Ruang Tamu sebagai Ruang Kerja “Hybrid” yang Rapi dan Terarah

Ruang Kerja
Berantakan dalam taraf wajar

Sejak mula profesi servis elektronik saya tekuni, hampir tiap hari pemandangan lusuh dan kusam selalu menghias tiap sudut ruangan ini.

Untuk seorang teknisi, “Berantakan” merupakan kebiasaan yang lumrah untuk dimaklumi, namun tidak demikian bagi perempuan/istri yang memiliki kadar introvent tinggi tentang kemandirian dan kepedulian terhadap lingkungannya.

Kebersihan dan kerapian adalah hal yang satir untuk terus mendapatkan pantauan istri manapun.

Bukan mencemaskan lantaran orang yang tercinta dapat marah sewaktu-waktu secara pola pikir mengartikan budaya hidup bersihnya, namun juga sebagai wawasan yang wajib diketahui bersama saat ini, kita tengah berada dalam perkembangan zaman yang dikenal sebagai peradaban modern. Penemuan teknologi alat- alat canggih membuat bumi yang begitu besar seolah Meja Lipat yang bisa di tekuk begitu saja.
Modernisasi tak hanya mengikuti perilaku negara maju dalam infrastrukutur gedung agar tertata apik, modernisasi juga penyesuaian perilaku manusia dan cara menyikapi zaman yang terus berubah.

Perkembangan seperti ini seolah menunjukkan adanya kemajuan kualitas hidup manusia itu sendiri, mengapa tidak?? Pergerakan peradaban menuju zaman modern melengkapi tubuh untuk berdisiplin dalam hidup bersih dalam menilai rapi,rajin, telaten maupun tidak orang tersebut dalam beraktiftas

***

Membayangkan memiliki meja kerja sendiri, bukan untuk saya saja, siapapun pasti juga ingin memilikinya… Atau paling tidak, dari konsep desaign, hingga Home in made. red : mempersiapkan semua aspek yang dibutuhkan untuk menunjang produktifitas melalui metode dan bahan seadanya.

Salah satu ruangan penting yang tak lepas dari pantauan adalah ialah Ruang Tamu. Segala aktivitas presentasi, koordinasi, dan diskusi biasanya saya lakukan di dalam ruangan ini. Disamping tak memiliki ruang kerja kantor khusus, ruang tamu merupakan akses penting bagi saya agar intens memantau keadaan luar secara ontime secara sembunyi-sembunyi. karena rumah saya berpapasan langsung halaman yang cukup luas di tepian jalan, Untuk itu ruang tamu pun harus didesain dengan baik dan nyaman. Sejauh pantauan, demi mewaspadai siapa-siapa tamu yang datang. Dengan tidak mengubah sisi kenyamanan bagi seluruh tamu.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengubah ruang tamu menjadi ruang kerja yang baik, terutama dari segi furniturenya. Antara Lain:

  • Menggunakan partisi lipat

Biasanya jika ruang rapat terlalu besar, lazim digunakan partisi kantor yang tidak permanen dan bisa dilipat. Jadi ketika ada pelanggan dengan jumlah orang yang sedikit, Anda bisa membuka partisi tersebut. Namun jika rapatnya dihadiri oleh banyak orang, partisi bisa ditutup, sehingga terkesan lebar dan tamu pelanggan dapat dengan leluasa duduk maupun berbaring.

