Coba SOSIAGO

Coba SOSIAGO Influencer Marketing, Bisnis Legal Atasi Keluhan Milenial | Saya meyakini. Dari Datuk Maringgih, hingga Andre Taulany berhenti menjadi penyanyi, siapapun paham jika tiap makhluk yang terlahir, pasti di karunia potensi.

Dari potensi yang dimiliki, ragam kriteria selalu menjadi aspek menentukan dalam memilih bakat apa yang layak agar tetap produktif. Dalam menghadapi tantangan zaman, kalau tidak mampu bersaing, konsekuensinya cuma hidup dengan usaha bertahan, atau mati dengan kertertinggalan.

Dalam tanda kutip, “asal percaya diri”, punya kreatifitas dan intelejensi yang kuat , bukan menjadi hambatan. Agar terbentuk karakter yang bertalenta di lini manapun.

Terlebih dengan bantuan infrastruktur, berupa layanan internet cepat berbaur teknologi berbasis aplikasi. Dalam genggaman perangkat selular seperti sekarang, sangat berpotensi menjadi tokoh berjiwa bisnis paling dicari. Bukan tidak mungkin, upaya membangun reputasi di sosial media dijadikan alternatif yang berpengaruh terhadap tingkat ketenaran dan kesuksesan seseorang.

Menangkap fenomena itu, tentu ini adalah sebuah peluang besar bagi kita. Untuk ikut merasakan manisnya pasar bisnis digital, bukan hanya sebagai konsumen, melainkan berkolaborasi menjadi social media influencer, sekaligus pengembang konten.

Keluhan Influencer dan Advertiser di Era Milenium

Salah satu kapabilitas utama yang menjadi daya saing influencer sejak dulu adalah ketelatenan. Ketelatenan meracik sebuah ulasan yang bagus, lugas, akurat, dan bertanggung jawab demi tercapainya konten berkualitas.

Namun seiring berjalannya waktu, modal ketelatenan dalam merangkai tulisan sebagai media promosi, tak dirasa cukup. Brand selaku Advertiser, jarang melirik hal tersebut sebagai opsi final yang paling menakjubkan. Mengingat data yang dibutuhkan belum cukup valid sehingga riskan tak tepat sasaran. Tidak mengherankan jika pada akhirnya, promosi dengan cara tersebut akhirnya ditinggalkan.

Selain masif, alasannya-pun beragam. Mulai dari: lebih menikmati “formula” yang lebih inovatif dari sekedar tulisan biasa, hingga tuntutan selera.

punya video lucu? Coba SOSIAGO Influencer Marketing untuk naikin rating
Membidik selera Anak muda jaman milenial: “Tulisan Anaconda” tidak lebih viral Ketimbang “Video Anaconda”

Konten video dan gambar adalah bukti kongkrit akan besarnya minat konsumen dalam menangkap sebuah informasi visual ketimbang informasi konvensional. Selain mudah dicerna, gaya hidup dan selera yang mereka jalani telah mencerminkan sebuah perubahan literatur zaman.

Belum lagi kekhawatiran jika Pengiklan/ADVERTISER pada akhirnya di rudung perasaan tak puas lantaran gaya promosi iklan berupa tulisan yang monoton. Mereka butuh strategi yang lebih natural untuk mendekati konsumen.

Disamping faktor krusial diatas, banyak juga faktor yang memengaruhi. Tak hanya kalah bersaing secara aktualisasi data di tengah informasi yang cepat menyebar di media digital. Namun selera pasar yang lebih humanistis dalam menangkap peluang, telah mengubah naluri pembaca/konsumen untuk selektif dalam memilih dan menilai.

Sosmed Tak Hanya Dinikmati Sebagai Cara Bahagia Yang Mengisolir, Tapi Juga Kecepatan Daya Berpikir

Bagi kita generasi milenial yang sudah intelek dalam menggunakan smartphone android, tentunya sadar betapa instagram menjadi jawaranya eksistensi diri. Melalui selfie, penggunanya tak sekadar berbagi momen kepada kerabat dan teman secara intens. Dari unggahan foto sederhana, video keseharian, parodi, hingga meme motivasi dialektis, yang telah menggiring penggunanya pada sebuah ikatan sosialita. Dengan sebutan jamak yang bernama: Follower.

