Sangkal Putung H.Saderi, Alternatif Terapi Ketika Cabang Ortopedi Tak lagi Dipilih

“Ketika terapi ortopedi dan cabang rekam medis tidak dipilih orang lantaran tak cukup menjanjikan kepuasan dan tarif, maka cabang pengobatan alternatif layak jadi pilihan.”

Ramai, dan penuh dengan antrian.  Itulah yang saya rasakan untuk pertama kalinya berkunjung di Klinik pengobatan Sangkal Putung H.Saderi/Hj Fatimah.

Berlokasi di Jl. Raya Sumput, RT.11/RW.03, Sumput, Kec. Sidoarjo, Konsep bangunan klinik ini terhampar dengan suguhan halaman parkir seluas 15×10 Meter².  Klinik Sangkal Putung H. Saderi terkenal teduh, di bawah rindangnya pepohonan nangka yang tertata apik dengan hamparan Aula yang sedikit  menjorok kedalam.

Halaman Parkir Sangkal Putung H.Saderi

Halaman Parkir yang luas Terapi Sangkal Putung H.Saderi

Posisi Klinik Sangkal Putung H. Saderi berhadap-hadapan langsung dengan KOMPI KAVALERI 3, sebuah area militer Markas Komando Angkatan Darat.

Plakat depan klinik Sangkal Putung H.Saderi

 

Sebelum melintas ke Lokasi tujuan, di sepanjang jalan raya Sumput sambil menoleh kekiri, saya mendapati banyak sekali tanda penunjuk tentang layanan pengobatan yang sama.

***

Dari dulu hingga sekarang, Desa Sumput sudah terkenal sebagai kawasan sentra pengobatan patah tulang. Entah bagaimana hal tersebut terjadi hingga banyak warga Sumput yang memang kebanyakan berprofesi sebagai tukang pijat dan urut, ikut bersama-sama mengklaim penyedia pengobatan alternatif adalah yang pertama dan sudah lebih dulu ada di desa ini. Salah satunya terdapat pada sosok Almarhum Haji Saderi.

Konon menurut cerita pakde juru parkir, H Saderi adalah tokoh pemuka agama yang memiliki beragam keahlian. Bukan hanya kemampuan mengobati pasien patah tulang yang diwariskan kepada anak cucunya secara turun-temurun, Beliau juga memiliki kemampuan supranatural yang tergolong tak biasa.

Semendiang ketika masih hidup, ada cerita yang sempat membuat warga kampung Sumput geger.

Waktu itu beliau kena hukuman fisik dari salah seorang komandan batalyon AD lantaran melanggar rambu larangan yang diberikan. Mengingat kediaman beliau memang tidak jauh dari Markas komando Angkatan darat, sepulangnya menjalani proses hukuman, tiba-tiba saja sejumlah anggota militer angkatan darat di markas tersebut mengeluh mual-mual dan buang hajat berkepanjangan. Menutup ketidak tahuan komandan batalyon yang waktu itu yang mengira H. Saderi adalah orang umum yang dapat dengan mudah dikenai sangsi fisik seenaknya tanpa melakukan perlawanan, secepatnya permintaan maaf dibuat.  Secara pribadi, Komandan AD tersebut mendatangi kediaman H. Saderi demi mengungkapkan penyesalan yang telah dilakukan.

 

Walhasil sejak kejadian itu, banyak yang menghormati keberadaan H. Saderi sebagai Ulama sakti. Dengan berduyun-duyun mencari ilmu dan berguru kepada beliau, itu tandanya misi sosial harus tetap terjaga dan diteruskan sampai sekarang. Sehingga banyak cabang alternatif yang membuka pengobatan serupa. Itu terjadi kira-kira tahun 80 atau 90-an.

 

Di Balai Pengobatan H.Saderi inilah, kali pertama bagi Bapak saya mengenal kemurahan Tuhan YMK. Pun secara ajaib pula, cedera akut akibat terpeleset dari kamar mandi, membuat bapak menjadi terperangah berkat rasa syukur.

Membaca hasil rontgen, Dokter Spesialis Ortopedi di tempat saya bekerja telah mendiagnosa terdapat keretakan tulang rusuk sebelah kiri Bapak, dan harus segera dilakukan tindakan operasi berupa pasang pen (titanium)

Setelah dipikir-pikir, dengan melihat tarif operasinya, Saya yang miskin ini merasa gigit jari juga. Namun setelah dipertimbangkan dengan matang, setelah mendapatkan saran dari seorang teman untuk sekali tempo mencoba jasa Sangkal Putung yang ditawarkan klinik H.Saderi/Hj Fatimah. Alhamdulillah, berselang melalui 2 kali kunjungan terapi, nyeri di bahu kiri Bapak sedikit berkurang. Ditempat ini pulalah, kondisi kesehatan Bapak semakin hari, semakin menunjukkan perkembangan yang signifikan.

 

Selain didukung oleh suasananya yang cenderung rileks dan santai karena terdapat 2 ruang yang berbeda, tak terbesit sekalipun Konsep Ortopedi yang dikenal menyeramkan itu.

Tanpa operasi, Tanpa diketok memakai martil layaknya sebuah bengkel ketok magic, bahkan tanpa disertai jeritan menyakitkan dari pasien dengan riwayat keluhan yang sama.

 

Ruang terapi dan serambi etalase warung kopi yang memiliki 2 fungsi.
1 bilik ruang terapi sebagai sebagai ruang tunggu dan tempat eksekusi bagi pasien, 1 serambi etalase warung kopi yang dapat dipermak menjadi lesehan bagi keluarga penunggu pasien. Inilah yang menyebabkan kesan horor dari sebuah bengkel ortopedi hilang secara tiba-tiba.

Ruangan Perawatan Sangkal putung

Bilik Eksekusi Sangkal Putung H Saderi

Kalau sudah tiba disini, memandangi interior ruangan yang sudah secara keseluruhannya direnovasi dan dikeramik membuat saya seringkali ketiduran. Suasana Adem dengan hembusan angin yang semriwing tanpa disertai AC malah membuat saya lebih cepat melamun. Saya takut mengalami kesurupan jika harus berlama-lama di sini. 😀

Aula Klinik Sangkal Putung H.Saderi

Klinik ruang tunggu pasien Sangkal Putung H.Saderi

Pun demikian, bila anda kesini dengan tidak didahului bertanya untuk memperoleh informasi tentang Jadwal Praktek Klinik Sangkal Putung H. Saderi, rasa kecewa sudah pasti akan timbul. Karena klinik ini selalu ramai dari pengunjung dan penunggu pasien yang kebanyakan datang dari luar kota.

Mulai dari pagi hari, hingga petang menjelang.

Leave a Comment