Makna yang terbias di Asian Games 2018

Makna yang terbias di Asian Games 2018 | Dideretan bangku panjang warung kopi yang bersebelahan dengan puskesmas hari ini, saya tersenyum melihat status pak Dahlan Iskan di timeline. Twitter resmi milik beliau.

Tentu saja, senyum ini bukan untuk membalas senyum Pak Dahlan yang sudah dari dulu terkenal ramah, namun senyum kepada kedua tokoh yang membingkai foto yang diupload beliau. Saya tersenyum memaknai sendiri, akan masifnya syukur atas makna yang tersaji di belakangnya.

Saya meyakini. Ada jeda, dimana kita semua yang sudah merasa kelebihan, ada waktunya untuk menahan. Demikian pula sebaliknya. Ada jeda bagi semua insan untuk bersikap dermawan, meskipun didera kekurangan. Dan itu terjadi di Sea Games 2018 ini. Sea games 2018 telah membuka mata semua kalangan, dalam sebuah gerakan tak kasat mata dari seluruh rakyat Indonesia. Tentang semangat berkebangsaan.

asian games 2018

Pak Jokowi dan Pak Prabowo | Sumber Gambar Twitter @iskan_dahlan

Fenomena yang membingkai foto tersebut, terlihat sederhana. Namun sangat humanisme. Berupa foto dari 2 tokoh penting negeri ini.
Namun siapa sangka, dengan kehadiran keduanya di bangku penonton kemarin sangat berarti. Ritme demi ritme, rasa patriotisme seperti hidup kembali.

Nampak Pak Jokowi dan Pak Prabowo yang saling bercanda.
Tak sedikitpun rasa canggung yang terjadi. Bahkan ketika keduanya saling berpelukan dibawah naungan selimut, sang saka merah putih di atas kursi penonton sewaktu menyaksikan final pencak silat Asian Games 2018. Ada semacam momen haru dan bahagia, yang tak sengaja dibuatnya.

Masyarakat indonesia dibuat takjub dan terkesima. Keduanya seakan membawa rasa kebangsaan untuk kembali bangkit dari ranjangnya yang setelah sekian lama mati suri. Sebagai Macan Asia.

Makna yang terbias di Asian Games 2018

Ditengah panasnya suhu politik, dibalik satirnya pemberitaan miring yang menghiasi perbedaan, dalam pesta kampanye pemilu tahun ini, segenap mata mulai tertuju kepada keduanya. Melupakan semua perbedaan dan ketertentangan.
Persaingan keduanya untuk menuju kursi pilpres, ternyata tak membuat kehilangan respek satu sama lain.

Momen di Asian Games 2018 tak hanya bernilai bagi negeri ini. Bahwa indonesia peraih dominan medali emas, sebagai negara yaag pernah mengukir sejarah dalam dunia olahraga saja. Asian games 2018 menjadi satu-satunya trigger untuk memantapkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

Momen asian games 2018 ini menjadi sebuah nostalgia yang membuat masyarakat indonesia lebih menunduk. Asian games seperti oase yang menyegarkan suhu politik tahun ini.

Ada semacam keinginan dan rasa bangga yang menjuntai. Foto tersebut muncul di masa, tempat, dan waktu yang sangat tepat.
Masa di mana, rakyat butuh sportifitas dan rasa kebhinekkaan untuk hadir kembali. Untuk saling bahu membahu membawa negeri ini ke arah yang lebih baik. Tak peduli lagi siapapun nanti yang jadi bakal calon presidennya. Untuk kembali menjadi macan asia.

Melihat keduanya bisa duduk bersenda gurau dalam satu kursi podium saja, sudah membuat hati membuncah. Girang tak karuan. Apalagi seandainya duduk berdampingan di Kursi pemerintahan.

Semoga Tuhan YMK selalu memberikan kedua tokoh ini ketentraman. Senantiasa mendapatkan perlindungan untuk terus membimbing negeri ini. Dalam pelukan Tuhan, Tuhan seluruh sekalian alam.

Untuk Kita, Indonesia tercinta.

Artikel Terkait :