Yang Tergambar, Belum Tentu Benar ( Edisi Cinta Rasul )

Makin bertambah Usia, makin ada-ada saja hal mengejutkan yang disampaikan Sang Maha Kuasa sebagai bahan renungan. Dari yang sifatnya umum, jenaka, sampai yang berkategori “Arsip Rahasia”. Nyaris mirip dengan penggalan lirik, lagu milik : Nisa Sabyan. Yang judulnya: Hmmmm hmmm hmmmm.

Entah saya lupa. Di Google, Apa gitu judulnya.

Yang menjelaskan ketika perjalanan spiritual sesorang, akan menemukan titik akhir. Sampai di satu titik jenuh.
Yang kemudian membuat ketajaman naluri dan nurani seseorang itu, akan berkembang dengan sangat teliti. Menggambarkan bayangan-bayangan masa lalu.
Seperti efek slow motion, dalam bentuk slide film retro. Monokrom, dan cenderung melambat. Namun memiliki alur yang mudah di ingat.

Tanggal 16 agustus adalah hari yang membahagiakan bagi Blogermie. Karena mendapatkan kesempatan menjelaskan makna syufi. Yang dimaksudkan ” mati ” melalui kisah orang asing.

***




Setelah mendapatkan kiriman surat cinta, dalam bentuk Surat Pengantar Rujukan. Mbak Heni, selaku petugas Urikkes. Salah satu staff pelayanan General Check Up RSAl dr. Ramelan ini menjelaskan, terdapat beberapa ketimpangan diagnosa medis yang mengalami Blogermie.

Salah satu yang menjadi perhatian Mbak Heni adalah standart tekanan darah saya, yang naik dari angka yang ditetapkan tahun lalu. Walaupun sebenarnya, motifasi mengurus General Check Up, rutin yang terselenggara 1 tahun sekali ini, adalah untuk persyaratan kenaikan pangkat nanti.

Mulanya saya mengelak, karena merunut peristiwa yang sudah sudah, peningkatan tensi darah hanya disebabkan karena faktor makanan dan pola istirahat saya yang kurang. Biasanya-pun saya tanggulangi dengan mengambil cuti 1 minggu istirahat, agar badan fit. Sebelum melakukan General Check Up.

Lha, berhubung waktunya mepet dan baru turun dinas malam hari, yang identik dengan melekan. Membuat Tekanan darah, umumnya naik lantaran kecapekan..

Beruntunglah Mbak Heni memaklumi, namun tidak mengubah keinginnnanya untuk berkilah. Terpaksa, saya sendiri yang mengalah. Semua demi persyaratan, daripada tidak naik pangkat. 😀

Tentunya, ini bukan merupakan satu-satunya ancaman sih. Yang apabila tidak ditanggulangi, akan menghambat kinerja Blogermie terhadap dunia Religi, dongeng dan menulis. Olehnya, Blogermie disarankan melakukan terapi ke Poli penyakit dalam.

Yang Tergambar, belum Tentu Benar (Edisi Cinta Rasul)

Disinilah, letak korelasi Judul diatas, dengan pertengahan inti artikel ini.
Bergaul dengan para lansia.

Ya..Bergaul dengan Lansia. Itu tandanya, saya harus menyisingkan ke-egoan saya, demi menjadi pendengar yang baik. Sebagaimana yang dikatakan mereka yang sudah tua-tua.

Pendengaran alami menuju tua, membuat orang yang sudah uzur dan layak “untuk menghadap kepada Yang Maha Kuasa”, cepat sekali sadar. Padahal saya belum mati lho. Sudah ditakut-takuti.

Huft… ada-ada saja kakek-kakek ini

Dengan berobat ke Poli Klinik Penyakit Dalam, merupakan kesempatan bagi Blogermie untuk berjumpa dengan orang orang yang bertahan dengan segala bentuk penyakit yang tengah mendera. Tak perlu menunggu tua, dengan di ciptakannya sebuah nikmat, dalam bentuk sakit, itu merupakan hal sederhana yang wajib disyukuri juga. Bahwasanya penderitaan kita selama hidup di Dunia, dikurangi kadarnya sedikit demi-sedikit.

