Cara Menjinakkan Istri Pemarah Tanpa Harus ke KUA

Cara Menjinakkan Istri Pemarah Tanpa Harus ke KUA | Sebenarnya, Saya bermaksud menjadikan Tips ini Anekdot saja. Berhubung endingnya sudah terlanjur bocor di artikel sebelumnya. Kalau bang Toyip yang sabar itu, dengan cukup sadar diri, bersedia untuk mengalah. Bang Toyib rela tidur di Kandang Sapi, demi menghadapi amarah istrinya, Kasipah.

Tentunya sebagai penulis, Saya tidak ingin nasab pria Madesu ( “Masa depan Suram” ) itu kembali kelam di tahun ini. Hanya gara-gara cerita diatas. Krisis finansial, dijadikan satu-satunya alasan, karena tak kuasa menanggung beban hidup.
Banyak para suami yang akhirnya menjadi gelandangan. Penderita akut busung lapar, lantaran Sang Istri yang kurang sabar.

Polemik istri pemarah dalam hidup berkeluarga

Menghadapi istri pemarah dan cenderung uring-uringan itu, terkadang gampang-gampang susah. Biarpun Suami sudah berusaha diam, bermunajat, berdoa, yang semata-mata disebabkan prasangka yang salah, seolah-olah Istrinya dianggap gila, dan terkena guna-guna.
Eh kok malah, suaminya diancam menggunkan sebilah pisau. Menggugat cerai, seakan-akan diadu domba dengan pihak KUA.

Ya… investasi rumah tangga, kerap meninggalkan polemik yang Jujur. Jujur sesuai realita. Relatifnya penilaian “Harmonis” oleh sesama, biasanya bersifat sebentar dan subjektif.
Objektifnya-pun terkadang, hanya terdapat pada nilai-nilai yang di suguhkan melalui perselisihan itu sendiri. Karena yang namanya berumah tangga, pertengkaran seperti apapun, tetap akan ada. Sebagai ” Micin ” yang menyedapkan cita dan rasah.

Nilai objektif tersebut dapat di lihat dari seberapa intens perselisihan itu terjadi. Bilamana tidak berlebihan, itu dapat dikatakan “nilai umum” .

Jika tidak memenuhi syarat nilai umum itu, Baru boleh dikatakan tabu. Namun perlu dilakukan analisa yang lebih mendalam. Bisa saja pertengkaran yang berujung perceraian diakibatkan salah satu pihak, dalam hal ini “Pria”, yang tidak mampu memenuhi kewajibannya. Sehingga membuat kepentingan yang sudah seharusnya terlaksana sebagai seorang istri, menjadi sedikit terhambat.

Nah, untuk dapatnya menghindari perspektif perceraian. Tanpa melibatkan banyak pihak seperti KUA, ada baiknya bagi Anda, yang merasa jiwa Laki-lakinya terganggu akibat sering di omelin Istri, perlu bersikap hati-hati. Karena bukan tidak mungkin, perceraian akan terjadi, rentan di picu masalah yang sepele. Yang sesungguhnya masalah itu bisa diselesaikan secara baik-baik.

Berdasarkan hasil rapat saya kemaren sore dengan bapak RT, didampingi teman-teman yang memiliki riwayat keluhan yang sama. Berikut, saya himpun suara-suara sumbang yang menjadi perwakilan perasaan seorang perempuan itu, hingga sangat ambisius. Seolah-olah yakin, hendak melakukan upaya keji demi membunuh suaminya sendiri.

Cara menjinakkan Istri pemarah tanpa harus mendatangi KUA

Berikut tips yang digalang Pak RT sebagai wujud penyampaian kekesalan. Karena kemaren Sore, Pak RT iseng-seng mengajak Blogermie ngopi, eh ternyata cuma modus Curcol. Jadinya bercanda gitu-gitu deh.

  1. Apakah Istri pemarah?, Coba dipahami dulu Kasusnya

  2. Istri yang cerewet, merupakan hal yang Lumrah. Tapi, Kalau Suami yang cerewet, ini yang sedikit aneh. Sepertinya penting bagi istri manapun untuk membawa suaminya berobat ke terapi alternatip. Untuk di Rukiyah.

