Blogermie Telah Kembali ke Jalan Yang Benar

Kembali ke Jalan Yang Benar| Telah sebulan lebih, saya tidak  menulis. Selaku pemilik blog ini, Saya minta maaf buat seluruh pemirsa yang dengan sangat sabar menunggu kisah panjang tulisan ini. Jalan yang benar, penuh pesan moral meskipun dialeg bahasa yang disampaikan bernada sowong, dan agak wagu.

Saya juga menghaturkan banyak terima kasih buat pemirsa yang dengan penuh dedikasi sudah memberikan perhatian berupa pertanyaan,

Hi, gimana kabarnya kok jarang OL kayaknya?”

Atau bahkan ada rekan  yang sangat peka selera humornya, sampai-sampai mengintervensi Blogermie dengan mengirimkan rangkaian bunga bertuliskan:

“Turut berbela sungkawa” by email.

Mungkinkah pemirsa bertanya-tanya “kemanakah Blogermie selama 1 bulan lamanya?…

Apa dia telah kembali ke jalan yang benar ?”.

Sebenarnya saya tetap tidak kemana-mana. Aktivitas di luar ruangan juga masih dalam taraf  wajar.  Asal tetap dalam  radius 100 meter dari rumah lantaran gampang tersesat, saya membatasi aktivitas yang dirasah tidak perlu. Cuma untuk kali ini, saya memperoleh mainan baru. Untuk Riset.

Mainan baru yang masih berbau- elektronika, yang membuat saya sangat kerasan untuk bertahan dirumah. Yaitu bikin Project Adruino, gaes !!!.

Berkat bantuan kakak saya itulah, Sampai sekarang tetap belum ketemu solusinya. Entah mau di bikin apa Adruino ini.

Juga aktivitas belajar bahasa daerah “JAVA” dan “.NET” yang sungguh-sungguh lebih menyita waktu daripada nge-blog. Jika biasanya jam 10pm s/d 01a.m membuat 3 postingan terasa mudah, namun kali ini benar-benar lain cerita.  Esensi waktu kian terasa menyempit hanya karena ulah bahasa pemrograman yang terkenal njelimet.

Selama 1 bulan pula, ada saja kejadian yang membuat fikiran terkuras mencari jalan yang benar. Sampai uzur peristiwa ini akan selalu saya ingat sampai kelak. Misal:

Jalan Yang Benar demi Berserah di Makam Bung Karno.

Selasa 20 november 2018.

Ketika melakukan ziarah ke makam bung Karno di Blitar lantaran nazar yang telah ibu saya buat 1 bulan sebelumnya. Hari dimana saya baru sadar kalau Kuda tidak bisa dipahami dengan logika manusia.

Waktu menaiki dokar disamping pak kusir menuju lokasi pemakaman beliau, bersama rombongan  berjumlah 8 orang. Kuda tersebut kelihatan capek hingga akhirnya terhenti beberapa kali.

Dengan cukup rela, akhirnya saya memilih berjalan kaki meninggalkan rombongan. Sebelum memutuskan berpamitan dengan mengusap kepala si kuda karena iba, saya melihat mata kuda itu berkaca-kaca. Dari musibah ini, Saya cuma bisa bilang “Alhamdulillah”.


Jalan Yang Benar dari Emitologi Seekor Nyamuk.

Minggu 25 november 2018.

Hari ini saya mengenal terapi pengobatan fasdu. Semacam pengobatan cuci darah menggunakan jarum demi membuang darah kotor yang lambat sirkulasinya karena faktor usia dan penyakit tertentu.

Jarum ini ditusukkan ke pembuluh darah vena (pergelangan tangan). Lantas membiarkan darahnya mengucur dan terbuang sampai tingkat  keenceran tertentu.

Nah, Kebetulan tetangga saya mengalami stroke dan yaris mengalami kelumpuhan pada organ sebelah kanannya, setelah diterapi menggunakan metode ini. pasien tersebut akhirnya bisa berjalan normal. 

Dari riset tersebut, didapatkan sebuah kesimpulan bahwa fungsi dasar Tubuh kita memerlukan sirkulasi agar terjadi keseimbangan metabolisme, dan bekerja sebagaimana seharusnya.

Dari sejumlah darah yang terbuang tersebut, dasar sains dan ilmu medis cabang akupuntur mungkin sudah lebih dulu terdapat pada konsep penciptaan nyamuk. Maka jelas sudah bahwa nyamuk tidak melulu diapriorikan sebagai serangga pembawa wabah. Ia memiliki manfaat, meskipun kuantitasnya bagi sebagian manusia-manusia dibalik fakta, masih diragukan.

Dari alur tersebut, berkembang ilmu psikologi  terapan bahwa nyamuk ternyata bukan makhluk paling serakah di muka bumi. Bukti dari riset, setelah saya amati dengan teliti (sewaktu meditasi dengan membiarkan nyamuk berhamburan pada kondisi hening dan tenang). Ketika si nyamuk hinggap di kulit untuk menyedot darah korbannya, ia baru akan melepaskan gigitannya setelah kantung perutnya penuh dengan makanan. Walaupun darah yang ia sedot hanya persekian nanomililiter. 

Sampai disini, dapat diambil kesimpulan. Meskipun sama sama makhluk ciptaan_Nya, perilaku nyamuk sungguh berbeda dengan tabiat manusia. Meskipun rasa lapar sudah terbayarkan, keinginan-keinginan lain akan terus timbul.

Rawon Nguling Elite.

Rabu 12 desember 2018. 

Baru tersadar kalau Bunda Suneo adalah istri yang kreatif dalam memasak, namun tak sekalipun resepnya masuk dalam nominasi Masterchef award. Kali ini ia mencoba kiprahnya dengan melakukan uji coba memasak “RAWON NGULING ELITE”. Kuliner kesukaan keluarga harmonis kami.

Dan sesuai dugaan, sungguh RAWON kali ini bener-bener unik and dijamin maknyus. Selain dijamin tidak ada di restoran lain, rasanya aneh tapi wajib dimakan. Yaaa.. wajib karena tak satupun, baik saya dan irma tak kuasa untuk berani menolak, jika tidak ingin digemprong panci.

Masakan istri saya kali memakai bahan dasar: DAGING BEBEK.

Pesen moral dari hari ini adalah: “DAGING BEBEK tidak cocok buat RAWON”, jadi jangan terlalu berharap melakukan eksperimen.

Jalan Yang Benar Mbak Siti Pilih, Sebagai Korban Poligami

Jumat 14 desember 2018.

Hari ini mbak Siti melahirkan tiga anak kembar hasil hubungan di luar nikah dengan mas Johan. Kasihan Mbak Siti, melahirkan sendirian, sementara mas Johan berselingkuh dengan Dinda.

Baidewe, Mbak Siti, Mas Johan dan Dinda adalah nama-nama kucing

,……….

weeeew jadi good mood lagi untuk menulis nih 😀

Artikel Terkait :

Tinggalkan Balasan