Ingin Punya Toko Kaca Sendiri? Pahami Dulu Proses Pembuatannya!

Kaca adalah satu diantara produk industri kimia yang paling sering di berdaya-gunakan manfaatnya dengan kehidupan kita secara umum. Sehingga, banyak perusahaan-perusahaan kaca modern yang tengah bersaing mengembangkan variabel tersebut di bisnis yang sama.

Dengan adanya perusahaan atau toko kaca modern, tentu prospek universal, menggungah dikembangkannya perangkat dan penunjang untuk mempercepat pembuatan kaca itu sendiri. Mulailah alat pembuatan kaca, pemotong kaca, pressing dock, giat diciptakan oleh para ahli. Tentu hal ini menjadi salah daya tarik tersendiri dalam menyikapi krisis ekonomi akibat kurangnya lapangan pekerjaan di Indonesia.

toko kaca

Selain itu, pengembangan infrastuktur gedung yang menggunakan material kaca, di sinyalir memudahkan para arsitek atau orang-orang sipil dalam mengembangkan ide saat merancang suatu kontruksi bangunan, tanpa perlu memikirkan interiornya. Karena saat ini kaca tidak hanya sebagai hiasan demi menambah nilai estetika saja, tetapi juga bisa berfungsi sebagai proteksi. Terkait durabilitas kepadatannya yang juga sudah terinovasi sebagai kaca pelindung.

    Berikut tahap-tahap proses pembuatan kaca yang perlu Anda ketahui sebelum menjadi bisnis owner toko kaca!

  1. Langkah pertama siapkan pasir kuarsa
  2. Disebut juga pasir silika, pasir kuarsa ini menjadi bahan utama dalam proses pembuatan kava. Pasir murni yang tidak mengandung besi bisa membuat potongan kaca terlihat transparan. Bagaimana jika kandungan besinya terlalu banyak?…

    Ini bisa menyebabkan warna kaca yang dihasilkan tidak sesuai atau menjadi kehijau-hijauan. Jika memang tidak ada jalan lain dan mengharuskan Anda menggunakan pasir kuarsa yang mengandung besi, solusinya Anda bisa menambahkan mangan dioksida untuk memulihkan kualitas yang dihasilkan dari pasir tersebut. Pastikan juga Anda menggunakan mangan dioksida ini dengan takaran yang pas jangan terlalu banyak. Atau Anda bisa mengulangnya dari awal. 

  3. Langkah kedua, tambahkan natrium karbonat dan kalsium oksida
  4. Untuk menurunkan suhu sesuai dengan yang di inginkan pada saat melakukan proses pembuatan kaca Anda bisa menggunakan natrium karbonat atau kata umumnya adalah soda. Sedangkan untuk meningkatkan daya tahan kaca Anda bisa juga menambahkan oksida magnesium atau aluminium. Anda bisa menambahkannya ke adonan kaca sebanyak 26%-30%.

  5. Langkah ketiga, bahan-bahan kimia tertentu yang perlu ditambahkan
  6. Bahan-bahan kimia tertentu ini bisa Anda gunakan ke dalam adonan kaca agar karakter kaca yang dihasilkan sesuai dengan yang Anda mau. Biasanya bahan kimia tambahan ini digunakan untuk membuat kaca dekorasi. Apa saja bahan kimia tertentu tersebut? Misalnya oksida berfungsi untuk menciptakan kilauan pada permukaan kaca, mempermudah pemotongan kaca dan menurunkan titik lelehnya. Sementara oksida lantanum mengandung manfaat untuk membantu kaca dalam menyerap panas.

  7. Langkah keempat, berikan warna dengan bahan kimia
  8. Ada beberapa toko kaca atau pabrik kaca yang memang sengaja menambahkan bahan-bahan kimia tertentu untuk membuat warna kaca berubah, jadi warna yang dihasilkan tidak selalu bening. Tergantung bahan yang digunakan, Anda bisa menambahkan sulfur atau arbon dalam jumlah tertentu. 

  9. Langkah kelima, saat proses pembuatan
  10. Bahan-bahan dasar pembentuk kaca tad dimasukkan ke dalam wadah khusus yang bersifat tahan panas. Lalu tambahkan bahan kimi aditif yang bisa membuat kesan tertentu pada kaca yang ingin Anda hasilkan. Misalnya Anda ingin membuat kaca warna bening sempurna, Anda tinggal berpatokan pada tingkat kemurnian pasir kuarsa yang Anda gunakan.

  11. Langkah keenam, olah bahan menjadi cairan
  12. Anda bisa menggunakan tungku gas atau listrik untuk mengolah adonan kaca. Campurkan semua bahan tadi sampai menjadi cair. Anda bisa menggunakan suhu mulai dari 2300 derajat celcius. 

  13. Langkah ketujuh, cairan kaca dan gelembung yang disatukan
  14. Agar adonan kaca yang tengah dimasak memiliki sifat yang homogen, maka pengadukan harus senantiasa dilakukan secara berkala dengan gerakan yang konsisten. Penambahan bahan-bahan kimia seperti natrium klorida, natrium sulfat, atau antimon oksida dapat membantu proses pembuatan kaca tersebut.

  15. Langkah kedelapan, cetak cairan kaca
  16. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membentuk kaca sesuai yang kita inginkan. Salah satunya adalah menuangkan cairan kaca yang sudah jadi ke dalam cetakan khusus. Metode ini pertama kali diperkenalkan oleh Bangsa Mesir dan masih tetap diaplikasikan hingga saat ini. Mengingat cairan kaca panas ini mudah sekali mengalami penurunan suhu dan berubah menjadi padat, langkah ini harus dilakukan secara cepat dengan perhitungan yang sangat akurat.

  17. Langkah kesembilan, dinginkan kaca
  18. Setelah dipastikan desain kaca yang dibuat telah sesuai dengan keinginan kita, selanjutnya adalah mendinginkan kaca tersebut. Anda cukup mendiamkan cairan kaca tadi selama beberapa saat di tempat yang aman. Sekali lagi kami ingatkan bahwa cairan kaca yang panas mudah sekali dingin dan berubah wujud menjadi padat.

  19. Langkah terakhir, bersihkan kaca
  20. Proses mensterilkan kaca disebut annealing. Proses ini bertujuan untuk menghilangkan seluruh titik rawan yang mudah pecah yang mungkin terbentuk selama proses pembuatan kaca tersebut berlangsung. Setelah proses ini selesai dikerjakan, berikutnya Anda bisa mengolah kaca ini sedemikian rupa seperti menghias atau meningkatkan ketebalannya.

Jadi, apakah Anda benar-benar siap untuk menjadi pengusaha kaca dengan membuka toko kaca atau pabrik kaca? Tentu Anda harus melihat pangsa pasar dan harga yang sesuai dengan pasar yang ingin Anda tuju. Semoga usaha Anda berhasil!

Artikel Terkait :

Tinggalkan Balasan