Semakin banyak follower, tingkat popularitas pengguna juga otomatis diperhitungkan. Melalui tawaran job endorsement, influencer instagram indonesia mulai banyak bermunculan. Antusiasme meningkat tajam. Mengubah stigma miring bahwa cukup bermodal nyali dan “betah malu”, nasib orang yang gemar tebar pesona, tak selalu berujung nestapa.

Eh ternyata, di situlah letak fase belajar itu berada. Timbul asumsi dan upaya untuk tidak sekali-kali meremehkan hal kecil yang dilakukan seseorang dalam berkarya.

Tata cara berpikir manusia futuristik inilah yang kemudian di sasar sebagai tantangan yang masih belum sepenuhnya terjawab. Sebagai kaum muda, Kita perlu metode lanjutan dalam mendongkrak potensi diri, di skala pribadi maupun di skala industri. Penjualan demi pemasaran yang mandiri, amat membutuhkan strategi yang cermat, meninggalkan cara lama.

Beruntung, meskipun sebagian teka-teki ambigu diatas terungkap sebagiannya di abad ini setelah mengetahui perkembangan aplikasi yang dibenamkan ke dalam smartphone. Pengetahuan-pun seiring bertambah.

Kini Sosmed tak hanya menjadi gimmick sosial yang mengasyikkan bagi generasi milenial, namun juga memiliki manfaat yang memartabatkan secara finansial

Kecenderungan kaum milenial dalam meringkas hal rumit menjadi karya yang solid. Dapat konek dengan mudah ke dunia maya inilah, kemudian dicermati sebagai terobosan baru. Siapapun pasti butuh, terutama bagi pengembang iklan untuk menyikapi target audiens dan profil pelanggan mereka secara profesional.

Coba SOSIAGO Influencer Marketing: Kami Wujudkan Bukti dan Dedikasi, Tak Sekedar Janji

Dan menjejak konsep influencer marketing platform. Uzurnya seorang “perantara” antara pihak penjual dan pembeli di abad milenial, akhirnya saya menemukan kecocokan. Dalam menentukan visi Blog ini kedepan.

Dari sekian banyak influencer agency indonesia yang mulai banyak bermunculan, 1 diantaranya membawa angin segar. Ibarat Simbiosis Mutualisme, selaku Influencer, saya merasa diuntungkan.

Alih-alih berjanji dalam menjembatani pintu karir, wadah penyalur bakat, media promosi , malah justru menguatkan personal branding saya. Secara tekun terasah di dunia micro Blogging. Rasanya platform ini memiliki karakter yang nyaris sama persis dengan Dekisugi ( Tokoh dalam serial anime Doraemon ). Tak hanya pintar dan mudah bergaul, Dikesugi dikenal memiliki pribadi yang unik.

Demikian pula Sosiago yang unik itu. Unik yang menjadi ciri khas dan kata kunci platform SOSIAGO ini tentu belum kesemuanya terdapat di platform influencer marketing manapun.

Sepanjang yang saya simpulkan setelah bergabung. Sosiago, baru dikatakan menonjol dalam membantu mekanisme penghasilan saya di ranah internet. Sehingga micro influencer indonesia seperti saya tetap produktif berbagi konten, tanpa cemas dikejar legalitas sumber pendapatan halal yang di peroleh. Ini sekilas dari sisi kepuasan keikut-sertaan. Belum yang lain. 🙂

***

Nah, mungkin setelah membaca tulisan ini, pemirsa akan bertanya. Dimana letak korelasi lainnya, andaikata Sosiago memang layak disandingkan dengan epos Dekisugi. Tokoh cendekiawan dalam dunia anime, sehingga ke depannya, Sosiago mampu menjawab tantangan kaum milenial seperti saya?

Ok, sebelum saya ulas letak korelasinya satu persatu. Sejenak, izinkan Saya alihkan perhatian pembaca untuk mengenal Profil Sosiago secara singkat.

Preambule: Sosiago

SOSIAGO adalah platform influencer marketing. SosiaGo juga dikenal sebagai Marketplace digital yang menghubungkan 2 pemain di industri digital. Antara brand/pengiklan dan Influencer. Baik keduanya, sama-sama di huni kaum milenial.

