Panasonic: Teknologi yang Berkelas, Sudah Pasti Karena Kualitas

Ilustrasi Ibu Kece mengajarkan anaknya bermain Game COC

Sebagai konsumen, tak ada alasan bagi kita untuk buta akan gadget, namun waspadalah agar jangan sampai menjadi korban marketing “serupa tapi tak sama” itu sendiri, karena berdampak terhadap psikologi.

10 tahun atau kurang dari itu, kita mungkin tak akan menyangka, dengan seiring berjalannya waktu, kita akhirnya akrab dengan internet.

Sebuah kenyataan yang membawa kita pada kebenaran berupa kemudahan dalam mengakses tiap sudut rasa keingin-tahuan dan informasi dengan relatif murah dan cepat.

Disamping itu, internet sudah dengan leluasa ikut memborong bahasa-bahasa canggih beserta segala keturunannya untuk masuk begitu dalam ke rumah-rumah seolah tanpa batas.
Inilah yang secara tidak langsung menjadi bagian dari dimensi kita sebagai pemakai paling setia.

Tidak menutup kemungkinan, segala aspek yang didapatkan nantinya sanggup memberikan manfaat positif maupun sebaliknya,… apabila kita secara seksama turut mengkaji lebih dari sekedar kacamata konsumen

Internet juga turut memboikot bidang teknologi dan industri. Tak heran jika para produsen gadget dan developer menjadikan internet sebagai strategi yang bagus untuk melancarkan teknik marketing guna menjual produk mereka yang terbaru.
Dengan adanya taktik manipulasi inilah, sebagai konsumen seringkali terperdaya. Kita yang seharusnya lebih preventif, malah dengan mudah menelan mentah mentah tiap apa-apa yang mereka jual.

Untuk itulah, wajib bagi kita untuk lebih dari sekedar selektif membandingkan produk yang ktia beli..dengan disertai referensi yang lebih detail.

Tuntutannya jelas, karena bisa jadi produk yang mereka jual semata-mata hanya membuang “ludah” atau tak ayal sama halnya produk sampah yang sudah tidak memiliki nilai produktif lagi. Buntutnya kerugian bagi kita selaku konsumen, tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Tentunya kita masih ingat, betapa seringnya media televisi memberikan kita aware, wawasan berupa iklan masyarakat dan parodi, karena geramnya menyikapi maraknya produk palsu yang begitu mudahnya masuk ke indonesia tanpa memiliki legalisasi yang jelas.

Karena saya pikir, tidak ada salahnya pemerintah melakukan himbauan diatas sebagai antisipasi di tengah era perdagangan bebas AFTA (ASEAN Free Trade Area) dan ACFTA (ASEAN-China Free Trade Area) seperti sekarang ini.

Mau tidak mau, daya beli kita-lah yang menentukan maju tidaknya perekonomian indonesia bersaing di kancah regional dan global.

Demikian pula dengan diri saya yang kebetulan memiliki profesi yang dominan di bidang teknik IT dan maintenance. Merasa terpanggil demi memajukan kredibilitas negeri ini. Yang sanggup saya lakukan di langkah entry level cuma sebatas membeli produk elektronik yang benar-benar bemerek untuk kepentingan pribadi, untuk kemudian saya ulas manfaat dan kekurangan produk tersebut sebelum saya pindah tangankan itu ke orang lain (hanya jika suatu kesempatan, saya sudah sangat bosan memperbaiki).Tekat ini sudah jauh-jauh hari saya warisi dari kakak saya yang memang bekerja sebagai maintanance inverter mesin industri.

 

Karena dulu, kakak saya juga punya cerita berkesan waktu beli Speaker aktif custom yang katanya Build-up dari luar negeri. Menurutnya kalau membeli speaker aktif rakitan, kadang suaranya agak gembret, bass tidak beraraturan, dan middle cenderung melengking waktu dipakai untuk acara hajatan.

Merekam jejak dari situ, semenjak kakak saya lulus bangku kuliah Universitas Ubhara di tahun 2008 fakultas teknik, kakak saya memberanikan diri membuka jasa servis Elektronik ppapun. Itupun hanya sebagai usaha selingan paruh waktu, karena dia juga sudah terikat kontrak kerja di perusahaan lain.