    Istri yang cerewet. Ibarat kata, gelombang Radio dengan frekuensi tinggi. Sudah menjadi kodratnya. Sudah menjadi Suratan Takdirnya seperti itu.

    Kalau ia lantang, suka kepo, dan cenderung berbicara tentang apapun yang di suka, itu sudah bawaan secara genetik dari ” Ibu Hawa “.

    Akan tetapi, seringkali Suami yang kurang peka dan kurang memahami. Apa sebenarnya yang menjadi motif di balik itu semua.

    Apa karena faktor berkurangnya Indra pendengar ?

    Apa disebabkan karena bisikan Demit ?, atau…

    Karena di akibatkan oleh salah satu gejala suaminya, yang terlanjur “mokong”?

  3. Semakin cerewet Istri, itu menandakan jiwanya yang rapuh, dan besarnya simpati sebagai seorang Ibu

  4. Kalau istri Anda cerewet, Berbicara tanpa putus seperti rel kereta. Mengomentari anda dengan banyak keluhan. Itu tandanya, Anda adalah suami spesial yang tengah menanjak kepopularannya menjadi artis ibukota. Anda selaku Suami, harusnya bangga. Karena ekspresi sayang seorang istri, memang demikian.

    Karena menurut sang Istri. Di satu sisi yang bersebrangan, Anda adalah kepala rumah tangga yang memiliki potensi untuk dibina. Sedangkan disatu sisi yang lain, menurut versi istri yang galaknya tidak ketulungan, Anda juga terlalu terobsesi menjadi satu-satunya orang yang tak boleh dilepaskan. Semacam orang penting.

    Saking pentingnya sosok Anda, Istri sempat bercabang 2 dalam berprasangka. Antara “penting diperdaya”, dan “Penting untuk dicurigai keburukannya”.

    Kenali Gejala istri pemarah dan cara mengantisipasinya

    Semakin cerewetnya meletus, Anda harusnya peka. Ada suatu harapan yang mungkin belum bisa anda realisasikan. Tiru saja petuah yang diajarkan Sayyidina Umar bin Khattab, yang memilih diam dan mendengarkan dengan seksama yang di ceritakan Istrinya.

    Semakin Anda bersikap bijak, semakin baik bagi Anda. Begitupun juga sebaliknya.
    Semakin anda membantah dan pandai bersilat lidah, semakin mudah bagi Perempuan yang anda cintai untuk membina Anda, sesuai kemauannya. Membina-sakan maksudnya.

    Jika Istri Anda diam, yang sudah tidak menunjukkan gelagatnya yang tak biasa, dan tidak cerewet lagi. Anda jangan keburu-keburu tenang. Bisa jadi, itu merupakan awal kemalangan bagi Anda.

    Kalau tiba-tiba istri yang cerewet, mendadak mengalami tuna wicara alias bisu. Mendadak kalem. Bukan menunjukkan suatu ketidak tahuan untuk mengganti baterainya yang sudah habis karena terlalu sering berisik dan bawel. Hal yang sangat mungkin di klaim, adalah Ngambek.

    Ya..Ngambek. Ngambek adalah gejala awal yang mengakibatkan anda harus diam seribu kata. Belajar bahasa tubuh dan olah kebatinan. Kalau anda tidak pandai membaca kondisi mental Istri dengan waspada, bisa-bisa Sang Istri minta dipulangkan ke kampung mertua. Hilang sudah kesempatan Anda untuk membuatnya bahagia.

  5. Politik Uang dan Pendengar yang Setia

  6. Istri yang sedikit-sedikit ngambek itu, biasanya minta di kasih solusi. Coba rayu saja dengan hal umum yang mereka sukai. Misalnya menyuap mereka dengan kupon belanja, atau dengan duit bergambar Pak Soekarno.

