Rawon Nguling Probolinggo, Kuliner Khas Dari Timur

4 Jam bukan waktu yang singkat untuk menempuh perjalanan dengan jarak tempuh 145 Km, itupun jika ditebus dengan menaiki motor ke daerah Probolinggo, dari arah Sidoarjo sebagai startnya.

Deru kendaraan bermuatan Gajah yang mengiring di tiap perjalanan, pastinya akan membuat siapapun cepat mengalami letih dan lesu. Sekali terjebak macet dengan kondisi lalu lintas padat merayap yang siap datang mendera kapan saja, membuat konsentrasi acap kali tidak fokus dan mudah mengalami gejala stress. Beberapa kali hal tersebut terulang. Setidaknya dalam kurun 3-6 bulan sekali, tradisi mudik selalu di hadiahi dengan momen serupa.

Yah.. Melelahkan. Itulah kesan tahunan yang sering saya terima, sekaligus bingkisan sepanjang usia. Ketika untuk pertama kalinya julukan menantu “gak wajar” telah hinggap di-diri ini, sejak itulah perjalanan demi perjalanan yang tereksplor secara menyebalkan, saya pacu agar semenarik mungkin menjadi sebuah tulisan. Terutama jika titik lelah telah hadir saat bepergian ke luar kota, membahas wisata kuliner satu daerah adalah wajib hukumnya.

Hanya saran nih buat pembaca, jika Anda bepergian ke arah timur provinsi Jawa-timur dengan tujuan pasuruan-probolinggo-lumajang-Bali dan sekitarnya, saya sarankan untuk mencari peristirahatan untuk melemaskan otot punggung yang capek akibat kebanyakan Mengemudi.

Di Probolinggo, Ada satu tempat yang sangat digemari wisata kulinernya. Konon wisata kuliner ini pernah membuat Presiden ke-6, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono ketagihan.
Dikatakan pula melalui sebuah media cetak regional, SBY pernah menapakkan kaki di Probolinggo dan mampir di warung makan ini. Kalau para sahabat pernah mendengar Rumah makan Rawon Nguling, Disinilah wisata kuliner khas Probolinggo, Satu per-satu mulai bermuara.

Posisi Warung bertaraf Resto ini menghadap ke selatan, dengan atirbut 2 buah pilar beton, seolah menyambut kedatangan para tamunya dari arah pintu depan. Namun begitu masuk kedalam, aksen tegas bak umumnya Restoran mentereng mulai terasa.
Meja makan granit dan beberapa kursi kayu yang terukir, tertata dengan rapi. Berhias dengan interior dapur di sisi belakang. Rasanya sangat lengkap untuk tempat makan dengan ditemani kerabat maupun keluarga.

Pintu masuk Wisata Kuliner Rawon Nguling Probolinggo

Sebagai “Ancer-Ancer“, bagi anda yang masih belum tahu betul rute perjalanan menuju Restoran Rawong Nguling, anda cukup mengenali Gapura Kabupaten Probolinggo sebagai prolognya. Denah lokasi tidak terlalu sulit untuk dijangkau.
Dari arah pintu masuk Gapura yang berdiri tegak tersebut, cobalah berjalan lurus 50 meter lagi, untuk kemudian menengok ke kiri.

***
Rancang bangun Rumah Makan Rawon Nguling dibuat dengan arsitektur unik dan agak-semi moderen. Dengan halaman muka yang lengang untuk parkir kendaraan roda 4. Cukup luas, namun tak  cukup memadai untuk beberapa mobil MPV kelas atas. Sehingga seringkali berhimpit-himpitan. Parkir kendaraan roda dua seringkali dibuat berebut, dan “mengalah” untuk urusan ini.

Halaman parkir Rumah Makan Rawon Nguling yang “cukup” luas

Dengan ciri Restoran bergaya kekinian yang sudah berdiri lama sejak tahun 1940-an, Warung Makan Rawon Nguling juga lebih dulu dikenal sebagai tempat pesanggarahan bagi tamu-tamu Kepala daerah. Selain sebagai rumah kediaman Karyoredjo, Pendiri warung makan ini, kini Warung makan Rawon Nguling telah berkembang pesat menjadi tempat beristirahat dan tempat makan-makan bagi para Pemudik lantaran Rawon yang disajikan tergolong tak biasa.

Menu-menu yang disajikan sekarang lebih variatif ketimbang dulu, sewaktu pertama kalinya saya memutukan singgah dan beristirahat disini. Bahkan saking kepopuleran Warung makan ini menyebar luas, Rawon Nguling sempat di isukan membuka cabang di berbagai tempat.

Dari sekian banyak pengunjung yang datang, RAWON NGULING dikenal hampir seluruh wisatawan yang kebanyakan bukan asli penduduk pribumi. Dan bisa dibilang, kuliner merakyat dari yang pernah ada di probolinggo.

Seperti hidangan Rawon pada umumnya,
Rawon Nguling Probolinggo, Kuliner Khas Dari Timur
tersaji di antara tirisan daging sapi, sambel terasi dan taoge sebagai pelengkapnya.

Disajikan Panas dengan kuah yang sengaja tidak dipisah, kuah Rawon-nya terlihat agak encer kehitaman karena terdapat rempah”kluwek” didalamnya. Sejak jaman mbah buyut, Rempah Kluwek ini sudah terkenal sebagai bahan dasar pembuatan Kuah Rawon. Kluwek juga merupakan satu-satunya rempah yang wajib ada untuk campuran bumbu Rawon.

