Primata dan tumbal-tumbalnya yang nyaris Punah

Tumbal-tumbal Primata yang nyaris Punah | Dinamika hidup, memang serba universal. Bukan hanya paparan yang sifatnya tersurat saja, Jika mau mengamati segala sesuatunya dengan teliti dan sungguh-sungguh, ada banyak pengetahuan primata yang terkandung dari perilaku kecil sekali-pun. Terutama yang tersyirat, dari alam, budaya, humanisme keragaman dan toleransi.

Maka, mau tidak mau, Kalau orang sudah belajar hakikat hidup, dia harus mengambil satu keputusan untuk melakukan riset juga. Bahasa Jowo-nya: Menganalisa.

 

Tumbal Primata yang menjelma

Setelah bergaul secara sosial dengan begitu lama, dalam hal ini saya pribadi terhadap lingkungan dan keadaan, ternyata terdapat banyak tipe-tipe manusia-langka jika dilihat dari kualitas sehari-harinya.

Ada yang bijak, ada yang pura-pura bego, dan ada pula jenis ” ekstrem ” yang tak mau kalah dengan peranakan Kera. Namun sangat perlu dilindungi habitatnya.

Saking jenaka, sulit bagi saya membedakan mereka berada di posisi mana ketika kejiwaannya terancam dan galau.
Di saat keprimitifannya berontak, tatkala bersosial, maupun pada saat terjebak kewajiban bersama keluarga.

 

Secara garis besar, menurut pemahaman saya yang kurang ini, boleh jadi, jenis golongan manusia-manusia tersebut masih memiliki ikatan genetik dengan moyangnya di zaman megalitikum. Ambil misal Pithecantropus Erectus.

( Namun percayalah, bahwa Sesungguhnya nenek moyang kita bukan kera. Kalau Kita percaya meyakini teori darwin dengan segala retorikanya…wadadada…berarti selama ini, baik saya maupun anda, telah di rekayasa dengan teori kebohongan, Ok kembali ke leptop).

Tumbal pergeseran perilaku kebinatangan yang dikira terbenam bersama waktu, disertai jejak yang menjelma menjadi bebatuan sedimen alias fosil, ternyata memecah beberapa unsur untuk mencari tumbal-tumbal baru.

Jiwa-jiwa primata yang terkenal liar sejak dahulu kala ini, kemudian dengan leluasa melepaskan diri.
Memilih wadah baru untuk bersemayam.

Perilaku cerdik, berani, berkelit dengan vokal yang agak absurd, tanpa menyadari, ternyata Jiwa-jiwa primata tersebut tengah menjalani evolusi menjadi sahabat kita sendiri.

 

Demikian halnya teman-teman Blogermie yang berasal dari keluarga babon tak beradab. Dan diantaranya masih 1 rumpun dengan Lutung dan Beruk hutan.

Tanpa ada niat diskriminasi, Blogermie beruntung punya sahabat seperti mereka yang membantu kala suka dan duka, walaupun upaya balas budi saya kepada mereka hanya semampunya. Ala kadarnya.

Sebatas imbalan rokok sebatang pula.

 

Sifat Primata yang semu namun tetap lucu

Nah, Berhubung ide menulis mulai Sowong. Pada kesempatan kali ini, Saya lagi-lagi me-reshare informasi yang tidak memiliki faedah sama sekali, yaitu:

” informasi asal usul orang-orang hebat di sekitar lingkungan terdekat Blogermie, yang mulanya masih berwujud kera, yang memiliki sifat picik dan cenderung Nggapleki “. Menurut versi saya tentunya.

 

ok berikut Saya unggah profil profil primata yang tidak perlu diketahui tersebut.

 

  1. Primata 1 : Abunayya Samsuri, alias Cak-Suh

  2. Pria yang berprofesi sebagai penjaga warung kopi ini adalah teman yang foto profilnya sering di capture teman-teman lain sebagai bahan: meme jahat.
    Kalau tak percaya, liat saja ekspresi Cak Suh ketika bertingkah seperti bocah tuna grahita.

    setuju kah ??..

    Pria yang pernah menjalani metamorfosis dari duda menjadi sosok Bapak muamalah ini, sempat terjebak cinta segitiga dengan janda seberang desa. Sebelum akhirnya memutuskan menikah secara resmi, setelah digiring warga.

    Akhir-akhir ini, dia nampak terlihat gelisah. Tak tahu ada angin apa ???

    Abunayya Samsuri al Banjari berkata: “segala sesuatu pekerti kebaikan bila tanpa di awali dengan bismillah maka terputus dari berkah”

    Spesies primata: Kera Gunung Hua Kuo

     

  3. Galih Samujud

  4. Ini adalah aktor lama, dan enggan apabila orang lain menyebutnya dengan julukan Khalifah.
    Tapi, kalau dirinya sudah bicara kemasyalahatan, jos gandos pokoknya.

    Barokah Galih amat dirasakan oleh penduduk kampung Saya. Terutama dari mereka yang sebagiannya berasal dari golongan Jomblo depresi kurang iman, Galih akan senantiasa membimbing mereka ke jalan yang benar.

    Diam-diam, Dia punya banyak pengikut lho. Tak terhitung jumlah pasien yang datang ke-rumahnya hanya demi menumpang, mencari koneksi internet Wifi gratis.
    Foto di atas sudah mewakili kalau dia adalah pribadi yang di-sanjung banyak umat bukan. Entah umatnya siapa…

    Galih juga sangat berbakat dalam teknik sipil. Seni arsiteknya yang manjur dalam merakit pagar teralis dan kanopi rumah.

