Ungkapan Cinta Blogermie, Mengalahkan Sinetron TV

Satu diantara penganut ajaran Budha dalam sebuah film “Journey The West”, Tokoh Cu patkai, tak henti-hetinya bersenandung: ” Cinta….Deritanya Tiada Akhir!!!. Sakit Hati ini ditinggal Pergi dik Chang e, !!!

Sepanjang perjalanan ke barat, meskipun terlihat idiot dan acapkali menjadi bulan-bulanan kakak seperguruannya, Cu Patkai tak merasa keberatan untuk mengulang kata kata ajaib miliknya itu untuk keperluan berperang. Tanpa perlu angkat senjata dan adu kanuragan seperti kakaknya, Cu Patkai terbukti mampu melumpuhkan mental para lawan-lawannya. Anehnya malah disini.

[Tidak berhubungan dengan Cerita ] – Meme Dialeg Sungokong dan Cu Patkai hanya sebagai Pemanis

Sekilas menyaksikan dialeg dan perilaku Tu Patkai, tak hanya mengundang gelak tawa. Namun digma sosial yang ditularkan melalui kata katanya yang membangun, semata-mata memiliki kekuatan secara piskologi. Sangat mungkin dialami siapapun orangnya, di saat perasaan didera suatu masalah. Salah satu bentuk ekspresi tak tertahankan akibat Ungkapan cinta. Ungkapan cinta yang membawa harapan demi meraih sesuatu yang kerap tidak kesampaian, maksudnya 😀

Ketika menulis cerita klasik di pertengahan tulisan ini, saya juga berpikiran yang sama. Semakin berusaha memahami kaidah itu, cinta sejati selalu saja terhimpun dengan definif kata yang rumit, terbias secara mistis, dan sulit dijelaskan secara lisan. Namun puji syukur atas Nikmat-nya, semakin rumit cinta itu dijelaskan, semakin cepat bagi saya memahami filosofi cinta itu berasal. Bahkan kalau perlu, menjelma menjadi siluman babi pun rela saya lakukan demi mendapatkan kehormatan untuk mengungkapnya kembali. Cinta itu sulit di ulas, namun mudah di peragakan. Terutama bagi yang Akhir Baligh dan sudah disunat 🙂  “Trust me, It Works”

***

Secara praktek, bagi yang sudah pernah menjalin cinta, akan banyak cara agar ungkapan cinta dapat terbongkar kebenarannya. Agar sisi melodramatiknya semakin terlihat tulus, ada yang puas dengan cara kuno menghadiahkan bertangkai mawar merah, ada yang merajut puisi galau yang menawan, bahkan ada pula yang mengiba turut serta acara Reality Show “Survivor” atau “Uang Kaget” yang kadang malah di permanis dengan kisah absurd pribadi yang seringkali membuat saya tertawa geli.

Jujur.  Bagi saya, mengungkapkan sebuah kebenaran yang mendalam adalah suatu hal yang menyakitkan. Biar kata kisah pribadi adalah aib yang rentan masalah dan kerap berujung dilema, namun jika tujuannya untuk memotivasi orang lain berbuat baik demi mengarahkan kemana suatu hubungan akan dibawa, ini merupakan amanah dan rukun cinta yang mutlak dipelajari, tanpa perlu pergi Jihad kebarat demi mendapatkan kitab suci.

 

Nah, pada tulisan kali ini akan ada secuil kisah romantis tentang cinta menurut kami (Blogermie dan Bunda Tsuneo) menelaah sebuah Asa dalam bentuk ungkapan Cinta.

Mungkin para pemirsa sangat setuju, agar mendapatkan sentuhan “ROMANTIS”, 3 syarat mutlak ini harus dipenuhi. Bagi yang merasa HOMO, mohon menepi sebentar:

  1. * Waktu (dibaca 86x)
  2. * Tempat (dibaca 86x)
  3. * Spontanitas(dibaca 500x)

Ketiga kriteria diatas telah kami penuhi, untuk mendapatkan feel romantis dan terkadang banyak orang yang jadi korban dalam pengungkapan perasaan cinta kami. Pada saat nonton tv, ngobrol santai, menulis blog bahkan ketika makan. Dan salah satu adegan tak terlupakan dimana kami saling mengungkapkan perasaan cinta adalah saat menonton the The Transformer.

 

14 Februari 2010, adalah hari yang sangat bersejarah bagi para penikmat film The Transformer, sekaligus malam-malam bagi pasangan muda-mudi untuk saling indehoy merayakan F**k Valentine. Tapi bukan bagi kami saja, pengalaman pertama 2 manusia yang baru jadian, tentunya pernah dialami oleh siapa saja. Bahkan pengidapnya juga lagi viral di kalangan lansia. Ciee…cie..

Duduk di deretan B11 dan 12 merupakan tempat yang paling maho bagi para penikmat film. duduk beralaskan sofa paling empuk sambil “Metingkrang“.  Melihat hamparan para anak muda mudi yang lain saling memagut kasih.

Ya…maklumlah, suasana pacaran. Semua saling berbahagia dan nampak kerut wajah-wajah mesut mereka, yang sebagiannya mencari kesempatan dibalik remang-remangnya cahaya. Di kursi paling atas Bioskop, Blogermie adalah salah satu tersangkanya.

Kembali ke laptop…,

Secara review, film ini dapat penilaian dari kami 9, masih kalah satu point dengan film CJ7 yang di bintangi Stephen chow.

