cinta Terhadap Lingkungan

Setelah mengenal lingkungan sejak dini, rasa cinta terhadap lingkungan dari dalam diri sang anak pun akan muncul dan semakin tumbuh jika anak sering diajak naik gunung. Namun, perasaan ini jelas tidak akan tumbuh dengan sendirinya. Orangtua harus rajin memberikan berbagai pemahaman mengenai pelestarian lingkungan seperti tidak membuang sampah di gunung, tidak memetik tanaman sembarangan, tidak mengotori sungai, dan sebagainya.

Membuat Anak Jadi Pribadi yang Mandiri

Selama berada di gunung, anak dapat dilibatkan dalam beberapa hal seperti mendirikan dan melipat tenda, memasak, mencari sumber air, dan sebagainya. Dari situ, sikap mandiri pun dapat tumbuh dalam pribadi sang anak karena mereka turur serta dalam setiap proses yang harus dilewati selama di gunung.

Mananamkan Sifat Pantang Menyerah dan Sabar

Untuk sampai di puncak gunung, dibutuhkan perjuangan yang sangat menguras energi. Perjuangan inilah yang dapat membuat sang anak tumbuh sebagai orang yang pantang menyerah karena mental mereka sudah benar-benar terlatih sejak dini. Orang tua tinggal memberinya motivasi jika sang anak mulai merasa putus asa sebelum sampai di puncak gunung.

Anak menjadi Berani dan Lebih Percaya Diri

Keberanian dan rasa percaya diri sangat penting untuk dimiliki sang anak dan akan sangat berguna di masa depan. Di gunung, sikap seperti ini sangat mudah sekali ditanamkan kepada anak karena selama pendakian ada proses panjang yang penuh tantangan dan hal menakutkan. Tapi lambat laun, sang anak pun dapat mengelola rasa takutnya tadi secara tidak sadar. Lalu semakin banyak rintangan yang berhasil dilalui, rasa percaya diri pun dapat semakin meningkat.

Anak Diajarkan Untuk Saling Membantu

Kegiatan saling bantu-membantu antar pendaki sangat lumrah terjadi di gunung. Mulai dari membantu teman satu rombongan yang kelelahan, memberikan bantuan kepada rombongan lain yang kehabisan logistik, membantu pendaki yang sakit atau mengalami kecelakaan, dan sebagainya. Dengan melihat aktifitas positif ini, secara tidak langsung anak pun telah diajarkan betapa pentingnya membantu orang lain yang mengalami kesulitan.

Menguatkan Tubuh dan Meningkatkan Kemampuan Motorik

Mendaki gunung adalah kegiatan yang benar-benar melatih kemampuan fisik dan motorik seseorang. Maka tak heran jika orang yang rajin mendaki gunung akan memiliki fisik yang kuat dan terampil dalam hal yang membutuhkan keceradasan motorik yang tinggi. Jika tidak percaya, kamu bisa melihat langsung betepa terampilnya para porter muda yang sudah naik-turun gunung sejak kecil saat membawa beban milik klien seberat puluhan kilogram tanpa terjadi kecelakaan.

Meningkatkan Kemampuan Bersosial

Di gunung, ada banyak pendaki yang akan ditemui. Ajaklah sang anak untuk menyapa para pendaki yang berpapasan di jalan atau bertemu di pos peristirahatan. Secara perlahan, anak pun akan semakin pintar dalam bersosialisasi dengan orang-orang baru. Kemampuan ini sangat penting untuk dimiliki saat anak memasuki usia dewasa, terutama saat anak telah masuk ke dalam dunia profesional di masa depan.

Mendekatkan Hubungan Antara Orangtua dan Anak

Selama berada di gunung, orangtua tua dan anak nyaris tidak terpisah jarak sedikitpun. Mereka akan melalui banyak hal menyenangkan, melelahkan, atau menyedihkan bersama-sama. Hal ini jelas akan semakin memererat hubungan diantara keduanya.

Namun agar manfaat ini bisa dirasakan, pastikan kamu melakukan persiapan khusus dan meningkatkan pemahaman kamu tentang bagaimana cara aman dan nyaman mengajak anak naik gunung guna menghindari terjadinya hal buruk.

Setelah semua persiapan dan pemahaman tadi kamu miliki, tidak perlu ragu lagi untuk mengajak anak naik gunung. Ayo buat rencana pendakian dan cari tiket Citilink dari sekarang agar kamu bisa mendapatkan promo penerbangan murah ke destinasi yang dituju.

Tapi jangan lupa, kunjungi reservasi.com agar kamu bisa mendapatkan tiket Citilink dan promo penerbangan murah dari maskapai lainnya dengan penawaran harga terbaik

Artikel Terkait :

Tinggalkan Balasan