Kebesaran hati seorang anak yang dipaksa menggambar Nabi

Kebesaran hati seorang anak yang dipaksa menggambar Nabi | Video yang dilihat lebih dari 5 juta pengguna ini menarik perhatian saya untuk 2 tahun yang lalu, sebelum memutuskan untuk saya download.


Credit Video: Animal


 
Dalam video tersebut, diceritakan seorang anak muslim yang disuruh Gurunya untuk menggambar Nabi Muhammad SAW.
Masih belum jelas, motivasi dan ketertarikan apa yang membuat guru tersebut sangat naif hingga mencoba melakukan serangkaian tes kepada murid-muridnya.

Yang membuat saya tertegun dan agak mendongkol, Sang guru tidak memberikan kesempatan sedikit-pun kepada anak untuk bertanya. Pada akhir diksi tulisan yang dijelaskan sebagai bentuk jawaban, Anak muslim tersebut hanya meninggalkan goresan: 4 Lafadz di secarik kertas, dibalik tulisan yang selesai ia buat.

Tanpa satupun sangkalan, dan tanpa cela, yang malah membuat sang guru hanya bergeming. Merenung dengan begitu lama.
 

Kebesaran hati dari sebuah ketertekanan

Video tersebut tak hanya membingkai jawaban dari banyaknya pertanyaan ambigu yang berseliweran di pikiran saya, namun video itu dengan duka cita, telah memberi banyak pengaruh mental kepada orang yang menontonnya untuk ikut tersentuh.
Bahwa sesungguhnya, menghadapi kehidupan se-pelik apapun, ditengah hiruk-pikuk persoalan yang kian gersang, iman harus tetap serta merta dibawa.

Melihat yang disajikan video tersebut, saya mencoba mengkait-kaitkannya kembali. Kerap kali pokok pembahasan tersebut disinggung, dan merasa merinding jika terdapat dialog-dialog dengan gaya bahasa filsafat muncul hanya untuk menguji keimanan orang lain.

Pernah suatu ketika, Saya terjebak pertanyaan dalam alam bawah sadar sendiri.
Di saat membaca suasana seorang diri.  Dengan terpekur, secara intens dan terus-menerus, pertanyaan di luar nalar ini pernah hadir menyeringai.

Kenapa ornament kaligrafi yang menghias dinding rumah, selalu meletakkan lafadz Allah di-sebelah kanan, sementara lafadz Muhammad di samping kiri?

Baik dimanapun itu, ada keinginan untuk memvisualkan hal diatas sesuai kadar pengetahuan yang pernah dijalani. Dari pengalaman sederhana yang belum sepenuhnya terkuak, Saya jadi semakin takut berbagi pemahaman kasidah ilmu yang bisa saja berpotensi menjadikan saya berlepas diri.
Semakin dipaparkan, semakin sulit dipahami. Semakin dicari celah jawabnya, merasa semakin dungu sendiri.

Namun anehnya, semakin tulus dijalani, hamparan petunjukNya justru hadir melalui peristiwa sepele yang seringkali diabaikan.
Memang benar perkataan orang bijak berinisial W itu :

Hati bukanlah macam jendela yang transparan pada kenyataan asli yang belum dibahasakan.

Hati adalah pranala yang tidak bisa didengar dengan 5 panca indra sekaligus. Konteks rasa, demikianlah hati menterjemahkannya secara tak kasat mata. Sehingga ketika manusia mengalami rindu berat dalam hatinya, tulus menjadi mutlak tak terbantahkan, yang menunjukkan orang itu jujur atau tidak.

Rindu akan selalu curang. Saat lidah berbohong, Rindu mengatakan yang sebenarnya dengan tidak berat sebelah. Nurani alamiah manusia.
 

Pesan Moral

Seandainya beberapa orang menyadari esensi waktu. Mencintai apa yang diperankan dan dilakoni hari ini, hingga tiba esok hari, agar dijalani sepenuh hati. Sesuai porsinya.
Sebagaimana profesi Tukang becak untuk tetap menjadi tukang becak, bukan tukang becak yang memantaskan diri seolah-olah menjadi pilot.

Luka terhadap diri sendiri, hanya ditanggung pribadi yang bersangkutan. Yang dengan setuju di-sanggupi insan tersebut sebagai tikungan hidup. Sebab Tuhan tidak begitu saja memberikan beban di-luar batas kedewasaan hambanya.

Yang disampaikan anak kecil dalam video tersebut menampilkan yang lebih mendalam kepada kebesaran hati, sebagaimana sifat junjungan Rasulullah. Sendunya lagi, Kalau nyawa sangatlah berarti, untuk tiap detik yang terlanjur sengaja dilewati maupun tidak, untuk hal-hal yang tak berguna.

Jika tiba waktunya nafas berhenti di-ujung hela, hal yang tak pantas merupakan sesuatu yang sudah terlambat untuk di tangisi.

Artikel Terkait :

Comments are closed.