The Transformer | Bumblebee – Optimus Prime – Ironhide

Adapun alasan film action ini masuk kategori film te-romantis (menurut saya) ialah Sinematografi dengan perpaduan AFTEREFFECT, yang membuat dimensi grafisnya nampak begitu hidup . Semakin hidup tatkala sudah diracuni kisah kami, dengan kekonyolan penonton di sela-sela adegan bioskop yang sangat menambah gurihnya bumbu Royco dalam berumah Tangga.

This Story Begin!!


Ditengah adegan saat Bumblebee beradu hantam dengan Para Decepticon, tampak dua penonton tepat di depan kami sangat gelisah dengan toleh kanan kiri (mungkin cemas kalo Bumblebee akan kalah) dan entah mengapa saya bahagia sekali dengan tampang cemas mereka. Tiba-tiba kekasih tercinta Blogermie, dengan sangat cerdas angkat bicara perihal sebab musabab mereka menjadi sangat gelisah.
Sambil berbisik mesrah

Bunda Tsuneo:,”Mass…….!!! Sampeyan kentut ya?”
Blogermie,”Iya….sayang!!” wes gak usah rame-rame ah, Keep silent be Loudest mind ae. OK!!
Bunda Tsuneo,”I love you too, honey” (oowwww sooo sweat….)

Setelah berlalu, kedua penonton mulai hening dan menguasai jalannya cerita. Adegan demi adegan, dilalui dengan begitu menegangkan, begitu pula dengan kondisi lambung kekasih tercinta yang nampak begitu mual, yang sejak awal keberangkatan apel, tertimbun banyak makanan siap saji.
Tubuhnya bergetar hebat disaat Optimus Prime beraksi kejar-kejaran dengan Megatron. Dengan lengannya yang kokoh dan besar, Optimus tengah bermanuver 360 derajat menembakkan Hand Cannonnya ke muka Megatron, namun luput.

Begitu kreatifnya sang sutradara Stephen Spielberg mengatur scene film ini, Sehingga memperdaya insting imajinasi kekasih saya untuk ikut tergerak.

Tanpa aba-aba, memiringkan lengan kanannya yang mungil seolah meraih sesuatu (saya kira minta air minum) sebesar 60 derajat sempurna dengan posisi pantat terangkat sebelah.
Manusia yang digadang-gadang menjadi wanita paling bahenol di Indonesia ini akhirnya pasrah. Sambil nyengir, kembali berbisik mesra:

Bunda Tsuneo:,”Maasss….!!! Aq ngentut”
Blogermie: “I do love you too (sambil menutup hidung)” owwwwww tambah sipp ae nduk!!, Kapan-kapan buka stand minyak wangi yuk. (saking jengkelnya)

Dilain cerita, suasana kota amerika makin mencekam dan tak terkendali, demikian pula dengan gaduhnya penghuni bioskop.

Beberapa penonton di kursi depan terlihat panik dan kikuk. Sungguh kami tak tega melihat penonton yang sangat menjiwai film favorit mereka harus terlibat “Cekcok” dengan rekan sebangku sendiri. Terlihat sekali muka penyamun untuk saling menuduh, menahan amarah, dan rasa yang tertinggal, saking tak nyaman dengan posisi duduk mereka.
Jika kondisi ini di peruncing, sepertinya boleh dibilang, mereka sedang mengalami (menurut istilah medis) “Nggatel’i Situation”

Yah,,,benar!!, ‘Nggatel’i Situation adalah sebuah kondisi psikologi seseorang tertekan. Ini yang terkadang tidak disadari oleh penonton bahwa mental mereka tengah di soder.

Sesaat setelah situasi tenang, Kini adegan Iron head yang murka berhadap-hadapan dengan 2 kubu musuh bebuyutan, yakni Decepticon. Sebuah percakapan manusia robot yang pelik dengan hujatan dan kata-kata tak senonoh membuat para penonton makin mendelik dan tertegun. Hingga pada akhirnya adegan bacot tersebut berakhir melalui pertempuran hebat dengan saling melepas tembakan para Autobot.

Dor…dor…brum…tretetete.. (ilustrasi lokasi pertempuran)

Di kata-kata Iron Head yang tengah emosional, dia mengumpat: “DECPTICONE PUNK!!!!”, (*red: Decepticone Sampah..!).

itulah kata-kata Ironhide yang paling ajib dan masuk akal menurut saya, karena dengan tempo yang relatif sama, Blogermie terpaksa mengambil posisi sempurna dengan satu sisi pantat terangkat diagonal menghembuskan emisi oksidan.

Kedua penonton didepan makin tidak terkendali dengan perlakuan seperti ini. Melihat perilakunya sangat brutal, toleh kanan toleh kiri diakhiri dengan menoleh ke atas. Sesaat penonton tersebut saling melepas pandangannya ke arah saya, seakan pula dia telah bertelepati dan menghardik:

Penonton 1:”hey…. !!! aku ngerti koen sing ngentut ket mau, #Kampret!!!”

Dan tak lama kemudian, suaranya yang lantang berteriak dari atas,“Anjrit, ambu entut”

*THE END*

 

Yup, begitulah kami mengungkap sebuah misteri ungkapan cinta. Ungkapan Cinta yang telah mengalahkan sinema bioskop. Bahkan Mengalahkan Sinetron TV.  Cinta yang dipenuhi dengan kejujuran dan ketulusan hati

Jika terdapat ujaran madani dari pinisepuh jawa tentang : “Ciuman yang tulus dapat melelehkan hati yang keras” maka bagi kami (maaf agar terlihat teduh, akan saya translate dalam bahasa inggris)

The Deep True Fart Reflects The True Love

Embuh, iki artine opo yoan aq gak eruh

Artikel Terkait :

Tinggalkan Balasan