Sebagai pendamping, saya juga mengikuti alur teknis yang dilakukan kakak saya sebagai teknisi support, jikalau sang kakak tidak dalam uzur penting.
Kadangkala, Saya bertukar peran memperbaiki Elektronik Micro seperti Hape, speaker portable,Playstation, Laptop.
Sedangkan Kakak memperbaiki peralatan elektronik dalam skala besar semisal Inverter industri, microcontroller laser cuting, bahkan yang tengah di tekuni sekarang lantaran prospeknya bagus untuk teknologi canggih di masa yang akan datang berupa Jasa progamming Arduino

Dari pengalaman yang saya peroleh dari kakak saya mulai dari penyiapan peralatan penunjang servis,timing,dan finishing, semuanya dilakukan dengan sangat teliti dan hati-hati. Misalnya saja sewaktu memperbaiki power supply, Kakak saya sangat pantang membeli komponen KW meskipun serupa, dengan harga yang murahan.

Sudah seringkali kejadian waktu penggantian komponen kapasitor, powersupply meletus karena kualitas material komponen yang kurang baik. Sehingga sejak peristiwa itu, kakak saya memprioritaskan komponen hanya dari merek tertentu saja.

Kondensator Matsushita build in japan

Berikutnya dengan separuh perangkat elektronik yang ia miliki sekarang, mulai dari Kulkas, Televisi, Laptop, minicompo sampai speaker aktif saja, merekomendasikan merek-merek jepang sebagai opsi utama. Misalnya Panasonic, Sony, Fujitsu, Sharp (*Ini produk yang juga saya suka sejak duduk di bangku Sekolah Kejuruan)

Karena faktor pemilihan material yang sudah teruji ketahanannya, sudah memiliki standart iso Jepang, dan pengalaman ketika ada ujian kompetensi memisahkan mesin dari bodynya, tidak mengkhawatirkan produk produk jepang diakui dibeberapa negara. Material bahannya solid, solderannya rapi, semua diperhitungkan dengan sangat matang.

Dikantor saya sendiri bekerja saat ini, Masih hidup televisi tabung sharp 14 inchi yang sejak tahun 2001 (saya bekerja baru mulai berkarir pada periode 2006). Iseng-iseng saya bongkar untuk melakukan perawatan rutin, mesinnya masih awet dan solderannya belum ada yang melepuh meskipun dipergunakan 24 jam nonstop menemani pelayanan Costumer service sebuah rumah sakit di Surabaya.

Kilas balik pengetahuan yang saya peroleh di bangku sekolah, sampai sejauh mana perangkat mesin-mesin itu dibuat di negeri asalnya, dipandu dengan bantuan google, saya mendapatkan analisa yang cukup mencengangkan.

  1. Karena jepang adalah negara yang mayoritas memiliki SDM yang lumayan, setiap apa yang mereka buat, memberikan perlindungan yang cukup memadai kepada para penduduk yang berhuni di sana.
  2. Dari pemiilihan material, Quality Control dan Assemblingnya, selalu dikondisikan dengan iklim dan kondisi yang sangat memperhitungkan segi kakuratan dan keamanan penggunanya. Jepang termasuk negara yang anti Polusi. Konsep produk yang dibuat selal merujuk ke tataran yang cenderung ramah lingkungan.
  3. Selain Rapi, mungkin pembaca pernah membaca di media kalau setiap perangkat elektronik buatan jepang didesaign khusus untuk antisipasi gempa. Ada yang pernah dengar cerita seorang anak yang tertimpa reruntuhan gedung di kedalaman 6 meter, masih diketemukan bernyawa hanya dengan melalui penanda gps gadget yang dia pakai?

Nah, berhubung saya ini adalah pemuda yang tidak cukup baik hati, dengan keterbatasan pengetahuan pula. Sejenak saya mengulas kupas sedikit satu diantara merek produk terkenal yang mungkin kita sudah tidak asing lagi. Gadget besutan Made-In Japan, Assembling Panasonic Indonesia

Speaker Bluetooth Terbaik Panasonic

.