Pihak pertama yang memegang peranan dalam online marketers spending seperti ini, adalah Advertiser atau pengiklan. Advertiser bisa juga berasal dari Brand. Yang dimaksud disini adalah: perusahaan bonafet yang berintegeritas, memiliki merek dagang tertentu, atau sponsorships berskala besar. Yang ingin melebarkan pemasaran dengan jangkauan yang lebih luas.

Uji Coba SOSIAGO Influencer Marketing untuk personal branding
Selain telah menjaring ribuan Influencer, SosiaGo dipercaya sebagai media publikasi Marketplace Online

Sedangkan pelaku-pelaku Influencer pun, berasal dari grade yang berbeda pula. Bisa dari kalangan Artis Ibukota, Blogger, Buzzer, Youtuber, Selebgram, atau media sosial lain yang memiliki sejumlah pengikut.

Lebih ringkasnya lagi dalam bentuk fisik, bisa dianalogikan bahwa SOSIAGO adalah agen penampung dan penyalur tenaga kerja honorer. Terutama bagi orang yang berkecimpung di dunia maya secara freelance. 🙂

SOSIAGO sendiri bukan pemain baru di ranah Bisnis Marketing Digital. Sebelum rebandring, platform ini lebih dulu terkenal dengan nama lain iBlogmarket, yang dicetus tahun 2015 lalu.

Dalam kurun waktu 4 tahun ini setelah launching, IdBlogmarket mengalami perkembangan cukup fantastis. Dengan kemasan dan performa baru semenjak berganti nama, SOSIAGO telah merekrut kurang lebih 20K jaringan influencer yang tersebar. Terdaftar secara resmi dengan passion dan potensi mereka yang bervariasi.

Keunikan Coba SOSIAGO Influencer Marketing Dalam Menjawab Tantangan Kaum Milenial

Seperti yang sudah saya janjikan diatas, 5 hal unik ini tergagas oleh hal-hal yang menurut saya bersifat objektif . Setelah melihat kriteria yang tidak umum terdapat pada platform social influencer sejenis, sebagaimana talenta mutlak yang melekat pada diri Dekisugi.

Nah, kelima keunikan ini yang turut menjadi alasan mengapa SOSIAGO sangat recomended untuk dijadikan referensi bagi siapapun yang serius. Serius dalam mencari bisnis legal di era media digital demi memperkuat personal branding.

Lantas, apa saja keunikan itu. ?

1. Coba SOSIAGO Influencer Marketing, Karena Cuma satu-satunya yang DAPAT DIPERCAYA

Mirisnya pemberitaan Bisnis Scam di Indonesia tak hanya mengurangi awareness para influencer saja. Selain ilegal dan merugikan, prestige buruk juga berdampak pada tercorengnya manajemen jaringan bisnis marketing influencer yang telah ada. Yang sudah terbukti berdiri dengan baik sejak lama. Toh sebaik apapun reputasi dan jasa yang ditawarkan, konsumen dan penyedia jasa akan berpaling. Lantaran tidak ingin terlibat kriminal dengan Agensi yang sarat akan banyak masalah .

Dan rasanya tidak usah saya perjelas, jika satu hal yang tidak menyenangkan sepanjang usia kita berbisnis adalah: tidak dipercayai orang.

Untuk itulah, dengan tajuk : Tingkatkan Awareness Bisnis Anda Melalui Pemilihan Influencer Yang Tepat, platform ini sudah mengantisipasi resiko. Perihal kredibilitas situsnya dengan membuat beberapa skenario. Yang diantaranya:

  • › Pemilihan domain situs yang tepat untuk regional Indonesia

  • Selain menimbang tampilan situs, jumlah testimoni, ketersediaan list contact fisik berupa akun sosial media. Sebagai bukti akuntebilitas pelayanan, hal yang patut dijadikan kriteria demi mengecek seberapa terpercayakah sebuah situs, adalah dengan melihat domainnya.

    Dan prioritas itu terbaca melalui serangkaian uji coba SOSIAGO influencer marketing dalam memilih domain. Yakni domain berakhiran: ID.

    Tidak seperti domain yang berakhiran .com, net. Toh sama-sama berbayar, khusus untuk domain ID, memerlukan beberapa syarat dan legalisasi khusus. Seperti yang tertuang pada Kebijakan Umum Nama Domain Ver.5.2 tahun 2012.