  • Pencahayaan harus cukup

Pencahayaan ini sangat tergantung dari kegiatan di dalam ruangan. Karena jika melakukan pekerjaan secara multitasking, tentu lampu di ruangan harus mendapat asupan cahaya yang memadai. Pergunakanlah lampu led untuk seisi ruangan agar lebih hemat listrik, tanpa mengurangi intensitas cahayanya yang jauh lebih terang ketimbang bohlam biasa. Dengan tambahan lampu duduk sebagai opsional untuk skala pekerjaan yang sifatnya prioritas

  • Memilih furniture yang minimalis

Dalam ruang tamu yang didesaign khusus untuk ruang kerja ini biasanya terdapat furniture berupa meja, kursi, backdrop dinding. Perhatikan pula ruang tamu yang akan didesain digunakan oleh siapa. Apakah tamu umum atau tamu Gaib 😀 . Pembedaan klasifikasi ini tentu akan memengaruhi tipe furniture yang digunakan. Misalnya lebih memaksimalkan penggunaan rak tempel, guna mengurangi perabotan almari sehingga tiap sudut ruangan bisa lebih bermanfaat.

Ukuran meja pun wajib disesuaikan. Dan yang lebih penting, saya menghindari penggunaan Bufet agar perabotan ruang tamu tidak nampak “ramai”

  • Peralatan elektronik juga disiapkan

Instalasi peralatan elektronik ini pun tidak dapat ditentukan berdasarkan ukuran ruangan. Isinya semakin bervariasi seiring banyaknya jenis kerusakan dan volume pekerjaan yang ditangani.

Jika ruang geraknya bebas, mungkin dibutuhkan perangkat adaptor listrik, tata suara seperti speaker, printer, dan perangkat mobile servis yang masih dapat ditolerir.
Namun, bagi untuk ruangan yang kecil, saya lebih menyukai rak susun aluminium yang disekat vertikal menjadi 4 -6 bagian. Di letakkan di pojok ruangan. Dimasukkan jadi 1 almari utuh tanpa terpisah. Untuk konsep ini, baiknya anda berkoordinasi dengan tukang aluminium untuk pemesanan almari rak custom sesuai desaign yang diinginkan.

Pertanyaannya, Kenapa saya pilih aluminium?

Karena aluminium adalah material paling ringan yang mudah anda peroleh di toko bangunan manapun, di tengah minimnya bahan baku kayu yang tergolong mahal dan cukup berat apabila di jinjing. Sangat fleksibel bagi anda yang suka berpindah-pindah tempat.

Untuk kabel-kabel instalasi yang menjulur, sebaiknya di antisipasi dengan “kabel duck”, di klem dan di beri “wire protektor”. Dan ada baiknya dilengkapi box dengan sekring pengaman khusus. Disam[ing leby safety, perangkat nirkabel jaringan seperti modem internet, stop kontak PLN , dan kabel power supply tidak nampak ricuh jika memandangnya dari luar.

Apabila memungkinkan penggunaan komputer maupun laptop, Meja lesehan akan saya pilih demi menghemat ruang ketimbang meja komputer/meja belajar tanggung. Dan lagi, saya akan lebih suka menempatkan peralatan elektronik tersebut dalam satu titik demi mendapatkan kesan estetikanya. Minimalis namun tetap rapih.

Untuk Speaker aktif, baik untuk ukuran mini maupun maxi, akan lebih baik digantung di atas plafon menggunakan bracket, jadi tidak ada masalah suara gembret karena terhalang oleh penghuni rumah

  • Tidak menggunakan Karpet

Ya, ini cuma faktor selera saja, karena bagi saya kalau menggunakan karpet, permukaan lantai rumah malah lebih cepat kotor berdebu, dan tempat bersarangnya tungau/ngengat. Disamping itu, penggunaan karpet hanya akan menimbulkan kesan penuh/sumpek.Bagi anda yang notabennya malas pegang sapu ijuk hanya untuk sekedar bersih-bersih. Tentunya akan sangat merepotkan.
Apalagi para tamu anda andalah kebanyakan laki-laki yang notabennya doyan menghisap rokok, Baiknya anda berpikir dua kali kalau ingin menggunakan karpet.

Ok, itu saja dulu tips dari saya. Jika ada pertanyaan seputar hal teknis, silahkan ajukan melalui kolom komentar. Dan jangan lupa Klik Suscribe untuk channel baru saya

Tinggalkan Balasan