Bulek Lilik Dan Darinya yang Pergi di Bulan Juli

Memiliki teman untuk dapatnya bergaul di semua lini merupakan hal yang amat menyenangkan. Terlebih apabila jalinan pertemanan itu sudah terikat erat menjadi sebuah keluarga.  Ikatan batin yang ada secara utuh, sudah berkembang lebih dari sekedar ukhuwah madaniyah.

Ketika seseorang sudah merasakan titik ini membesar dalam etikanya hidup bersosial, ia akan semakin peka. Seperti intuisi, seolah mampu bertelepati dengan beragam bahasa, ia memperoleh sesuatu yang tak terduga semata mata itulah satu dari sekian banyak petunjuk yang sudah banyak diberikan oleh Tuhan YMK.

Pun yang disampaikan dari kalimat “amat menyenangkan” ini, mengungkap sesuatu yang didalamnya  bermakna konsekuensi.  Konsekuensi yang sudah sejak lama hadir semenjak penghuni bumi belum diciptakan Oleh YMK, semua sudah tersaji oleh alam harus ikhlas diterima.  Yang itu semua hanya sanggup diterjemahkan oleh akal dan jiwa. Yang sebenarnya Alam sudah menaruh harapan besar kepada kita untuk mempelajari, dan mencari jawabannya.

Kitab suci sejati dari Alam memang benar-benar ada. Seperti yang tertuang dalam penggalan ayat Alquaranulkarim..

 

Iqro’. Lihatlah-Bacalah-dan pelajarilah selalu.

 

Teringat apa yang pernah dikatakan paman sebagai pembimbing saya akan pentingnya ajaran Tauhid. Sambil tersenyum dan menepuk pundak saya, beliau berpesan:

Kelak wadahmu akan siap nak. Kamu akan dengan cukup rela, kamu akan terbiasa melihat sesuatu yang dunia ini gambarkan, sejatinya adalah fiktif. Yang kamu tertawakan adalah miris. kamu akan dilingkari oleh serangkaian peristiwa ganjil yang hanya kamu yang bisa merasakannya sendiri dan menterjemahkannya. Kamu akan dikelililingi orang-orang yang demikian (teman) dan hal-hal spektakuler yang membuatmu hening, sedih, dan bahagia. Menunduklah akan yang sudah tuhan berikan padamu melalui petunjuk itu. Dunia yang tidak selalu di isi dengan tertawa. Maka tahanlah disaat kamu bahagia, dan belajarlah dermawan pada saat terhimpit susah.

Sejak saya menganut ketetapan ini sebagai sekte tertulis agar selalu terlaksana kemurniannya, sekaligus dengan tetap memegang amanah Paman sebagai sebuah PR juga, pengandaian yang dihimpun itu akhirnya malah sering terjadi.
3 tahun ini, Semua peristiwa terjadi begitu cepat dan sangat mendadak.

12 juli 2018, saya benar-benar bergetar. Duduk di teras rumah dengan mata memandang ke arah yang berbeda. Hanya sekali menundukkan kepala memandangi HP, membaca potongan isi dari pesan bahagia yang sebagiannya berubah menjadi berita duka.

Tak ingin embun tangis yang menggantung di kelopak mata cepat-cepat tumpah. Saya melangkah melewati ruang tamu dan seketika itu ingatan ini terlempar jauh ke belakang, seperti dihantam buku catatan harian lama yang akhirnya terjawab lantaran kabar kurang sedap menimpa Bulek Lilik yang sebelum hari raya tiba, sudah lebih dulu dilarikan ke ke Rumah Sakit lantaran mengeluhkan lambungnya sakit. Pukul 15.28 WIB, Bulek lilik dinyatakan dokter menghembuskan nafas terakhir.

[Tengah] Kenangan bersama Bulek Lilik – Arsip Agustus 2017

Semua kemeriahan sewaktu mendiang masih hidup, masih meninggalkan kesan yang membekas, karena beliau dikenal sebagai sosok yang bersemangat, jenaka, dan ringan tangan. Jika mengingat kembali peran serta Bulek Lilik di tulisan https://www.blogermie.com/2016/12/sepanjang-usia-ke-goa-cina.html , istri seringkali masih merasa kehilangan.

Huufft… Selamat jalan Bulek Lilik.
Jasa bulek untuk dalam membangun nama baik desa ini dan Agustusan Besok, tetap kami kenang. Semoga engkau selalu beristirahat dengan tenang, diberi tempat yang layak, di bawah perlindungan-Nya. Amiin YRA.

Leave a Comment