    Dalam beragam survey yang pernah saya lakukan tentang filosofi duit. Dimana duit yang memiliki wajah ganteng dan berkopyah, biasaya lebih mudah meluluhkan hati yang didera susah. Misalnya duit kertas dengan gambar pahlawan proklamator.

    Diyakini beberapa kalangan yang paham akan manajemen akuntansi dan sejarah, uang bergambar tokoh-tokoh diplomat, mencerminkan sebuah kemerdekaan yang mutlak. Berbeda dengan Duit yang pada masanya Kerja Rodi, dan ” Romusha “, masih dalam proses pengakuan jati diri. Akan kerasnya arti perjuangan.

    Uang lain pun demikian sama. Bilamana, anda memberikan duit lembaran berupa uang kertas bergambar Pattimura, lengkap dengan goloknya, bisa jadi itu siasat sang Istri untuk mengajak anda berperang. Anda beresiko untuk 2 kali gerilya, Lantaran terkena kutukan maut: Talak tiga. Nauzubillah

    Jadi usahakan tiap kali Istri Anda berkeluh kesah, di samping saku kiri terselip 2-3 lembar mata uang indonesia keluaran terbaru. Dengan pecahan 50-100 ribu.

    Anda harus sedini mungkin membuka kedua telinga lebar-lebar, ibarat corong mesjid. Di kombinasikan dengan ekspresi anda sendiri, seolah memperhatikan yang dikeluhkan istri anda dengan seksama. Dan pura-pura Iba.

    Saya jamin, Istri Anda pasti kenes, dan menganggap Anda adalah Suami yang cool dan bertanggung jawab.

  7. Seandainya terdapat kesempatan yang membuat Istri Anda terbuka secara emosional, jangan paksa dia untuk jujur mengutarakannya hari itu juga

  8. Perempuan terkadang melakukan banyak pertimbangan untuk mengungkap kekesalannya. Bisa berjam-jam, bahkan berhari hari untuk memendam perasaannya. Entah perasaan dengki terhadap tetangganya, lantaran bisa beli mobil, bisa kredit rumah.
    Status sosial yang kerap membuat Istri mengalami kejenuhan. Salah satunya adalah ketika namanya gak keluar, sewaktu mengocok arisan.

    Sehingga, antisipasi yang bisa Anda ambil adalah berjanji. Kebohongan yang diulang-ulang seperti Adolf Hittler sehingga terkesan janji beneran. Entah berjanji sampai Kapan, selagi Tuhan mengizinkan.

    Hemat saya, biarkan saja Istri sementara waktu, bertahan dulu dengan keadaan. Jika Anda sabar, Istri pasti meniru, bahkan penasaran dengan maksud “benar” yang hendak Anda sampaikan.

    Sabar menunggu dengan waktu yang lama itu, akan terasa membosankan. Namun Saya yakin, si Istri pasti keceplosan dengan masalah yang kerapkali ia pendam sendiri. Kalau dia sudah berani terbuka, adanya apa, tidak usah merasa risau dengan memberikan harapan nyata kepadanya. Anda hanya perlu bersikap biasa saja seolah tidak terjadi gempa. Setengah PHP juga tak masalah, Seolah Istri anda hendak dikubur besok.

    Andaikata-pun, pengakuannya yang keceplosan itu terasa berat untuk di angan-angan, dan diwujudkan sesuai kemampuan yang Anda miliki secara terbatas. Sebagai seorang Suami, berikan saja tanggung jawab psikologi yang sanggup membuatnya berpikir cerdas seperti Cak Lontong. Alias Mikir.

    Istri pemarah harus ke klinik kejiwaan untuk memperoleh terapi tawa

    Aq janji beb beli rumah, asal kamu ngijinin aq nikah lagi “.

    Ini bukan semata ancaman. Lagipula hati wanita seperti apa sih yang gak keder, memperhatikan pengakuan Suaminya yang ingin mendua. Tentunya sang Istri akan berpikir dua kali, jika betul-betul mengabulkan naluri bejat Suaminya. Seperti pola terbalik sebagaimana intelegensi Cak Lontong.