    Hal ini mendasar karena situs marketing dengan domain berbayar ID bisa dibilang memiliki tingkat kredibilitas paling mumpuni.

    Aturan perundangan yang mengawasi kebijakan tersebut dapat dilihat di https://pandi.id/home_page/kebijakan-dan-aturan-pengelolaan-domain-id/

    Domain ID Sosiagoyang sudah terdaftar secara hukum
    Kebijakan pengelolaan nama domain yang tidak serampangan. Source ID.pandi

    Rasanya kecil kemungkinan badan usaha yang terlindung payung hukum seperti ini bertindak sembrono dalam melakukan penipuan. Ini juga menjadi 1 alasan yang masuk akal kenapa dulunya IBlogMarket merebranding nama domainnya agar lebih cetar seperti sekarang.

    Ini semakin memperjelas keabsahan sosiago.id, bahwa platform yang dikelola bukan kaleng-kal3ng.

  • › Pemetaan Wilayah Sebagai Uji Coba SOSIAGO Influencer Marketing Dalam Mempertegas Visi dan Misi

  • Melihat kecenderungan yang ada sekarang, banyak kaum milenial yang lebih memanfaatkan fitur Google Map sebelum melakukan reservasi atau sekedar jalan-jalan.

    Kombinasi mantul antara Google Map dan Google Places, cukup dirasakan manfaatnya untuk menganalisa suatu data berupa objek. Rasa-rasanya kita sudah tidak butuh lagi kompas (kecuali untuk menentukan arah kiblat). Cukup dengan mengetik alamat tujuan, kita dapat memastikan valid tidaknya suatu tempat tanpa khawatir tersesat.

    Hal ini yang kemudian melandasi Sosiago bertindak waspada. Demi Menghindari konotasi buta arah para relasinya, dan buruknya prasangka. Alias Agensi marketing influencer bodong.

    Dengan alamat: Perkantoran Vila Delima No. 2. Jalan Delima Raya, Lebak Bulus, Cilandak Jakarta Selatan 12440 Indonesia. Lalu mengetikkannya di Google penelusuran, detail lokasi SosiaGo Marketing Office, dengan mudah ditemukan,,,eing ing eng

    about Coba SOSIAGO Influencer Marketing
    kredibilitas Sosiago jika dirunut dari pantauan Google Place. Source: About Sosiago.id

    Developer Sosiago berhasil mengoptimasi kedua fitur Google tersebut secara fungsional. Point Positif untuk Sosiago di segmen Identitas.

2. Kemudahan dalam Mekanisme Registrasi, tanpa Sistem Tebang Pilih

Dari dulu maupun sekarang, proses pendaftaran menjadi influencer dan advertiser di sosiago berasa mudah. Keduanya sama sekali tidak dipungut biaya. Berapapun jumlah follower yang kita punya nantinya, tidak menjadi persyaratan mutlak untuk diterima. Daya jangkau berupa pendekatan alamiah inilah yang ditengarai lebih manusiawi bagi saya 🙂

Tanpa menunggu jadi artis ibukota, yang memang terlahir eksis dengan memiliki follower yang banyak. SOSIAGO Influencer Marketing lebih meloyalitaskan kesenjangan tersebut ke arah yang lebih humanisme dan ramah, berupa potensi.

Ya. Potensi. Potensi bagi yang mengajukan diri sebagai Influencer. Seiring waktu dan proses kita melatih diri menghasilkan konten yang bagus, follower akan datang sendiri. Baru setelah follower mencukupi, kita bisa menaikkan status akun regular menjadi premium apabila setelah ditinjau, persyaratan verifikasi kita sudah memenuhi.

Setelah dinyatakan terdaftar, semua keperluan yang dibutuhkan untuk me- monetize content placement marketing , cukup diakses dalam 1 Dashboard. Jadi, ketika ada Advertiser melakukan kampanye, kita tinggal klik join. Karena di dasbor advertiser, sudah tertampil nama-nama influencer, berikut reputasi serta tingkat awarenessnya.

Sebagai influencer, kita tinggal menunggu saja dewi fortuna. Kalau mujur, akan job task yang dikirim melalui SMS untuk segera kita kerjakan.

