Makna 1 Rupiah dalam Berwirausaha

Makna Uang 1 Rupiah Dalam Berwirausaha

Uang Kertas Pecahan 500 Rupiah

Saya rasa dari sekian banyak pembaca, pasti pernah memegang uang ini. Mungkin uang ini sangat bernilai di era 90 an, namun jangan salah, begitupun nominalnya tergolong kecil, namun sangat setara dengan uang lembar pecahan 5000 dimasa sekarang jika dilihat dari tingkat konsumtifitasnya.

Di Masa sekarang, ditengah krisis kemanusiaan yang ditimbulkan, Kita seakan di buat bingung tatkala dihampiri pengemis maupun para penjaja makanan yang kebetulan sedang melintas. Kita dibuat kelabakan hanya untuk mengeluarkan uang receh 1 Rupiah saja. Terbesit memberikan harapan mereka adalah sebuah tindakan yang mulia, walaupun sebenarnya diri kita menyadari, tak mempunyai sepeser uang untuk diberikan.

Semakin pentingnya  memerlukan recehan ketika semua uang kertas lembaran di dompet kita tidak terlihat lagi di tempatnya, Otomatis pikiran kita digiring untuk menghitung mundur waktu yang terbuang percuma dengan bermacam-macam pertanyaan yang hadir. Misalnya: Untuk apa recehan itu?…

Perlu diingat pula Wasiat Bijak Paman Gober, dimana uang sebanyak 1 juta tidak akan pernah genap 10 juta rupiah manakala ada recehan Rp 100 yang hilang.

Lalu apa hubungannya dengan bisnis yang sedang anda tekuni?

Mungkinkah ada hubungannya dengan modal?

Modal kok dari recehan, Mas Her.  Itu kan terlalu kecil ?…

 

Tidak semuanya berwirausaha itu selalu berkaitan dengan modal. Ada yang lebih penting lagi. Perihal recehan di atas hanyalah sebuah contoh saja, tapi pasti itu terjadi pada siapapun orangnya. Saya ingin mengajak Anda berfikir bagaimana recehan kecil tersebut berhasil membangun sebuah bisnis.

Para pebisnis, mula -dalam hal ini bisnis online- sering lupa diri ketika bisnisnya mulai berkembang. Yang sering dilupakan adalah waktu yang sedikit tersisa namun tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Akibatnya apa?

Ketika kondisi keberhasilan berbalik 360 derajat, alias Bangkrut, baru dia berfikir, Kenapa dulu waktu yang sedikit ini, tidak dimanfaatkan untuk lebih menjaga eksistensi dari bisnis yang sedang berkembang. Ya, me-nye-sal. 🙁

Memiliki modal minim dalam bentuk uang receh seringkali dicela sebagai kendala dalam mengembangkan suatu potensi bisnis dalam berwirausaha. Walaupun anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar, namun tidak ada salahnya diemban sebagai bentuk tindakan jaga-jaga demi menghindari sesuatu yang tidak kita harapkan terjadi di kemudian hari. Caranya sebagai berikut:

  1. Konsisten dengan tujuan awal Berwirausaha
  2. Maksudnya adalah, ketika kita dalam kondisi yang akan membuat kita keluar jalur, maka kita harus ingat akan tujuan awal bisnis yang kita jalani. Menekuni 1 bidang investasi yang sudah kita pelajari dan dipahami betul. Sebagai contoh kecil bagi saya menekuni Bisnis Jasa Servis HP misalnya.

    Menekuni 1 jenis jasa saja masih belum mumpuni, sudah mau meloncat Jualan HP , atau yang lain. Akibatnya apa? yang jelas Usaha servis HP yang saya kelola hanya menjadi “Borok” yang belum selamanya sembuh. Bahkan hanya menjadi “kuburan” hanya karena jarang saya kelola. Hal ini penting mengingat fokus terhadap suatu bisnis akan meningkatkan profit yang pada awal mulai sudah kita harapkan. Demi menjaga ekspektasi agar senantiasa terpenuhi.

  3. Dengan Berwirausaha, itu tandanya anda harus siap Menyusun planning baru , jika dimungkinkan
  4. Ketika bisnis berjalan dengan mulus, tentu kita ingin segera menikmatinya.  Hemat saya, selain menikmati hasil dari bisnis offline, kita harus ada pengembangan bisnis ke arah lain. Contohnya, ketika bisnis offline kita membuahkan hasil yang di luar dugaan, tidak ada salahnya kita juga membuka bisnis di ranah online. Seperti apa? Ketika kita sukses memberikan jasa pelayanan servis Elektronik, kita masih memiliki kemungkinan yang besar untuk berjualan HP bekas melalui forum jual beli, maupun jika Tuhan Mengizinkan, mengimpor HP dari luar negeri secara satuan, untuk kemudian dijual kembali . Double Actions namanya.

  5. Berwirausaha juga mengajarkan Tips untuk Mengevaluasi apa yang telah kita lakukan sehingga terjadi subsidi silang
  6. Kekurangan apa dari bisnis kita yang harus diperbaiki dalam cakupan waktu secara prioritas. Tentu bukan kita yang menilai hasil dari pengembangan bisnis online kita, siapa kira-kira?

    Mereka adalah customer kita. Keuntungan yang dibagi sama rata, tanpa mereka, binis dan usaha yang kita kembangkan juga tidak berarti apa-apa.

    Selalu pergunakan kesempatan untuk saling berbagi dengan mereka. Mereka akan jujur mengatakan kekurangan dari bisnis kita. Tidak usah marah dan curiga ketika mereka mencerca.  Selama kita sama-sama menjual rasa “percaya” kepada konsumen. Saya rasa, hal negatif tidak akan seperti yang disangkakan.

Bagaimana dengan anda? Rasa-rasanya akan mubazir ketika waktu yang makin terasa menyempit ini, kita sia-siakan. Berkaryalah, dan Usahakan melibatkan campur tangan Tuhan ketika kita memutuskan sesuatu. Minimal dengan berdoa, Asal anda yakin dan bertekat bahwa berwirausaha juga merupakan serpihan dan langkah kecil dari ber- Ibadah, niscaya Bisnis Online tanpa modal itu benar-benar ada.

Artikel Terkait :

Tinggalkan Balasan