Puskesmas Trosobo SDA dan aksesnya yang rentan Laka

Puskesmas Trosobo SDA dan aksesnya yang rentan Laka | Kesehatan adalah satu-satunya segmen yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan nasional, karena kesehatan sangat menentukan sumber daya dan produktifitas manusia itu sendiri.

Minimnya kesadaran tentang arti pentingnya berperilaku hidup sehat, ternyata memprakarsai kebijakan pemerintah dalam melahirkan analisis akurat untuk segera membangun konsep berencana. Konsep berencana tersebut diharapkan mampu menjadi pendukung terlaksananya manajemen kesehatan yang kompeten.

Oleh karenanya, demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang utuh jasmani dan rohani dalam bentuk infrastruktur dan fasilitas, pembangunan Puskesmas amat dipandang perlu.

 

Puskesmas yang menjadi satu-satunya infrastruktur fisik menjangkau masyarakat menengah ke bawah, wajib apresiasi dan didukung.  Baik dari sistematika manajemen, alur pelayanan, tenaga medis, hingga di skala paling luar. Geografis.

Meski denah Geografis tidak dijadikan penilaian paling utama dalam mengukur standar kepuasan pasien, namun tidak ada salahnya di jadikan pertimbangan serius agar tidak timbul celaka sosial di kemudian hari.

Seperti yang terjadi di Puskesmas Trosobo ini.

Dalam kurun waktu 5 tahun, sejak dikaruniai anak, Saya senantiasa mengandalkan Puskesmas Trosobo sebagai “pintu utama” pelayanan kesehatan keluarga, lantaran penanganan yang beres dan cekatan.

Alhasil, dari sudut pandang objektif, sebagai tempat rujukan pasien yang memiliki diagnosa penyakit-penyakit ringan, Puskesmas ini memiliki kinerja positif. Bahkan layak di apresiasi dengan 2 jempol.

Sayangnya, citra baik yang seharusnya disambut apresiasi ini, tidak didukung pengembangan infrastruktur jalan yang bagus.  Yang sebagaimana, kewajiban tersebut sudah menjadi tanggung jawab Pemerintah kabupaten.

Koordinasi penegakan infrastruktur jalan raya sebagai akses penghubung satu-satunya, antara puskesmas dan pengunjung pasien, masih terjadi kesenjangan. Akibatnya, masih muncul beberapa peristiwa kecelakaan di akses pintu utama Puskesmas Trosobo.

Puskesmas Trosobo SDA dan aksesnya yang rentan Laka

 

“Mir-mir”, dan ketar ketir. Sedikit kesan hambar yang di timbulkan ruas jalan di depan Puskesmas. Ketika masyarakatnya hendak menyeberang melawan arus.

Puskesmas yang terletak di Jl. Raya Trosobo, Sabowidoro, Trosobo, Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61257 ini bisa dikatakan agak kurang kompromi, yang kerap menyepelekan keselamatan penyeberang jalan.

Toh mesti sudah ada upaya sukarela dari para “Polisi cepek”, yang membantu mengatur lalu lintas kendaraan pada siang hari, persimpangan ini tetap memicu kekhawatiran.

 

Satu-satunya akses menuju pintu masuk Puskesmas bagi para pengunjung maupun pasien dari arah barat untuk meringkas jarak, hanya melalui ” U turn “ tersebut.  Menyisakan ruang sempit bagi kendaraan dari arah barat yang hendak berbelok.

Sehingga tak heran, selain sering terjadi kecelakaan, akses jalan yang membentang dari barat ke timur-pun, sebaliknya ini, sudah lebih dahulu di cap berbahaya sebagai jalur tengkorak.

 

Simpangan maut Puskesmas Trosobo

Lokasi Puskesmas Trosobo, tepat berada di depan U turn. Agak membahayakan bagi pengunjung pasien dari arah timur /  luar daerah.

Padahal seharusnya, hal tersebut kiranya dijadikan wacana bagi pemerintah daerah untuk berbenah. Tingkat kerusakan jalan tersebut, di anggap mengganggu mobilitas warga setempat.

Tidak sampai begitu saja, bahkan masyarakat desa setempat dan desa Kramat Jegu sering mengeluhkan resah. Kondisi jalan yang sempit dan bergelombang, seringkali menuai petaka.

Semoga ada aksi dari DLLAJ (Dinas lalu lintas angkutan jalan), dan Dinas pekerjaan umum. Karena Lokasi tersebut rawan kecelakaan. Sebaiknya bahu jalan di buat semacam rambu khusus.  Dan haluan, dibuat sedikit lebih melebar ke samping.

 

Artikel Terkait :

Comments are closed.