Di Poli Penyakit Dalam, saya jadi bahan perhatian banyak orang. Karena seperti pada umumnya klinik terapi para Manula, Anak Muda memang sangat haram untuk berkunjung. Jangankan mangkal disitu, Abegeh yang melintas, dan berisik, disitu saja dibentak. Kalau tidak memiliki tujuan untuk keperluan berobat.
Lha kok ini malah saya, sebagai pria tak seberapa tampan. 🙁

Bahkan di Poli Penyakit Dalam itu, saya bertemu dengan seseorang yang lihai membaca pikiran orang lain.

Terlepas apakah yang dikatakan beliau adalah kejujujuran maupun kedustaan. Terbukti atau tidaknya sebuah teori reinkarnasi, nasab seseorang ketika terlahir di Dunia, sudah diatur sedemikian rumit.

Kata beliau, ketika seseorang itu meninggal. Ruhnya sudah pasti kembali ketempatNya. Namun tidak untuk jiwanya.
Yang tersisa di dunia, tinggal Jiwanya. Jiwa ini diartikan tempat / wadah untuk bersemayamnya ruh itu berada, untuk tinggal. Jiwa inilah yang menyalin setiap apa yang kita kerjakan di dunia. Perbuatan apapun, baik maupun buruk.

Ketika Ruh sudah lepas dari raganya karena bentuk fisik sudah tidak layak untuk dihuni. Lantaran hancur, remuk, Korban tabrak lari, Korban bunuh diri, dsb. Jiwa ini yang kemudian menjadi “penerus cita-cita” si Ruh.

Atau dengan kata lain, keinginan-keinginan Ruh yang semasa hidup belum tersampaikan, akan dititipkan kepada jiwa. Jiwa ini akan hidup sampai waktunya nanti, kiamat tiba.

Saya tak lantas mudah untuk percaya, begitu tahu jika beliau langsung membeberkan kalau Blogermie ini memiliki medan gaib yang cukup terasa.
Dibilang oleh beliau, kalau Blogermie ini merupakan wadah dari orang jaman dulu. Atau leluhur-lah, bahasa oldiestnya.

Sebenarnya saya ingin sekali marah, namun tertutupi oleh keinginan lain. Beliau terlalu curang dan lancang menebak-nebak. Bahkan bisa terbilang lancang untuk menerawang, alias Nujum. Karena saya tidak suka dengan yang namanya Nujum.

Meskipun masih sebatas praduga, dan menganggap yang di wedarkan beliau sebagai syarat akan datangnya petunjuk Tuhan, berupa pengetahuan tambahan. Saya masih banyak perlu mengkaji kebenaran itu, dengan referensi-referensi yang lebih detail dan akurat. Karena menelan sebuah informasi tanpa difilter, dapat membuat siapapun terpengaruh.

Bagi saya, Nujum adalah upaya-upaya nakal menebak masa depan seseorang, yang sampai kapanpun masih misteri, yang hanya berhak diungkap Oleh Sang Maha kuasa. Tanpa dibimbing orang yang fasih dibidangnya, Nujum bisa dianggap sebagai sesuatu yang Radikal. Karena sudah berbicara konteks di luar nalar.

Saran saya buat pembaca, jangan begitu saja percaya. Dan mudah meyakini hal yang belum pasti

Dua yang cukup diketahui sebagai kemungkinan, jika terdapat orang di sekeliling anda yang mampu menerawang, tanpa alasan yang jelas, berikut yang harus anda pahami terlebih dahulu:

  1. Dia sanggup melakukannya, semata-mata karena Kharomah dari YMK, sebagai peringatan bagi orang yang khusus
  2. Ini merupakan hal baik, agar kita selalu waspada. Setiap peringatan kecil dari Tuhan, memiliki maksud dan tujuan. Agar kita, sebagai hambanya, tidak serampangan pangan dalam bertindak.