    Pastinya agak mengharukan bagi Suami, begitu tahu dengan menyesalnya sang Istri, karena terlanjur melakukan dialeg macam ini:

    ” Iya ya. Kehidupan keluargaq saja sudah kere begini. Kalau Suami nikah lagi, pasti aq bakalan di jadikan Jongos oleh Istri mudanya ”

    Trik ini tergolong manjur. Dan hanya dapat diterapkan bagi segelintir Pria Hoki, yang bershio – Buaya darat muara.

    Atau, Bagi Anda selaku Suami beradab yang paham nilai Norma dan Estetika, boleh memberikan sebuah opsi yang lebih Syar’i dan jenaka. Demi menjinakkan Istri yang setengah depresi akibat banyak ngerumpi. Misalnya:

    Inshaallah Ummi, Kalau ada rejeki. Kita beli rumahnya jangan yang tanggung-tanggung amat, ntar rugi banyak. Sekalian saja kita KPR Rumah Bekicot, agar rumah tersebut bisa kita panggul berdua.

    Sabar ya Ummi, Tabungan Abi masih belum cukup. Inshaallah Tuhan tidak tidur kok, dan lain sebagainya ”

    Nah dengan demikian, sudah tercapai sudah keluarga kecil yang samawah itu. Tanpa harus melakukan upaya krisis, mengetuk palu persidangan di kantor Agama

***

Pemirsa, Cara Menjinakkan Istri Pemarah Tanpa Harus Mendatangi KUA diatas hanya sebagai plesetan saja. Tata bahasa yang lebih santun dalam memahami pentingnya hidup rukun, bisa Anda peroleh di mana saja. Di Majelis Ilmu, Komunitas umat bahagia, Rapat ibu-ibu PKK, dsb.

Tanpa terburu-buru. Tanpa mesti dilakukan dengan upaya-upaya Jijyyyk, menanggapi amarah Istri sebagai suatu pergeseran sikap yang wajib dicela. Tanpa campur tangan orang ketiga dan lembaga-lembaga yang berkutat di dalamnya, diharapkan, kita semua-mua bisa berfikir logis, tanpa gegabah.

Dengan, maupun, tanpa harus melihat keseluruhan tulisan ini, dari pengalaman siapapun orangnya, kita pun bisa berkaca.

Istri pemarah perlu di lestarikan sebagai makhluk ciptaan tuhan

Namun jika suatu ketika keretakan rumah tangga hanya semata-mata terjadi karena celah diantara kedua pasangan, tidak mau mengalah. Sebisa mungkin, hindari kontak fisik dan menyakiti wanita.

Cara Menjinakkan Istri Pemarah Tanpa Harus ke KUA

Sumber gambar : Tribun Jabar

Larangan menyakiti perempuan Sejahat apapun istri pemarah

Seperti Quote Kang Bahar ( Almarhum Dedi Petet ) dalam tayangan sinema elektronik Preman pensiun. Episode 2.
Tatkala memberikan hukuman fisik kepada Maman Suherman, yang sudah lebih dulu dikenal kebiadabannya karena terlampau sering melakukan KDRT terhadap istrinya sendiri.

Dulu saya pernah membaca sebuah Syair. Yang sampai sekarang saya masih ingat:

Wanita diciptakan dari tulang rusuk pria. Bukan dari kepalanya untuk dijadikan atasannya.
Bukan dari Kakinya untuk di jadikan alasnya,
tapi dari sisinya untuk dijadikan teman hidupnya.

Dekat dengan lengan, untuk dilindungi.
Dekat dengan hati, untuk dicintai….

Link Video tersebut, tersimpan rapi di sini:

Artikel ini dibuat untuk menghormati kepergian Almarhum Didi Petet. Beserta Pesan moral humanis, yang disampaikan Semendiang ketika masih hidup, selama menjalani proses Syuting Film Preman pensiun.

Semoga beliau senantiasa mendapatkan Rahmat, atas segala kebaikannya. Amiin

Artikel Terkait :

Comments are closed.