Dari segi pelengkap, di sini, suguhan lauk berupa Daging dan jeroan sudah di tetapkan sebagai standart hidangan yang harus tersedia. Dengan lebih dulu dikenal melalui sebutan “Empal”, terdapat setidaknya 3 item untuk jeroan Sapi yang siap menggugah selera nafsu makan Anda. Ada Usus, Paru, dan Limpa.

Saya harap bagi mereka yang sedang tidak berada dalam program diet ketat, atau tidak terlalu memperhatikan kondisi kesehatannya secara simultan, sekali tempo cobalah mencicipi Babad Sapinya yang Terkenal memiliki tekstur yang empuk dan Maknyus. Pihak pengelola Rawon Nguling juga telah mengklaim bahwa hidangan mereka jauh dari bau amis melalui serangkaian proses pengolahan yang higienis. Proses pengolahan sumber daya yang diperoleh, mengutamakan kualitas. Pemilihan jenis Sapi yang disembelih dan masih segar, selalu dijadikan prioritas. Katanya…

Beberapa kali mampir kesini, Saya tertarik dengan menu ““Empal Gondrong“. Dengan mendengar namanya, seolah pikiran kita dibuat terkejut untuk berasumsi katrok dan jorok. Padahal tidak demikian.

Ini dikarenakan lantaran setelah melihat Ketebalan Daging yang tidak umum. Bisa sampai 2- 3 jari untuk tiap irisan Daging sapi yang telah di Goreng.

Melalui beberapa proses, sebelum daging olahan siap masuk ke tungku penggorengan, Daging lebih dulu Digeprak demi mendapatkan teksturnya yang empuk. Setelah serat daging/empal yang pecah tersebut berurai, untuk selanjutnya dilakukan proses perendaman.

Melalui proses perendaman dengan ditaburi rempah-rempah dan sedikit garam, Daging yang baru dikatakan setengah jadi tersebut untuk kemudian siap dibawa ke wajan penggorengan. Setelah di goreng dan mengering, barulah diketahui tekstur daging tersebut memang mirip dengan rambut keriting dan lebat, saking gondrongnya.

Rawon Nguling Probolinggo

Rawon Nguling Probolinggo. Porsi Rawon dan lauknya yang terkenal “tidak biasa”

Yang tidak kalah heboh adalah menu Tempe goreng dan Perkedel kentang goreng (berpadu dengan kornet Sapi asli).
Bayangkan saja, Tempe goreng dan Perkedel setebal 6-8 cm. Ukuran keduanya yang terbilang “monster”, agak menyulitkan saya untuk mengunyah.

Saat dicubit, Perkedel daging juga masih kurang bersahabat dengan jari Karena teksturnya kenyal dan sedikit licin, lidah sering tergelincir di gigitan pertama.
Kecenderungan bahan dasar yang di dominasi oleh daging urat, membuat perkedel harus “disiksa” terlebih dahulu sebelum memutuskan dinikmati. Membutuhkan sedikit upaya jahat dengan bantuan garpu untuk mengoyaknya. 🙁

Walaupun begitu, harga yang ditawarkan Rawon Nguling sudah terbilang relatif lebih murah. Cukup dengan merogoh uang sebesar Rp.68.000, Saya beserta Istri, [Red: Bunda Tsuneo] sudah kalap demi menyantap 2 porsi Nasi Rawon. Yang terdiri dari 2 Es Teh, dengan tambahan 1 gorengan empal extra, 1 Tempe Goreng, 1 perkedel daging, dan 1 buah Limpa Sapi ukuran jumbo. Itupun tidak termasuk penawaran harga lauk tambahan jika sewaktu-waktu istri berkenan “Imbuh“.

Maklum. Karena saya sudah terlanjur memiliki mental pengemis dan bermuka tembok, Salah seorang Pelayan Warung makan ini yang notebennya masih kerabat mertua seringkali merasa iba, sehingga beliau tak merasa keberatan untuk saya mintai diskon.

Bagi yang pertama kali berkunjung kesini, baiknya jangan terlalu gegabah untuk comot sana – comot sini sambil ber-selfi ria. Sekali anda tergoda untuk mencicipi menu lauk yang disajikan oleh si Pelayan tanpa lebih dulu bertanya, toh meskipun itu hanya sekedar menu tempe goreng biasa, Itu berarti anda setuju membayar ekstra untuk menu Lauk yang terlanjur Anda telan. Walaupun harga menu Rawonnya sendiri sudah cukup terjangkau bagi saya. Tanpa perlu ditambah-tambah lagi dengan memesan menu lain, 1 porsi rawon sudah lebih dari cukup membuat anda merasa kenyang. Daripada foto selvi yang terlanjur anda unggah, malah membuat berkerut dahi lantaran kocek anda tidak memadai. Apa kata dunia…? 😀

Nah jika para sahabat dan pembaca ingin mencicipi Rawon Nguling Langsung di Kota Asalnya, saya sediakan alamat Rawon Nguling di Probolinggo:

Rawon Nguling
Alamat : Jln. Raya Tambak Rejo No.75 tongas Probolinggo-Jawa Timur 67252
Tlp : (0335)511091
(0335)511350
Artikel Terkait :

Tinggalkan Balasan