Salah satu keuntungan memiliki akun verifield SosiaGo bagi Influencer adalah Job action yang lebih “mantul”. Karena penghasilan kita berpotensi makin profit, menyentuh 7 digit (tergantung kebutuhan ,traffic, dan engangement audiens).

Suatu tantangan yang menyenangkan lantaran yang ngontrak konten biasanya Brand terkenal. Bisa saja kita diundang menjadi bintang tamu paling terhormat di acara tertentu.

Sungguh Awesome bukan?

Eits, Jangan pesimis dulu. Karena cukup menjadi Influecer dengan status Reguler, masih menjanjikan di segi finansial, daripada tidak mendaftar sama sekali. Bukti bagi mereka yang telah Coba SOSIAGO Influencer Marketing secara gratis, dapat dilihat melalui testimoni dibawah ini:

Testimoni Pengguna Jasa Marketing Bisnis

3. Royalti dan Biaya Operasional Yang Transparan Dalam Menjaga Nilai “Fairplay”

Saya tidak menampik bahwa sumber pendapatan utama Blog Gado-gad0 ini 70 % berasal dari SosiaGo. Mendapatkan 1-3 task dalam satu bulan, itu sudah lebih dari cukup bagi saya untuk mengisi waktu luang.

Sosiago Job Posting Task
Sosiago Job Posting Task

Namun yang saya hargai dari kerja keras sosiago selama ini adalah transparansi deposit yang bisa cair. Tanpa sedikitpun terselip potongan fiktif. Sosiago sangat menjaga dengan baik privacy dan kesejahteraan para Influencernya. Sehingga pencitraan buruk: Apakah Sosiago mengecewakan?, nyaris tak pernah ada.

Profit Income SOSIAGO

Harga penawaran konten untuk regular member, memiliki limit yang bervariasi. Pun demikian, jika task job, intens terselesaikan sebelum waktu yang ditentukan, sangat mungkin menjadi pertimbangan advertiser menjadikan kita kontributornya lho. Sangat fair.

Coba SOSIAGO Influencer Marketing bisnis cepat kaya

Sangar fair lagi jika menjadi verifield member. Karena 3 akun sosial media yang terintegrasi, bisa langsung aktif seketika. Memicu Brand terkenal untuk tertarik menggunakan jasa kita. Tinggal duduk manis, semua perkembangan dapat dipantau secara ringkas di panelnya masing-masing.

4. Menggiat Tercapainya Subsidi Silang Yang Menguntungkan

Seperti yang kita ketahui bersama, jika kaum milenial terkenal dengan gaya hidup yang kekinian. Pola pikir yang cepat dan acapkali terburu-buru. Segala sesuatu, asal bisa tampil modis dan trendi, ingin lekas terganti dengan yang baru. Sehingga terkadang, mereka gelap mata dan butuh bimbingan yang sepantasnya bisa mereferensi.

Apa yang menjadi keluh kesah dan keinginan-keinginan kaum milenial ini, lambat laun akan menjadi pertanyaan yang kian menumpuk. Mereka butuh solusi yang lebih sedap, ketimbang memilih upaya bunuh diri lantaran termakan gengsi.

Diantara beberapa pihak yang menyumbang andil besar dalam proyek gaya hidup kekinian adalah situs E-commerce, seperti Bukalapak dan Blibi. Tak hanya nama besarnya, namun juga karena kedekatannya. Maka itu bisa dijadikan PR dalam memberikan wawasan terkait produk, resistansi, tingkat resiko, dan kepuasan.

Selain sudah menjadi tugas bagi web komersil sebagai rekan bisnis dalam memfasilitasi kebutuhan publik. Coba SOSIAGO Influencer Marketing juga menempatkan diri sebagai penyusup. Penyusup dalam arti yang positif, berperan serta melakukan Sosiago rekruitmen online.

Anak muda dapat dengan mudah mengemukakan minat, dan keahlian. Khususnya menjadi “Mata” dan “Telinga” atas keluhan-keluhan yang menjadi dinamika di abad milenial.

