Indomie Rasa Kamper

Indomie Rasa Kamper

Foto Hanya Pemanis [Sumber: unsplash.com]

Maaf, ini bukan judul yang bertujuan menggulingkan trademark produk mie ternama. Bukan pula berisi pengaduan Produk Mie beracun yang telah dinyatakan gagal lolos BPOM lantaran mengandung zat berbahaya. Sekali lagi bukan!

Entah kenapa, semenjak hujan turun di pertengahan bulan Desember ini, nafsu makan istri saya meningkat seperti penderita busung lapar.

Ibarat penyakit menular yang tak akan kunjung sembuh, istri saya juga memiliki selera makan mie yang berlebihan, cenderung rakus bukan main, namun tak mengubah kepolosannya sebagai wanita beradab. Tetap santun, namun kadang nggateli

Saking lugunya, sulit bagi lidahnya membedakan antara produk kadaluarsa dengan produk kemasan yang terlanjur disimpan lama didalam loker. Terlepas menurut pendapat pembaca, apakah semua makanan kemasan di Indonesia tergolong kategori higienis atau bukan..

Kemarin Rabu, 18 desember 2013, saya terjebak dengan keluguannya perihal Produk Indomie Kemasan Baru & Rasa Baru.

Tidak menyalahkan sih, namun sedikit janggal saja apabila baru pertama kali indomie membuat rasa yang sedikit nyleneh, dan itu saya buktikan sendiri. Indomie rasa kamper.

Bukan..bukan.. Maksudnya, Indomie rasa Ayam Bawang yang terlanjur lama saya simpan di loker kantor. Sementara di loker tersebut telah saya isi dengan aneka minyak wangi, deodorant dan kamper dengan tujuan mengusir ngengat dan kecoa.

 

Nggateli situation” terjadi, ketika saya bawa pulang ke rumah dengan tujuan sebagai campuran pakan ternak unggas bapak saya. Karena setibanya dirumah, saya bergegas langsung tidur karna kecapekan habis dinas malam, tak sengaja istri memasaknya 2 bungkus. Tanpa tedeng aleng-aleng, cerobohnya disini. Saya selaku pelaku utama tidak memberitahukan aware tersebut kepada sang istri. Sudah menjadi kebiasaan saya setiap kali terbangun, saya pasti menuju dapur untuk makan.

Siang itu, saya mendapati istri saya keasyikan makan dengan lahapnya di meja dapur. Sambil menyodorkan Mie yang telah matang untuk saya cicipi, ndlalah kok hidung ini mencium bau tak asing. Yah, lebih tepatnya bau kapur barus.
Sialnya lagi, 2 porsi mie matang yang sebelumnya ia rencanakan, dibagi menjadi 2 mangkuk sup, akhirnya tandas dimakan sang istri tanpa menanyakan terlebih dahulu asal muasalnya.

Sambil memegang perutnya yang kekenyangan, dia bersendawa dan berkata:

Mienya enak yah..Bau Belagio, Rasa baru tah?….

Dalam hati saya menggerutu. Namun untuk menjawab keraguan selera humor saat itu, saya hanya memberi statement dengan nada tinggi, agar dia beranjak dari alam bawah sadarnya:

Dasar pe’ak…!!, tahu nggak, mie yang kamu makan tadinya, mau aku buang biar gak ngeracuni orang kantor,!!, pantesan kan rasanya kaya minyak semprot dan kapur barus. Awas kentutmu, ntar malah bisa membunuh anak kita.

Artikel Terkait :

Tinggalkan Balasan