Sidodadi Dalam Cerita, Malam Adha 2018

Di persimpangan Jalan, jalan Nusa Indah, tepat di depan Masjid Ar-Roudloh berdiri. Puluhan orang berkumpul menikmati gemeramang kalam ilahi 2018. Meski malam, baru berjalan seperempatnya, para sesepuh, pemuda, dan anak anak kecil yang melantunkan kalimat takbir berulang-ulang. Begitu antusias.

Sayup-sayup suara itu terdengar merdu dari kejauhan, membuat senyum makin membuncah. Hati girang tak karuan. Sebagai tanda menyambut datangnya Idul adha yang jatuh pada hari Rabu besok.

Gemerlap malam, berhias kelap-kelip lampu kemerdekaan, membuat desa ini menarik rasa takjub para pejalan kaki dan pengemudi yang melintas didepannya. pada waktu mala hari.

Layaknya hari besar keagamaan pada umumnya, namun dengan konsep yang agak berbeda.
Pak lurah mengusung konsep hiburan rakyat dengan menggabungkan ruang rekreasi dan ekonomi rakyat. Acara tersebut rencananya akan ditutup dengan takbir keliling kampung

 

Hampir tak ada ruang kosong di depan Masjid Ar-Roudloh, selama acara ini digelar. Trotoar jalan dijadikan satu-satunya “kavling uang” yang dipenuhi oleh beberapa pedagang.
Tanpa pemisahan zona antara pedagang dan panitia penyelenggara, membuat suasana malam takbir adha 2018 ini meriah. Namun cenderung gerah.

Meski kerap dikritik oleh sekolompok ibu rumah tangga yang mewakili komunitas KEBESLU ( Keluarga Besar RT Telu) karena dinilai lebih spesifik menampilkan kesan komersial dibanding tujuannya sebagai bagian dari peringatan Hari besar kurban, disamping karena filosofi desa Sidodadi yang dulunya terkenal memiliki birokrasi yang buruk, namun hadirnya konsep meriah Malam Adha yang baru terjadi seumur-umur ini, nyatanya disambut hangat oleh beberapa kalangan. Sangat menghormti keguyuban warganya, yang terjalin sudah sejak lama.

Para pedagang yang hadir disitu, hanya diperbolehkan dari warga asli penduduk pribumi, asli sidodadi. Pak lurah sendiri sudah merumuskan konsep tersebut sudah sangat lama, namun baru dapat direalisasi tahun ini. Mengingat akses jalan Sidodadi yang memasuki tahap pelebaran, baru setengahnya.

Sebagai salah satu objek Potensi daerah, pamor Desa Sidodadi mulai dikenal luas dan memiliki daya tarik yang memikat. Sejak benih-benih SDM baru, mulai tumbuh satu persatu dari aspirasi pemudanya, yang akhirnya membuat saya tergerak hati untuk menuliskannya.

Bertepatan pula dengan salah seorang teman yang kebetulan bekerja di Biro trans TV cabang Surabaya, dan JTV sebagai seorang sopir. Saya pepet untuk menunjukkan identitasnya agar berkenan membantu acara 17 agustus 2016, tahun lalu.

Sidodadi. Acara Ultah kemerdekaan 17 agustus, 2016 tahun lalu

Sialnya, pukul 21.00, saat hendak mengakhiri tulisan ini karena terburu-buru masuk kerja shift malam, saya terlanjur lupa membawa kamera untuk mengabadikan cerita, tempat Momen Sidodadi Dalam Cerita Malam Adha 2018 tersebut berada.

Artikel Terkait :

Comments are closed.