Para Influencer SOSIAGO

Ide-ide pemecahan, diuraikan secara rasional oleh para influencers review indonesia, yang lebih dulu bergabung di sini. Melalui pembentukan implikasi dengan jalan mengumpulkan bukti-bukti. Memberikan suatu gambaran mental tentang situasi tak terduga, untuk dapat dicarikan pemecahannya secara tepat.

Sudah barang tentu. Situs E-Comercee yang tahu akan hal kompleks tersebut, membaca kemungkinan yang ada sebagai wacana jangka panjang yang belum tertuntaskan.

Kontribusi Sosiago terhadap dilematika anak muda jaman milenial, rupa-rupanya telah menjadi agenda utam, dengan menggandeng brand ternama. Seperti Matahari Mall, JD Id, dan beberapa marketplace yang sudah saya sebutkan diatas. Ini harusnya disambut dengan baik mengingat sebuah pesan bijak Bapak Presiden. “Bukankah ekonomi kerakyatan yang sehat, tercipta dari rasa saling memiliki dan membangun juga ?”

5. Membangun Animo Yang Sehat, “Karena Tak Semua Bisnis di Dunia Digital Itu Bikin Kita Melarat”

“Materi berproses pada hukum yang tidak menetap”.

Hanya ungkapan diatas yang sedikit bisa saya gambarkan dalam memaknai Sosiago dalam 4 tahun kinerjanya. Kenapa demikian?

Belajar melihat prosesnya yang panjang, merintis upaya dari kecil hingga berkembang. Yang dibuktikan sendiri dengan dedikasi nyata SosiaGo (idBlogMarket) yang pada awalnya hanya memiliki ratusan pengikut.

Membangun sebuah Platform, butuh lebih banyak kerja keras dan jam terbang yang lama. Merasakan peristiwa terjerumus. Pernah kuyub dan jatuh dalam kubangan, namun berhasil bangun kembali dengan wajah berseri-seri. Kegigihan Sosiago, tentu menginspirasi banyak orang, dan membuat saya sadar akan pentingnya sebuah perjuangan.

***

Sosiago Apk yang Belum Tersedia, Sebagai Penutup Kerja Nyata

Sebagai Influencer disana, Saya mengamati betul. Pencapaian SosiaGo dalam melengkapi 5 kriteria Dekisugi yang saya analogikan, tidak serta merta karena kompetensinya saja. Namun juga atas kontribusi banyak pihak dibelakangnya. Baik advertiser, influencer, bahkan elemen/ struktur penunjang, dan juga recruitmen managerial dalam membaca arah perubahan jaman.

Pun begitu, bukan menjadikan Sosiago nyaris sempurna tanpa cela. Masih butuh kepekaan lagi, mengingat generasi milenial adalah generasi menunduk yang tak pernah lepas dengan smartphone Android. Jadi kedepannya, saya harap kompatibilitas Sosiago Apk, tidak menjadi isu miring yang dapat segera dibenahi. Sehingga mobilitas influencernya tidak terbebani. Dengan cukup melakukan konfigurasi dan pemantauan, cukup melalui snmartphone mereka masing-masing:-)

Well, saya harap mobile developer, berkenan membuat aplikasinya. (Red: APK SosiaGo)

Kesimpulan Setelah Coba SOSIAGO Influencer Marketing

Di abad ini, generasi milenial terus tumbuh. Pola pikir mereka mengalahkan kecepatan waktu. Suka maupun tidak, bergerilya dengan bakat se-sederhanapun, pasti ada faedahnya agar mampu mencetak tenaga bermental bisnis yang mampu bersaing. Tentunya hal tersebut dilandasi sikap sportif, tanpa melegalkan banyak cara.

Bisnis legal dengan hasil kerja keras sendiri, mendatangkan banyak keuntungan, karena minim konsekuensi dan tidak perlu melewati banyak seleksi. Jika kalian adalah generasi milenial yang tengah mencari jawaban atas eksistensi diri. Bingung dengan bisnis yang sedang dijalani, Coba SOSIAGO Influencer Marketing, semoga dapat menjadi solusi. 🙂

NB: Buat Kalian Anak muda milenial, yang tertarik untuk mendaftarkan akun Instagramnya secara gratis. Demi memperoleh peluang Job endorsement, bisa segera mengunjungi halaman › https://www.sosiago.id/signup

Artikel Terkait :

Tinggalkan Balasan