Usaha Perempuan Masa Kini, Tak Terhenti Hanya di Panci dan Kuali

Usaha Perempuan Masa Kini, Tak Terhenti Hanya di Panci dan Kuali| Usaha perempuan ketika menemani orang tercintanya, tak selalu berujung mesra. Alkisah gara-gara salah beli buku, saya dibuat tersesat di Gramedia. Tempo hari yang lalu. Hanya karena istri yang terlalu pemilih.

Setibanya di Gramedia, agak kebingungan juga. Maksud hati berkeinginan mencari buku dengan Tajuk “Science”. Entah kenapa tiba-tiba mata saya tertuju di sebuah rak buku yang berjejer. Satu diantara buku yang ada disitu, terlihat mencolok.

Sadar terdapat pembanding apabila mensejajarkan jenis buku yang biasanya rutin saya baca adalah edukasi, antimainstream, dan memiliki sudut pandang. Dan tekat membaca terhadap bacaan yang bersifat rumit lebih bagus , justru setelah membeli buku berjudul “Marketing In venus”, keteguhan hati saya akhirnya terpatahkan.

Yah, begitulah. Marketing In Venus. Istilah dari pak Hermawan Kertajaya selaku penulis buku ini. Yang memberikan spoiler bahwa langkah perempuan begitu penting dalam mengambil peran dalam suatu pencapaian. Betul, saya sependapat.

Fakta ini pun didukung dengan bahasa komunikasi massa untuk produk-produk yang lebih ‘perempuan’ dengan pencitraan perasaan yang sangat kuat. Terutama untuk segmen yang berbau Emansipasi

Argumen ini diperkuat melalui pengalaman ibunda tercinta. Sepanjang perjalanan Ibuk kandung saya bercerita, Saya sering mendengar banyak stigma bahwa perempuan sudah sejak zamannya, diasosiasikan dengan kehidupan dapur.
Terlebih lagi, jamak dan takdir seorang perempuan menurut ramalan adalah tiga serangkai: “dapur, sumur, dan kasur” dalam konotasinya yang negatif

usaha perempuan  di tahun 2019

Sekarang, pergerakan menuju zaman modern melengkapi tubuh untuk berdisiplin lewat cara berpikir… Baik fungsi maupun tata caranya.
Sadar atau tidak, perempuan sudah memiliki konteksnya sendiri yang dijadikan”komponen” dalam majunya sebuah peradaban. Usaha Perempuan tak berhenti sampai disitu.

Usaha Perempuan yang bisa dijalankan dari Rumah, memang ada?

Berkembangnya idealisme tersebut membuat Dapur yang selama ini sebagai lambang pandai memasak, sumur untuk pekerjaan kasar di rumah, sedangkan kasur adalah *jeda* s3ks, tidak sepenuhnya berlaku. Disamping itu, Ekonomi adalah satu diantara faktor yang memicu perempuan lebih sanggup berfikir cerdas dan produktif dalam kesetaraan gender. Sehingga daya tarik perempuan menjadi kepentingan awal beberapa ide bisnis bermuara dan bermunculan

bisnis usaha perempuan modal kecil

Ide bisnis dari rumah, kini tidak lagi hanya diminati oleh satu atau dua orang saja. Semua kalangan berlomba untuk bisa melakukan pekerjaan diluar pekerjaan inti. Tidak hanya kaum pria saja, emak-emak berdaster atau bahkan wanita karirpun, mulai menjajaki kesempatan sebagai business women. Terlebih lagi ibu rumah tangga yang notabene memiliki segudang aktivitas rutin yang nyaris tanpa jeda.

Jenis usaha perempuan yang bisa dilakukan dirumah, misalnya. Sekarang inipun sejatinya sudah variatif, asal melek internet semua bisa dijadikan pundi-pundi rupiah sebagai pelengkap isi dompet.


Sudah bukan masanya seorang istri hanya mengandalkan pemasukan dari suami. Tidak perlu ber-blazer rapi dengan sepatu heels yang minimal 3cm, sambil menenteng tas branded. Cukup dasteran, semua bisa dilakukan dengan mudah. Bahkan di zaman ini, teknologi gawai-pun dapat memiliki ragam manfaat dalam menghasilkan uang. Salah satunya dengan menjadi influencer sosial media.

Tips memulai Usaha perempuan dengan modal seadanya:

Salah satu cara dalam menentukan bisnis rumahan apa yang ingin perempuan geluti, bisa dilihat melalui pantauan yang sedang booming. Berdasarkan passion masing-masing. Jika sudah menentukan, mulailah melangkah.

Karena dimanapun yang namanya usaha, usaha kecil maupun menengah, konsekunsi akan selalu hadir sebagai sebuah sandungan. Diharapkan dengan tekat yang sudah diniatkan dalam membangun usaha  sebelumnya, tantangan yang ada akan sanggup mengikis semua rasa malas. Dan tentunya, menghilangkan kekhawatiran yang terlalu berlebihan.

Setelah langkah permulaan diatas terlewati, mulai cari-cari ilmu tentang bagaimana berbisnis dengan baik sebagai metode berkelanjutan. Salah satunya dengan baca-baca artikel, cari info atau baca-baca kisah pebisnis yang bisa dijadikan inspirasi. Atau bisa juga mengikuti kajian-kajian workshop dan seminar.

Apapun jenis ide bisnis dari rumah, jika dilakukan dengan niat ibadah. Selaku penulis, saya yakin bisa menjadi inspirasi, serta membantu ekonomi keluarga dengan hanya bermodal niat dan tekad. Semua jelas akan menjadi teori belaka jika langkah awal saja tidak di capai sepenuhnya.

Artikel Terkait :

Tinggalkan Balasan