    Biasanya orang macam ini, tidak langsung menemui anda secara bertatap muka. Biasanya diawali melalui perubahan sikap diri kita sendiri. Bisa lewat mimpi, bisa juga lewat telepati.

  3. Ada upaya Jin yang membantu runtuhnya Iman, dibelakangnya. Alias Tukang Sihir
  4. Sekarang, banyak praktek perdukunan. Yang malah menuntun kita untuk mensekutukan Yang Maha Kuasa. Semakin meyakini kesalihan seorang dukun, semakin dekat fase kita untuk terjerambab ke Syirik Kecil.

    Syirik kecil itu adalah bahasa batin, ketika kita memandang sesuatu dengan terlalu mengagung-agungkannya. Misalnya ” Wah, orang itu sakti, minta bantuan ke suhu itu deh “. Nah loh.

Anehnya, begitu saya di panggil untuk masuk dan keluar dari ruang periksa. Setelah bangkit dari Sleeping bed , tempat saya berbaring. Saya tidak lagi menjumpai orang yang memakai kursi roda tersebut, di ruang tunggu pasien.

PESAN MORAL CINTA RASUL:

Tanpa melalui upaya spiritual ke dukun, Anda bahkan bisa menjadi Dukun hebat bagi keselamatan diri anda sendiri dan keluarga. Tanpa perlu menaruh harap dan lekas percaya kepada paranormal/orang sakti. Tanpa harus menelan bulat-bulat informasi yang belum jelas kebenarannya. Karena yang tergambar, sebagiannya belum tentu benar.

Tanpa bantuan mereka, Anda bisa sakti dengan versi anda sendiri lho. Atas seizin Tuhan pula-lah hal tersebut terjadi, atas izin yang Maha kuasa pulalah, hal tersebut kembali.

Intinya, hanya bagi anda yang memiliki keyakinan tinggi. Melalui memperbanyak diri dengan Mencuri, ditengah hari.

Maksud dari kata “MENCURI” disini adalah:

Mencuri perhatian dan mencuri cinta Rasul secara tersembunyi. Dengan mencuri waktu orang lain, ketika sedang asyik-asyiknya tertidur pulas. Sedapatnya, kita mencuri Sholawat Nabi sebanyak mungkin.

Kapan itu terjadi ?

3/4 malam. Berakhir, ketika sudah mendekati waktu imsyak.
Ini hanya faktor kebiasaan saja. Kalau sanggup, sederhana saja. Cukup dengan Sholawat.

Kenapa mesti sholawat ?

Karena Sholawat merupakan satu satunya wujud ungkapan cinta. Kecintaan yang bisa kita capai tanpa harus menemui beliau secara langsung. Tanpa harus bertatap muka.

Sholawat bisa dipakai untuk meredam nafsu aluamah anda yang cenderung tedensi dan suka marah-marah. Sholawat juga berkhasiat untuk menjaga keharmonisan hidup di dunia dan akhirat. .

Tentunya, sebelum hal tersebut di realisasikan, harus dikaji lebih mendalam. Asal muasal sholawat dan adab yang sebelum melakukan ritual sholawat itu sendiri. Misalkan:

  1. Cinta Rasul, tapi tak memahami hal-hal apa yang dibenci beliau
  2. Suka sholawat, tapi masih suka Khamr
  3. Mengaku Cinta Rasul, tapi masih suka mencuri timbangan jual beli, dsb.

Bershalawat, dapat dilakukan semampunya. Sekuat Anda bisa, sampai terlelap. Tanpa mengharap pamrih. Tanpa mengharap keinginan berupa doa-doa lain sebagai penutupnya. Semata-mata keinginan kita, tercurahkan kepada junjungan Baginda Rasul Muhammad SAW.

Sekian. Semoga tidak mencerahkan.

Artikel Terkait :

Comments are closed.