Di saat menikmati musik yang ada di dalam gadget, biasanya semua orang membutuhkan berbagai macam perangkat tambahan yang bisa memaksimalkan kualitas suara yang dihasilkan. Perangkat tambahan yang sering digunakan saat menikmati musik di sebuah gadget biasanya berupa earphone dan speaker.

Di saat menggunakan perangkat speaker, gadget kita harus terhubung menggunakan kabel agar mampu mengeluarkan suara yang diinginkan.

Hal tersebut terasa sangat tidak efisien apabila diselingi aktifitas yang tidak lazim yang menurut kita suka, misalnya saat sedang asyik pacaran sambil mendendangkan lagu bersama sang kekasih, karena di saat kita menikmati berbagai macam jenis lagu yang ada, kita akan direpotkan dengan kabel yang “kemlewer“, seakan mengurangi simfoni saat memadu kasih.

Akan tetapi kini ada speaker yang menggunakan teknologi tinggi dan akan membuat kegiatan mendengarkan musik di gadget menjadi salah satu hal yang cukup menyenangkan. Speaker tersebut adalah speaker Bluetooth.

Speaker Bluetooth memiliki teknologi yang mampu menghubungkan perangkat gadget kita dengan sebuah perangkat audio tanpa menggunakan kabel.
Ibarat rindu dengan fitur sensor, secara otomatis, sang pacar akan mudah mendeteksi keberadaan kita tanpa dipanggil. Tanpa perlu berteriak teriak kalau sudah jadwalnya waktu berkunjung pacar di malam minggu, secara sadar si pacar akan senantiasa menghampiri. Nah, seperti itulah konsep teknologi bluetooth dibuat

Koneksi kabel konvensional diganti dengan koneksi Bluetooth yang akan membuat kita terhindar dari berbagai macam hal yang cukup merepotkan saat menghubungkan gadget kita dengan sebuah perangkat audio.

Ada salah satu produsen elektronik yang mampu memberikan dan mempersembahkan sebuah speaker Bluetooth yang akan membuat kita semakin nyaman ketika mendengarkan berbagai macam lagu. Panasonic bisa menjadi salah satu produsen yang akan kita gunakan untuk daftar speaker Bluetooth.

Karena brand elektronik ternama ini sudah memiliki taji dibidang yang sebelum-sebelum manusia kolot seperti saya lahir seperti panel LCD dan Radio Panggil. produk lain yang kini merambah ke berbagai macam varian speaker Bluetooth yang memiliki kualitas yang baik.

Teknologi canggih yang dimiliki oleh speaker Bluetooth tidak hanya sebatas teknologi Bluetooth yang dimiliki, akan tetapi juga kualitas suara yang dihasilkan oleh speaker ini.

Dengan menggunakan speaker Bluetooth Panasonic kita akan mampu mendengarkan berbagai macam musik dan lagu favorit dengan kualitas suara yang sangat jernih dan tidak merusak gendang telinga. Kunci dari kualitas tersebut adalah penggunaan piranti power amplifier dengan kualitas baik yang mampu menghasilkan audio yang berkualitas.

Semua kualitas dan keunggulan dari speaker Bluetooth Panasonic akan mampu kita dapatkan tanpa cemas bolak-balik ke klinjik THT karena berkurangnya kepekaan pendengaran. Dengan harga yang bisa disesuaikan, kita akan memperoleh keuntungan yang setara.

Melihat wacana dari referensi itulah, saya berulangkali menganjurkan kepada teman-teman bahwa lebih baik beli sesuatu yang memiliki SOP (standart Operasional prosedur) dalam bentuk manual book yang disertakan di paket pembelian jika mereka ingin mengetahui sampai sejauh mana standart “Awet ” yang dikehendaki.

Sebagai contoh waktu membeli speaker bluetooth untuk disandingkan dengan perangkat komputer. Cukup saya saja yang jadi korbannya karena sudah sering mengalami sakit hati Aka “Total Bullshit Mental Disorder” lantaran beli produk diskon, toh belum genap setahun sudah bobrok, kan mubasir namanya.

Saya memang tidak menjelaskan bahwa speaker aktif gretongan dari membeli impor cina itu jelek semua secara kualitas, kecuali kepada satu maupun dua teman dekat. Khawatir “barang dagangan” saya tidak laku…hehe…Kampret lu cum.

Tinggalkan Balasan