    Selain itu, dia orang yang cukup berjasa karena kalau dihitung-hitung dari data statistik tembakau Jawa Timur, sudah banyak rokok Marlboro-nya yang raib. Setelah Blogermie tilep.

    Spesies primata: Babon Pantat merah.

     

  5. Momon alias Adapati Soleh

  6. Nama Ghaibnya saja terdengar tidak asing, Adipati yang berarti seseorang yang dipercaya menjabat posisi struktural dalam roda pemerintahan, tentunya untuk lingkup yang lebih kecil.

    Dari antara semua teman, sekaligus penasehat, Orang ini yang paling mudah dikenali akibat tubuhnya yang bantat.
    Terlanjur bongsor. Mirip Pepep, Drummer St 12.

     

    Karena dia mempunyai banyak kelebihan terutama keterlibatan organisasi masyarakat LSM dengan menjabat posisi penting sebagai wakil ketua RT. Nampaknya nama Adipati itu bukan sembarangan jika dilihat dari formula kesamaan yang ada.

    Sedangkan Idiom: “Soleh”.. ini sudah berada di dimensi “Roso” yang hanya Tuhan, beliau dan Ibuk yang tahu.

     

    Berdaulat mempunyai tingkat percaya diri yang sangat tinggi jika sudah ber-tausyiah Amal Ma’ruf nahi mungkar, Big Boss yang satu ini, kurang berkenan dengan peredaran fatwa-fatwa palsu yang suka mem-bid’ah kan orang.

    Di luar kompetensi sebagai Eyang Brojo, (di-analogikan sebagai seorang Resi) ia sangat menyukai hal-hal yang  berbau musik, sehingga quotenya pernah sayup-sayup terdengar di telinga Blogermie, dengan bunyi:


    ” Hanya stick drum dengan tempo 2 ketukan yang membuatku nyaman ”
    ” Jancok, iku gak duso ”

    Spesies primata: Gorilla

     

  7. Ceguk, aka: Gaguk Harmono

  8. Pertama kenal pemuda paruh baya dengan domisili yang agak berjauhan dari tempat berada ini, seringkali membuat Saya salah terka. Wajahnya yang nyaris mirip dengan Doni Ada-Band ini memiliki tatapan mata yang ketus, seolah-olah ingin mengajak berantem.

    Lambat laun, setelah diperhatikan dengan teliti menggunakan Sharingan mata kiri, sudah menjadi bawaan lahir apabila melihat seseorang, Gaguk akan bersikap protektif. Cenderung ambisius dan tajam.

     

    Dalam penglihatan Blogermie yang kacau ini, sepertinya terdapat dogma lama dari Mbah Sunan Kalijaga yang agak bingung untuk ia pelajari.

    Semoga dalam pencarian hakikat diri yang dialami, Om gaguk mendapatkan petunjuk.

     

    Beliau sedang dalam proyek penulisan buku “Haji Tomat l”, ketika yang bersangkutan sudah priyayi. Hijrahnya ke jalan islami, di-kolaborasi dengan bakatnya yang lebih dahulu ada sebagai musisi. Sekarang dia sudah lebih terharu dengan penampilannya yang baru. Yakni berjenggot..duh kakak, kok jadi mirip kambing kurban jadinya.

    2018 ini, dia kembali menggenjreng gitarnya sebagai melodi dan leading vokal.

    Sabdanya yang menurut Blogermie sahih adalah:

    “percayalah kawan, hidupku cukup menguras perjuangan. Jangan suka memperebutkan tulang tanpa isi”.

    Spesies primata: Lutung Kaksarung

    &nbsap;

  9. Endog Alias Isyam

  10. Dahulu, rambutnya yang dibiarkan gondrong, justru mengingatkan Blogermie terhadap Seriuzawa.
    Pasti siapapun tak begitu saja melupakan film Crow Zero, dimana Seriuzawa adalah satu-satunya kepala geng sekolah yang ditakuti dengan aksennya yang tenang, meskipun tubuhnya mungil bak Minion.

     

    Selain jago berantem, pemuda berjambang kribo ini memiliki hati selembut Hello Kitty. Pemuda ini selalu berdiri di barisan paling depan untuk urusan aplikasi dan Teknologi besutan Samsung. Blogermie kalah akan banyak hal dari dia untuk urusan ini.

    Sejak telesinema preman pensiun tamat, ia banyak berubah. Terutama jika ingat pesan almarhum Didi Petet. Dia lebih syar’i menyanyikan lagu-lagu rohani.

    Terutama lagu Nisa Sabyan yang judulnya: Hmmm hmm hmmm. Dan Lagunya Rhoma Irama dengan judul: Sebujur Bangke.

    Spesies primata: Bekantan

 

Undang-undang Primata

Mengutip pernyataan Buya Hamka, Seorang ulama besar:

Manusia akan jadi menjadi pribadi yang hebat jika dirinya dikelilingi sahabat-sahabat yang hebat pula.

 

Maka dari itu, Undang-undang untuk perlunya perlindungan asasi terhadap primata dari golongan ini memang belum ramai di cetus sebagai sebuah tatanan hukum. Namun besar harapannya ke depan, semoga RUU tersebut lahir.
Yang bilamana jika sampai tumbal-tumbal primata seperti mereka tidak memiliki payung hukum yang syah, ditakutkan ras-persahabatan yang mengemuka, akan terancam punah oleh sebab seleksi alam.
 

NB: Primata hanyalah peng-ibaratan yang semata-mata fiktif belaka
Artikel Terkait :

Comments are closed.