Keranjingan Baso Pentol Gede Gedangan

Keranjingan Baso Pentol Gede Gedangan | Di desa saya, Lebaran identik dengan tradisi weweh atau halal bihalal kampung. Demikian hal yang telah dewasa ini berkembang menjadi fenomena umum yang sebenarnya sudah terjadi sejak lama.

Di wariskan melalui garis keturunan, secara turun-temurun tradisi weweh tidak hanya sekedar mediasi kerukunan dalam bentuk silaturrahmi dan penghormatan dari yang muda kepada mereka yang lebih tua. Tradisi yang menyertai  makna halal bihalal ini juga dapat dijadikan momen untuk menikmati kuliner khas daerah bersama kerabat dan keluarga.

Dengan tetap melestarikan tradisi lama dan menuntaskan rasa keinginan-tahuan akan kuliner daerah, satu ketika di malam lebaran ke dua bulan Juni, saya beserta keluarga besar mampir ke Gedangan – Sidoarjo. Bukan suatu alasan karena sebagian besar saudara tertua dari bapak saya, banyak yang menyebar di wilayah ini.

Selain bertujuan sungkem, berupaya sebisa mungkin untuk senantiasa mengharumkan nama keluarga besar dengan berstatus resmi sebagai keponakan. Sedangkan di satu sisi yang lain,  saya yang saat ini juga berstatus bapak dari Irma herliana, menaruh harapan lebih semoga cucunya yang imut-imut tersebut memperoleh banyak angpau. Demi mencapai stereotips keponakan yang baik hati dan mata duitan pula-lah, momen ini sangat mubazir jika saya lewatkan. 😀

 

Sepulangnya dari rumah pakde, saya beserta rombongan, langsung meluncur ke tekape. Mengingat kebiasaan menyantap Baso Pentol Gede sudah menjadi kebiasaan warganya tiap menyambut datangnya hari raya. Dari sore hingga malam.

Penjual baso pentol gede, Gedangan-sidoarjo

Baso Pentol Gede Gedangan, menemani pecinta kuliner malam

Yang paling mudah di ingat adalah aksen gerobak bakso berwarna hijau. Dikelola oleh seorang ibuk, dibantu saudaranya. Biasanya di hari pertama lebaran, pengunjungnya bisa meluber sampai bahu parkir trotoar.

Berdiri tegak diatas trotoar Pabrik yang saya lupa namanya. Beralamat di Jl. Raya Sukodono No.3, Congkop, Keboansikep, Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61254, Penjual baso pentol gede membaur dengan pedagang kuliner lain semisal pedagang kopi lesehan, pedagang sate dan pedagang Bakmi.

Baso pentol gede Gedangan berdiri di atas trotoar

Yang membuat Keranjingan Baso Pentol Gede Gedangan adalah konsep Lesehannya. Sebagai hiburan juga dalam mengeksplorasi wisata kuliner sambil duduk bersila, bersantai, berselimut pekatnya malam. Tempatnya yang ideal untuk berkumpul dengan kerabat. Dengan menyaksikan lalu lalangnya kendaraaan dan pemandangan sungai Sukodono di depan mata, menjadi sebuah keunikan tersendiri. Dengan demikian sangat melengkapi rasa kenyang yang pengunjung alami.

Tempat yang tergolong ramai antrian, nampaknya tak menyurutkan minat pembelinya yang kebanyakan berasal dari luar daerah. Tempat ini selalu ramai lantaran ukuran Baso super yang tak umum. Bentuknya gede, dan memiliki 2 varian.

 

Baso Pentol Gede Gedangan, dengan 2 varian

Variasi yang pertama berupa Baso Urat. Bernama Baso urat karena serat dagingnya yang agak kasar dan tekstur Basonya yang sedikit berantakan. Ukurannya juga tak lazim, sebesar Bola basket ukuran sedang.  Begitu kentara ketika Baso ini di belah. Langsung “mekrok” kalau orang jawa bilang. Mantap jiwa!!!

Teksturnya agak keras, berisi otot dan lebih di dominasi remahan tulang lunak, dan kombinasi yang pas.

 

Keranjingan Baso Pentol Gede Gedangan ukuran 1 mangkok

Apabila anda memaksa untuk menguyah dan mengulum baso pentol ini dengan durasi yang agak lama, alangkah baik jika disertai upaya meneguk minuman hangat seperti wedang jeruk maupun teh hangat. Kalau tidak,  langit-langit mulut dan lidah kita bisa saja berkerak. Red dalam istilah jawa di sebut “Nggidal”

Variabel Pentol (Bakso) yang kedua adalah Baso pentol Halus.

Baso yang mempertahankan cita rasa dan ukuran yang masih sama dengan variabel pertama ini, tidak terlalu menonjol. Sedikit yang membedakan, terletak oleh struktur lunak daging olahan yang di jadikan bahan baku.

Disini, rasio perbandingan tepung  lebih mendominasi ketimbang dagingnya yang relatif sedikit. Warnanya juga sedikit agak pucat.

Baso Halus Pentol Gedangan Maknyus

Karena Baso Halus mengutamakan tekstur kelembutan, sangat cocok bagi anak-anak kita yang masih bergigi susu dengan usia di bawah 5 tahun.

1 porsi Baso pentol gede Gedangan dibanderol dengan harga Rp. 20.000,-.
Pun begitu, bagi  yang memiliki nafsu makan tak biasa, harga yang ditawarkan tentu dapat mengobati keinginan para pecinta kuliner yang luar biasa. Walaupun pada kenyataannya, Baso Pentol Gede ini masih cukup nyaman jika disantap untuk 2-4  orang.

Artikel Terkait :

Tinggalkan Balasan